Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Rencana baru


__ADS_3

Setelah mobilnya terjun bebas ke dalam laut, Carlk segera berenang keluar dari dalam mobilnya. Dia juga berenang menjauh dan bersembunyi di bawah jembatan Golden Gate.


Hari ini benar-benar hari paling sial dalam hidupnya. Hampir saja dia mati tragis dan semua itu gara-gara agen bodoh yang masuk ke dalam jebakan Vivian.


Dia yakin agen bodoh itu pasti sudah mati meledak saat ini dan sepertinya dia harus membeli bom yang lebih berbahaya lagi. Dia akan pastikan hal ini tidak akan pernah terjadi lagi.


Sambil memegangi tangannya yang tertembak, Carlk naik ke atas dengan hati-hati. Dia juga membuka topengnya dan membuangnya ke dalam laut. Dia harus segera pergi karena helikopter masih menyorot untuk mencari keberadaannya apalagi beberapa kapal polisi sudah terlihat untuk mencarinya.


Lain kali dia akan lebih berhati-hati dan mengenai wanita yang membantu Vivian dan yang telah memberinya dua luka akibat tembakan, akan dia cari sampai dapat dan akan dia bunuh. Dia sudah mengingat wajahnya dan tidak akan dia lepaskan.


Malam itu Carlk berhasil kabur dan kembali ke apartemennya, anggap ini adalah hari keberuntungannya. Sebaiknya setelah ini dia berhati-hati dalam menyusun strategi jika tidak dia akan gagal lagi.


Seorang dokter dia panggil untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu dan lengan kirinya. Dia sungguh tidak menyangka jika orang yang membantu Vivian bisa melukainya padahal dilihat dari gayanya wanita itu hanya seorang wanita karir saja. Setelah ini dia akan menyelidikinya dan pastinya akan dia bunuh.


Sambil menunggu dokter pribadinya datang, Carlk menghubungi seseorang untuk mengutarakan kekecewaannya karena dia hampir mati malam ini.


Tidak lama kemudian, terdengar suara seorang wanita dan wanita itu adalah penghianat yang sesungguhnya.


"Ada apa Mr M?"


"Hng, ada apa? Aku hampir mati karena agen bodohmu itu!" jawab Carlk dengan nada tinggi.


"Apa yang terjadi? Apa si bodoh itu melakukan kesalahan?"


"Apa kau tidak tahu?! Karena kebodohannya masuk ke dalam jebakan Angel, aku hampir mati terbunuh malam ini!"


"Apa? Kenapa bisa?" wanita itu terdengar tidak percaya.

__ADS_1


"Kau tanya padaku? Lalu aku harus tanya siapa?!" Carlk benar-benar marah. Tidak saja hampir mati tapi sekarang dia tidak punya mata-mata lagi yang bisa memberinya informasi dan mengatakan apa saja yang dilakukan dan direncanakan oleh Vivian dan para agen.


Wanita dari seberang sana terdengar kesal dan marah. Dia sungguh tidak suka dengan Vivian, sepertinya dia terlalu meremehkan Vivian. Sebaiknya dia memikirkan sebuah strategi baru untuk menghancurkan karir Vivian.


Dia tidak bisa diam begitu saja apalagi mata-mata untuk mengawasi Vivian sudah tidak ada. Dia tidak bisa mencari seorang agen lagi untuk diajak bekerja sama karena tidak semua agen mau apalagi untuk sekarang, dia yakin agen yang ada di sana pasti akan lebih waspada dari pada sebelumnya, terutama Vivian.


Wanita itu memutar otaknya untuk mencari ide cemerlang. Dia harus membantu si M menghancurkan Vivian dan menyingkirkannya. Sepertinya dia harus langsung terjun dan ikut terlibat. Tentunya dia akan berhati-hati agar tidak ada yang curiga terutama Vivian. Dia juga yakin jika Vivian tidak akan mencurigainya karena mereka rekan dan sering bekerja sama.


"Baiklah Mr M, aku punya ide bagus," ucap Wanita itu.


"Ide apa? Jika kau mau menempatkan seorang agen bodoh lagi untuk menjadi mata-mataku maka lupakan!" jawab Carlk dengan dingin.


"Tidak, aku tidak akan memberikan seorang mata-mata lagi untukmu!"


"Lalu?"


"Terdengar bagus tapi awas jika kau mengecewakan aku seperti si bodoh itu! Aku tidak akan segan memperkosamu dan melemparkan tubuhmu kepada para anak buahku!" ucap Carlk penuh ancaman.


"Ck, tidak perlu mengancam Mr M, aku tidak seperti si bodoh itu jadi tunggulah kedatanganku. Kita akan menghancurkannya bersama-sama!"


"Baiklah, aku tunggu!" ucap Carlk seraya mematikan ponselnya.


Sepertinya ini bukan ide yang buruk, bagaimanapun dia butuh seseorang untuk mengawasi gerak gerik Vivian dan tentunya malam ini dia tetap bisa bebas berkeliaran karena tidak saja menggunakan wajah palsu tapi para agen dan polisi tidak akan pernah tahu identitas aslinya karena mereka akan mencurigai Maxton.


Setelah dia pikir-pikir, sepertinya kejadian ini tidak begitu buruk. Walaupun dia hampir kehilangan nyawanya tapi dengan kejadian ini, Vivian akan semakin mencurigai Maxton dan sedikit demi sedikit rencananya berjalan dengan baik karena dengan begini, Vivian akan memburu Maxton.


Sepertinya sebentar lagi dia akan menyaksikan sebuah tontonan menarik karena rencana mengadu domba mereka hampir tercapai. Tinggal menunggu aksi Thomas dan setelah itu dia yakin, Maxton akan berakhir di tangan Vivian. Entah dia akan berakhir di penjara atau di bunuh oleh Vivian, tapi dia harap Maxton mati di tangan Vivian.

__ADS_1


Sementara itu, Vivian kembali ke tempat kejadian setelah para polisi yang menyelusuri laut tidak menemukan tubuh buronan. Bisa disimpulkan si buronan bisa lari dan Vivian sangat kesal padahal ini kesempatannya tapi dia gagal menangkap buronan.


Dia sudah meminta Patrik untuk mengamankan Cctv yang ada di Bar karena dia ingin melihat rupa buronannya lebih teliti. Dia harap dapat petunjuk walau sedikit saja tapi satu hal yang dia tahu, ternyata buronannya mengenalnya.


Apa orang itu adalah penjahat yang pernah dia tangkap dulu dan sudah bebas dan sekarang orang itu dendam dengannya? Segala kemungkinan bisa terjadi apalagi di negara besar seperti Amerika.


Begitu dia tiba dilokasi kejadian, Ana berlari ke arahnya dan memeluknya.


"Angel, Rick?"


"Maaf Ana, aku tidak bisa menyelamatkannya," ucap Vivian sambil menenangkan Ana. Bagaimapaun mereka adalah rekan. Seandainya dia tidak mngejar si buronan apa dia bisa menyelamatkan Rick?


"Sudah jangan menangis! Itu resiko yang harus dia tanggung karena dia telah berhianat!" ucap Patrik.


"Kau benar, seharusnya dia tidak melakukan hal itu," jawab Vivian.


"Hei, mana temanmu?" tanya Ana.


"Sudah pulang."


"Angel, bagaimana dengan buronan?" tanya Patrik.


"Sory dia kabur."


"Sudah jangan putus asa, lain kali kita bisa menangkapnya lagi," ucap Patrik.


Vivian mengangguk dan mereka segera menghampiri kapten Willys karena sang kapten memanggil mereka untuk berkumpul.

__ADS_1


Ketika melewati para petugas yang sedang mengumpulkan serpihan tubuh Rick, Vivian menghela nafasnya. Dia harap setelah ini tidak ada penghianat lagi di agensi tapi dia tidak tahu jika penghianat sebenarnya bukanlah Rick dan kemungkinan orang itu sebentar lagi akan datang untuk membantu Carlk balas dendam dan juga menghancurkan karirnya.


__ADS_2