Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Good bye, Gary and Felicia.


__ADS_3

Kedua anak buah Matthew memegangi Gary supaya Gary tidak bisa melawan dan supaya Gary tidak bisa menyentuh Vivian.


Gary terus memberontak dan memaki, sedangkan Vivian sudah berjalan mendekatinya. Dia akan menendang Gary tanpa ragu dan melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya.


"Vivi, maafkan aku dan percayalah jika aku masih mencintaimu," teriak Gary.


"Simpan cinta palsumu di bawah sepatuku!" jawab Vivian dan dia mulai menendang Gary.


Gary berteriak saat satu tendangan keras mendarat di dadanya, dia masih meminta Vivian untuk mempercayainya tapi Vivian kembali menendangannya.


Vivian tidak memperdulikan teriakan Gary dan terus menendang sampai Gary memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tendangan demi tendangan dia berikan dan di dalam ruangan itu hanya terdengar suara teriakan Gary dan juga suara tendangan Vivian.


Seharusnya dia memakai high heel yang tinggi tadi supaya dia bisa menginjak Gary menggunakan tumit high heel yang tajam tapi sayangnya saat ini dia sedang memakai sepatu Skate.


Thomas dan Bruke hanya menjadi penonton apalagi mereka tidak mengerti apa yang telah terjadi di antara Gary dan Vivian. Mereka juga tidak berani bersuara karena mereka tidak mau mendapat siksaan yang mengerikan.


"Vivi, percayalah padaku," pinta Gary.


"Tidak! Ini semua untuk ibuku!" Vivian menarik kerah baju Gary dan meninju wajahnya sekarang.


"Ini untuk ayahku!" ucapnya lagi dan dia kembali memukul wajah Gary.


"Juga untuk kakek, aku akan membalas perbuatanmu karena kau telah menyakiti mereka!"


Vivian terus memukul wajah Gary sampai tangannya terasa sakit. Dia berhenti sejenak dengan nafas terengah-engah sedangkan Gary sudah babak belur dihajar olehnya.


Matthew mendekati Vivian dan meraih tangannya. Dia akan membiarkan Vivian memukul Gary sampai puas dan akan menjadi penonton saja. Lagi pula Gary tidak mungkin mati hanya gara-gara pukulan dari Vivian.


"Apa tanganmu sakit?" tanya Matthew sabil mengusap tangan Vivian.


"Tidak," jawab Vivian sambil menggeleng.


"Apa kau sudah puas?"


"Belum dan perintahkan anak buahmu untuk melepaskannya."


"Seperti keinginanmu, Sayang," ucap Matthew seraya mengangkat tangannya.


Kedua anak buahnya segera melepaskan Gary dan melangkah pergi, sedangkan Gary memegangi dadanya yang telah ditendang oleh Vivian berkali-kali.


Gary kira Vivian sudah tidak akan mendangnya lagi tapi tanpa dia duga, Vivian berlari ke arahnya sambil berteriak, "Tendangan untuk baj*ngan!" terak Vivian sambil melayangkan kakinya.


Tubuh Gary terpental ke belakang dan dia berteriak saat tubuhnya menghantam dinding ruangan dengan keras.


Gary kembali memuntahkan darah dan dia tampak duduk sambil bersandar pada dinding. Gary memegangi dadanya dan meringis, sedangkan Vivian tidak berhenti.


Vivian kembali berlari menghampiri Gary dan tanpa Gary duga, Vivian menginjak sesuatu yang ada di kedua pahanya.


"Ini untuk ayahku! Untuk Patrik yang hampir mati dan untuk Kak Damian!" teriak Vivian.


"Arrrgggghhhh! Tidak Vivi, jangan bagian itu!!" teriak Gary seraya menutupi asetnya dengan kedua tangannya tapi Vivian tidak berhenti dan terus menginjak. Biarkan Gary merasakan injakan pemutus keturunan darinya.


"Arrrrggghhh! Vivi, jangan injak lagi!" teriak Gary memohon tapi Vivian tidak perduli.


Gary memutar tubuhnya untuk melindungi asetnya tapi Vivian tidak berhenti dan menendang bokong Gary bahkan menginjak bokongnya dengan kencang. Seandainya dia memakai high heel pasti akan sangat menyenangkan ketika menginjak bokong Gary.


Thomas dan Bruke merinding ngeri dan secara refleks mereka merapatkan kedua kaki mereka. Itu pasti sangat menyakitkan dan Gary tampak sudah tidak berdaya.

__ADS_1


Vivian menghentikan aksinya dan terngeh-engah. Dia sangat puas sekarang tapi ada satu orang lagi yang harus dia temui.


"Apa kau sudah puas, Babe?" Matthew mendekati Vivian yang tampak sedang mengatur nafasnya.


"Sangat puas," jawab Vivian.


"Bagus. Siapa lagi yang ingin kau tendang? Apa di antara satu dari mereka?" Matthew menunjuk ke arah Bruke dan Thomas.


"Tidak!" teriak mereka berdua.


"Aku tidak mengenal mereka tapi di mana Felicia?"


"Aku akan membawamu bertemu dengannya," jawab Matthew.


Vivian mengangguk dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, dia sudah siap untuk menghajar Felicia.


"Vivi, bunuh aku sekarang!" pinta Gary.


"Membunuhmu bukanlah bagianku, Gary," jawab Vivian dengan dingin.


"Tidak, Vivi. Aku ingin mati di tanganmu!" pinta Gary.


"Kau tidak akan mati dengan mudah, Gary. Kalian bertiga bersiaplah karena besok aku akan kembali dan bermain teka teki dengan kalian," ucap Matthew.


"Tidak ... bunuh kami sekarang!" teriak Bruke dan Thomas.


"Semakin kalian ingin cepat mati, semakin sulit kalian dapatkan jadi bersiaplah menerima hukuman dariku dan pikirkan baik-baik, siapa yang pantas memakai wajah kalian nanti!" ucap Matthew.


"Matthew jangan jadi pengecut, bunuh kami sekarang!" teriak Gary tapi Matthew sudah menarik tangan Vivian dan membawanya pergi.


"Good bye, Gary," ucap Vivian seraya melihat Gary untuk yang terakhir kalinya.


Gary terus memanggil Vivian tapi Matthew sudah membawa Vivian pergi. Gary memukul lantai berkali-kali dan tampak marah. Kenapa dia dan Vivian harus jadi seperti ini? Apa salah jika dia ingin membalas kematian ayahnya? Sekarang semuanya sudah hancur. Hubungannnya dengan Vivian sudah hancur bahkan kematian ayahnya tidak terbalaskan dan yang lebih mengerikan, sebentar lagi dia akan mengalami siksaan dan jujur saja, dia tidak bisa membayangkannya.


Matthew membawa Vivian menuju suatu tempat melalui sebuah pintu. Dia akan membawa Vivian menemui rekannya yang sedang tergantung.


Vivian mengernyitkan dahi ketika mereka mendekati sebuah lubang dan Felicia tergantung di atas lubang itu sambil terus berteriak. Dia jadi penasaran, apa yang ada di dalam lubang itu?


Felicia digantung dalam posisi terbalik dan berteriak karena rambutnya mulai ditarik oleh para buaya yang ingin menggapainya dengan cara menaiki tubuh kawan mereka. Itu cara buaya bekerja sama untuk mendapatkan mangsa bahkan ada yang mengangkat tubuh mereka untuk mendapatkan daging Felicia.


Mulut Vivian menganga ketika melihat kumpulan buaya yang lapar dan para buaya itu sedang berusaha untuk mendapatkan Felicia.


"Oh my God, apa ini peliharaanmu?" tanya Vivian.


"Mereka cantik bukan?"


"Hng, dasar kau aneh!"


Matthew hanya terkekeh, sepertinya dia harus membawa Vivian melihat binatang yang lainnya setelah ini.


"Do you want to see other animals?"


"Anything else?"


"Yes and many more."


"Oke," jawab Vivian sambil memandangi buaya-buaya yang ada di bawah.

__ADS_1


"Jadi, apa yang ingin kau lakukan padanya?" tanya Matthew.


"Kau benar-benar menggantungnya."


"Tentu saja, dia harus merasakan apa yang ayahmu rasakan jadi katakan padaku, apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku ingin berbicara dengannya sebentar," jawab Vivian.


"Baiklah," Matthew mengangkat tangannya dan ketika melihatnya, anak buah Matthew yang sedang berada di mobil crane segera mengangkat tubuh Felicia dari tengah-tengah kolam.


Felicia tampak lega dan dia pikir akan dilepaskan. Tubuhnya berputar di udara dan ketika melihat Vivian berada di pinggir kolam, Felicia berteriak marah.


"Sialan kau, Angel! kenapa kau melalukan hal ini padaku?!" teriaknya marah.


Tubuh Felicia dibawa mendekati Vivian tapi tubuhnya masih tergantung di atas kolam.


"Kau tidak terima, Felicia?" tanya Vivian dengan sinis.


"Tentu saja! Apa kau pikir aku makanan hewan? Cepat turunkan aku dan lepaskan aku dari sini!"


"Kau menggantung ayahku di atas ketinggian ribuan kaki, apa kau pikir kau tidak keterlaluan, Felicia? Ayahku sudah tua dan dia dalam keadaan sekarat sekarang, apa kau tahu itu?"


"Aku tidak perduli jadi turunkan aku sekarang!"


"Aku juga tidak perduli denganmu," ucap Vivian.


"Angel! Cepat turunkan aku dan lepaskan aku dari sini jika tidak ayah dan ibuku akan mencari keberadaanku!"


"Ck ... ck ... sayang sekali, Felicia. Kabar kematianmu dalam menjalankan misi sudah sampai di telinga mereka."


"Apa?"


"Jangan kau pikir hanya kau yang bisa mencari kambing hitam karena aku juga bisa. Ledakan yang terjadi di San Francisco City Hall telah merenggut nyawa seorang agen terbaik yang diutus oleh pemerintahan Inggris, ini kabar bagus bukan, Felicia?" tanya Vivian sambil tersenyum.


"Kau? Ayah dan ibuku pasti tidak akan percaya!" teriak Felicia.


"Mereka pasti percaya apalagi kau sudah tidak ada dan sebentar lagi kau akan berakhir di dalam perut buaya-buaya itu. Saat terjadi ledakan, siapa yang tahu apa yang terjadi? Mereka pasti mengira tubuhmu sudah hancur akibat ledakan dan serpihan tubuhmu sulit ditemukan akibat puing bangunan. Kau suka skenario ini bukan, Felicia?"


"Angel, jangan bercanda! Lepaskan aku dan biarkan aku pergi dari sini!" teriak Felicia.


"Setelah aku melepaskanmu, apa kau akan kembali membunuhku?"


"Tidak, aku bersumpah padamu!"


"Baiklah, aku ingin kau di gantung di sana seperti tadi. Jika kau bisa melepaskan diri maka kau boleh pergi tapi jika tidak, maaf karena kau akan menjadi makanan mereka!"


"Tidak, Angel, tidak!" Teriak Felicia dan Matthew memerintahkan anak buahnya untuk membawa Felicia ke tengah kolam lagi.


"Good bye, Felicia," ucap Vivian.


Felicia terus berteriak dan memberontak di tengah-tengah kolam dan lagi-lagi para buaya yang ada di sana mulai berkumpul dan berusaha menangkap tubuh Felicia.


"Apa para buaya itu akan memakannya?" tanya Vivian.


"Pasti tapi tidak sekarang. Aku ingin memberikan tontonan menarik untuk Gary nanti saat tubuh rekanmu dicabik oleh para buaya itu tapi untuk saat ini, biarkan dia tergantung seperti itu."


"Baiklah, sekarang ajak aku melihat-lihat binatang peliharaanmu," Vivian memutar langkahnya.

__ADS_1


"Dengan senang hati, Mrs. Smith," ucap Matthew dan dia segera membawa Vivian melihat binatang yang ada di sana.


Hari ini adalah hari terakhir dia melihat Gary dan Felicia karena setelah ini dia tidak akan melihat mereka lagi.


__ADS_2