
Setelah makan Vivian kembali duduk di depan komputer untuk melanjutkan pekerjaannya, tidak saja daftar nama yang dia dapat dari atasannya tapi dia juga mengecek daftar nama yang diberikan oleh ayah Clarina.
Dia ingin tahu, apa ada nama yang sama di dalam kedua daftar tersebut? Dia harus mengecek dengan teliti untuk mendapat petunjuk. Sekecil apapun petunjuknya akan sangat membantu dalam penyelidikannya.
Vivian sangat serius membandingkan nama-nama yang ada di dalam daftar, dia harus teliti dan tidak ada yang boleh dia lewatkan.
Pada saat melihat nama Matthew berada di dalam daftar tamu yang diundang ke pesta ulang tahun Clarina, Vivian langsung menegakkan duduknya.
Jadi Matthew Smith ada di acara tersebut? Entah kenapa dia semakin curiga dengan pria ini.
Vivian tampak berpikir dan pada saat itu Matthew menghampiri Vivian dan berdiri di belakangnya.
"Kau tampak sibuk?"
"Ck, pergi sana jangan ganggu pekerjaanku!" usir Vivian.
"Aku hanya ingin melihatnya babe," Matthew memeluk Vivian dari belakang dan melihat puluhan wajah yang berbeda-beda di layar komputer Vivian.
"Jangan memelukku!" Vivian memukul lengan Matthew yang melingkar di lehernya tapi Matthew tidak perduli.
"Apa mereka buronanmu?"
"Bukan mereka, dia hanya satu orang yang menggunakan banyak wajah saat melakukan transaksi!"
"Wow! Sepertinya buronanmu licik."
"Tidak saja licik tapi dia juga hebat. Entah dia memiliki masalah apa denganku tapi dia selalu menantangku juga selalu menggunakan inisial M. Aku datang ke Amerika karena mendapat surat tantangan darinya."
"Jadi kau datang kemari karena ditantang olehnya?"
"Hm," jawab Vivian singkat.
"Aku berterima kasih dengannya untuk hal ini!" ucap Matthew.
"Kenapa?" tanya Vivian heran.
"Karena dia, aku jadi bisa bertemu denganmu."
"Jangan berlebihan dan singkirkan tanganmu!"
Matthew hanya terkekeh dan kembali memandangi wajah-wajah yang ada di layar komputer, dia bisa saja membantu Vivian dalam misinya untuk menemukan orang itu tapi jika dia melakukannya maka misi Vivian akan cepat selesai dan gadis itu akan pergi meninggalkannya.
Sebelum dia mendapatkan hati gadis itu sebaiknya dia tidak membantunya, lagi pula Vivian sudah tidak mencurigainya bukan? Jika keadaan sudah mendesak maka dia akan turun tangan.
"Fredd."
"Yes babe."
"Kau bilang akan mengatakan padaku siapa Matthew Smith."
"Wow, jadi kau masih mencurigainya?"
"Ya," jawab Vivian.
Matthew mengumpat dalam hati, dia kira Vivian sudah tidak mencurigainya tapi ternyata dia salah, dia jadi ingin tahu, apa alasan gadis itu mencurigainya?
__ADS_1
"Babe, boleh aku tahu kenapa kau mencurigainya?" Matthew melepaskan pelukannya dan mengambil sebuah kursi.
Dia benar-benar penasaran dengan jawaban Vivian, memangnya kesalahan apa yang telah dia perbuat?
"Kau ingin tahu?"
"Yes babe."
"Oke yang pertama, dia orang paling berbahaya di California dan kemungkinan besar orang seperti ini melakukan bisnis ilegal."
"Wow, lalu?"
"Kedua, saat aku ingin mencari tahu tentang datanya apa kau tahu apa yang dia lakukan pada komputerku?"
Matthew tersenyum dan menggeleng, ini sih ulah adiknya.
"Matthew Smith mengirimkan virus hingga komputerku rusak! Tidak hanya itu, dia juga mengirimkan gambar menyeramkan untuk mengagetkan aku! Tidak saja aku harus membeli komputer baru tapi bokongku juga sakit karena aku terjatuh saat gambar menyeramkan itu tiba-tiba muncul! Aku benar-benar kesal, jika bertemu maka akan aku balas dan akan aku tendang bokongnya!" ucap Vivian mengebu-ngebu.
Matthew terkekeh, jadi itu alasan Vivian ingin menendang bokongnya? Tapi bukan dia yang mengirimkan Virus itu dan sepertinya, pada saat Vivian sudah tahu siapa dia sebenarnya dan hendak menendang bokongnya, Michael yang harus berada di posisi itu biar dia juga merasakan bagaimana sakitnya saat bokongnya ditendang.
"Jadi hanya karena itu kau mencurigainya?"
"Tidak, bukan itu," jawab Vivian.
"Jadi?"
"Tidak hanya menipuku dan mempertemukan aku dengan seorang pria tua tapi lihat ini," Vivian memperlihatkan daftar nama yang dia punya.
Matthew tersenyum dan melihat namanya terdapat disebuah daftar dan itu daftar tamu yang datang ke acara ulang tahun Clarina.
"Ck, sebaiknya jangan asal menuduh babe!" ucap Matthew. Mana mungkin dia menyimpan bom di acara ulang tahun sahabatnya sendiri?
"Aku tidak menuduh, aku hanya mencurigainya! Aku sudah berusaha mencari datanya untuk melihat rupanya tapi selalu gagal!"
"Untuk apa kau melihat rupanya?" tanya Matthew dengan senyum di wajahnya.
"Aku hanya ingin tahu dan seandainya aku bisa bertemu dengannya satu kali saja, mungkin aku bisa mengintrogasinya untuk mencari tahu, apakah dia buronan yang aku cari selama ini atau bukan?!"
"Babe, tidak ada satu penjahatpun yang akan mengakui kejahatannya tapi percaya padaku, dia bukan orang yang kau cari!"
"Oh ya?" Vivian menatap Matthew dengan curiga, kenapa dia selalu membela Matthew Smith?
"Ya, percayalah padaku babe."
Vivian bangkit berdiri dan berjalan ke arah dapur, sedangkan Matthew mengikutinya dari belakang.
"Tapi jika kau mau bertemu dengannya, aku bisa mengatakan padamu di mana dia berada dan kapan kau bisa menemuinya," ucap Matthew.
"Oh ya?" Vivian tampak bersemangat.
"Yes babe, tapi ada imbalannya."
"Ck, dasar pria licik penuh perhitungan!" ucap Vivian kesal sambil menuang minuman kedalam gelas.
Matthew mendekati Vivian dan setelah gadis itu selesai minum, Matthew meraih pinggang Vivian dan memeluknya.
__ADS_1
"Fredd, lepas!" Vivian berusaha mendorong tubuh Matthew. Apa Matthew lupa jika dia takut disentuh oleh laki-laki?
"Terima tawaranku tidak?" tanya Matthew sambil mengusap wajah Vivian.
"Memangnya apa imbalannya?"
Matthew tersenyum dan menepuk pipinya, "Cium pipiku!" pintanya.
"What?"
"Pikirkan baik-baik babe, ini informasi yang bagus untukmu dan akan membantu penyelidikanmu!" ucap Matthew memancing.
Vivian diam saja dan berpikir, memang yang dikatakan oleh Freddy sangat benar. Informasi sekecil apapun harus dia manfaatkan, tapi?
"Yang lain saja, aku tidak mau!" tolak Vivian.
"Oh jika begitu bagaimana jika kita tidur bersama lagi?"
"What? Aku tidak mau!"
"So? Jika kau mau informasi dariku kau tinggal pilih yang mana, cium pipiku atau tidur denganku? Pikirkanlah babe, kau bisa bertemu dengannya dan mengintrogasinya."
Vivian menunduk dan menggigit bibirnya, ini kesempatan untuk menemui Matthew Smit dan mencari tahu, apakah pria itu buronan yang dia cari atau bukan?
"Three," tiba-tiba Matthew menghitung .
"Apa? Hei!"
"Cepat putuskan babe, jika tidak kesempatanmu akan hilang dan kau tidak akan mudah mendapatkan informasinya apalagi bertemu dengannya."
"Tapi aku?"
"Hanya sebuah ciuman," ucap Matthew sambil tersenyum.
Vivian benar-benar ragu, bagaimana jika sampai dia pingsan setelah mencium pria itu?
"Informasi ditukar ciuman, adil bukan?"
"Baiklah, tapi pejamkan matamu. Jika sampai aku pingsan karena menciummu maka jangan pernah coba-coba mengambil kesempatan dalam kesempitan!"
"Oke," jawab Matthew sambil terkekeh. Mana mungkin gadis itu pingsan? Tapi jika sampai pingsan maka mereka bisa tidur bersama, ini juga bagus.
Matthew memejamkan matanya, menunggu Vivian menciumnya. Jantung Vivian berdegup dengan cepat, rasanya dia ingin melarikan diri tapi demi informasi penting dia tidak boleh mensia-siakan kesempatan.
"Aku menunggu babe," Matthew sudah tidak sabar.
Dengan keberanian yang ada dan jantung yang berdebar, Vivian mencium pipi Matthew dan setelah itu dia langsung melepaskan diri dan lari dengan keadaan wajah memerah.
"Jangan lupa informasinya!" teriak Vivian sebelum masuk kedalam kamar.
Matthew tersenyum dan memegangi pipinya, ini awal yang bagus dan dia yakin sebentar lagi Vivian pasti tidak akan takut lagi bersentuhan dengannya.
Di dalam kamar, Vivian memegangi wajahnya yang terasa panas dan jantungnya yang berdebar. Dia tidak menyangka akan melakukan hal ini dan untungnya dia tidak pingsan.
#Pada kena prank ya gara-gara info di atas 😂 sorry all, just info aja yang penting bukan pengumuman mau pindahkan 😂 ini lebih nyesek 😅😅 jangan lupa update ya, Thanks 😘#
__ADS_1