Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Sumpah antar sesama pria.


__ADS_3

Di dalam kamar, Vivian menunggu dengan perasaan gelisah. Beberapa menit sudah berlalu tapi kakek dan ayahnya belum juga kembali.


Dia jadi sangat penasaran dan ingin tahu, apa yang kakek dan ayahnya bicarakan dengan Matthew? Dia benar-benar penasaran dan dari pada tidak melakukan apapun sebaiknya dia mencari mereka.


Vivian segera menghampiri ibunya yang sedang merapikan barang-barang karena begitu David dan Charles kembali, mereka akan segera berangkat ke California.


"Mom, aku mau pergi mencari kakek dan daddy," ucap Vivian.


"Tunggu saja sayang, mungkin sebentar lagi mereka akan kembali."


"Tidak apa-apa mom, aku juga ingin mencari minuman hangat."


"Baiklah, mommy sedang merapikan barang-barang dan cepatlah kembali," ucap ibunya.


Vivian mengangguk dan segera keluar, dia sungguh khawatir kakeknya tidak menyetujui hubungan mereka dan memang itulah yang terjadi saat ini. David tidak menyangka cucunya menjalin hubungan dengan seorang mafia padahal dia selalu melarang dan mengingatkan Vivian.


Mereka masih belum beranjak dari cafe dan Matthew tidak akan menyerah, dia akan meyakinkan kakek Vivian apalagi dia sudah berjanji pada Vivian untuk tidak menghawatirkan hal ini.


David masih menatap Matthew dengan tajam sedangkan Matthew menunggu jawaban darinya, walau kakek Vivian tidak menyetujui hubungan mereka tapi dia tidak boleh menjauhkan Vivian darinya begitu saja.


"Jawab aku kakek," pinta Matthew.


"Vivian yang menjalin hubungan denganku dan dia bahagia. Aku begitu mencintainya bahkan aku rela melakukan apapun untuknya, kami sudah melalui banyak hal menyenangkan berdua tanpa kakek ketahui lalu kenapa kakek ingin menjauhkan Vivian dariku?"


"Jika kau bukan mafia aku pasti menyetujui hubungan kalian!" jawab David sambil membuang pandangannya.


"Hanya karena itu saja atau ada yang lainnya? Atau kakek melarang hubungan kami karena Vivian seorang penegak hukum dan aku mafia?" tanya Matthew lagi.


"Benar sekali! Kau dan dia ibarat air dan minyak! Dia seorang penegak hukum dan kau seorang penjahat. Bagaimana kalian bisa bersatu?"


"Jangan asal menuduh kakek! Memangnya kejahatan apa yang telah aku lakukan? Aku tidak mencuri, aku juga bukan pengedar narkoba dan menjual barang ilegal. Lalu menurut kakek kejahatan apa yang aku lakukan? Aku memang membunuh orang tapi aku juga tidak membunuh orang sembarangan dan aku tahu batasan ku. Apa hanya karena itu kakek melarang hubungan kami? Jaman sudah berubah kakek dan jika tidak ingin mati dibunuh sebaiknya bunuh terlebih dahulu!"


David diam saja, memang tidak ada sedikit keraguan dalam ucapan Matthew tapi dia ingin tahu sejauh mana keseriusan pria itu pada cucunya.

__ADS_1


"Kakek bilang air dan minyak tidak bisa bersatu? Walaupun tidak bisa bersatu tapi jika dituangkan ke dalam wadah yang sama mereka tetap bisa memenuhi wadah tersebut secara bersama-sama walaupun ada jarak dan asal kakek tahu, nenekku mantan polisi dan dia bisa bersama dengan kakekku bahkan hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang. Sekarang aku tanya pada kakek, apa Vivian selamanya akan menjadi seorang agen? Saat dia mengundurkan diri bukankah dia sudah menjadi orang biasa? Jangan hanya karena dia agen dan aku mafia, kakek memisahkan kami seenaknya!"


"Dad," Charles menyentuh bahu ayahnya, dia tahu memang ayahnya tidak setuju tapi keseriusan pria itu tidak perlu diragukan bahkan dia terlihat benar-benar serius dibandingkan pacar Vivian yang meninggalkannya lima tahun yang lalu.


"Jangan kira kau berkata demikian lalu aku akan menyetujui hubungan kalian begitu saja," ucap David dan pada saat itu dia melihat Vivian sedang berjalan mendekati mereka.


Matthew tidak tahu karena dia berdiri membelakangi Vivian sedangkan David memberi sebuah tanda pada Vivian hingga Vivian menghentikan langkahnya.


Dia sudah mencari mereka diberbagai tempat dan ketika melewati cafe itu, tanpa sengaja Vivian melihat kakek dan ayahnya. Vivian sangat lega karena Matthew ada di sana tapi dia sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


"Baiklah, walaupun kau bisa meyakinkan aku tapi sekarang jawab pertanyaan ku baik-baik, jika Vivian bersama denganmu, apa yang bisa kau berikan untuk membahagiakannya?"


Matthew tersenyum, ini benar-benar ujian tapi dia tidak akan gentar hanya karena pertanyaan seperti ini, sedangkan Vivian berdiri tidak jauh dari mereka.


"Aku tidak tahu jawaban seperti apa yang ingin kakek dengar dariku tapi aku berjanji pada kakek dan pada tuan Adison jika aku tidak akan pernah meninggalkan Vivian. Aku bersumpah pada kalian dan ini adalah sumpah antar sesama pria. Aku bersumpah tidak akan menyakiti Vivian dan tanganku ini tidak akan pernah memukulnya bahkan menyakiti seujung jarinya pun tidak. Aku tidak akan pernah membiarkannya menangis sendiri dan aku akan selalu ada untuknya, aku akan menjadi kekuatan untuknya dan aku akan memberikan seluruh cintaku untuknya. Aku akan jamin dan pastikan dia bahagia jika bersama denganku dan jika aku melanggar sumpah dan janjiku maka kalian boleh menghukum ku bahkan aku rela mati dengan cara mengenaskan," ucap Matthew tanpa ragu.


Vivian menutup mulutnya dan tanpa dia inginkan air matanya mengalir saat mendengar ucapan Matthew. Dia benar-benar terharu sedangkan Charles dan David sangat puas mendengarnya. Ternyata Vivian tidak menjalin hubungan dengan orang yang salah meskipun pria itu mafia.


"Sudah dengar bukan?" tanya David sedangkan Vivian mengangguk dan berjalan mendekati mereka.


"Kakek," Vivian segera memeluk kakeknya.


"Kenapa tidak menunggu di kamar?" tanya kakeknya.


"Aku khawatir kakek akan menendangnya," jawab Vivian.


"Jika dia tidak serius denganmu dan jawabannya mengecewakan aku maka aku dan ayahmu akan menendangnya tanpa ragu!"


"Jadi kakek setuju dengan hubungan kami?" Vivian memandangi kakeknya dengan penuh harap.


David mengusap air mata cucunya sambil tersenyum, "Tentu saja, jika dia menjawab dia punya banyak uang untuk membahagiakanmu maka lupakan pemuda seperti itu! Uang tidak bisa membeli kebahagiaan dan uang bisa dicari dengan mudah jika mau berusaha."


"Terima kasih kakek, percayalah padaku kakek, dia yang terbaik untukku," ucap Vivian.

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya. Padahal aku ingin menjodohkan kau dengan cucu teman kakek tapi sepertinya tidak jadi," ucap David bercanda.


"Ck, itu lagi dan jangan katakan daddy juga ingin menjodohkan aku dengan putra sahabat daddy yang seorang Gubernur."


Charles tertawa dan mengusap kepala putrinya, "Tadinya jika kau menolak dijodohkan dengan cucu sahabat kakek mu maka aku juga ingin menjodohkan mu tapi sepertinya sudah tidak perlu karena kau sudah menemukan orang yang tepat," ucap Charles seraya melirik ke arah Matthew.


Vivian tersenyum. Benar, Matthew memang orang yang tepat dan dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan Matthew.


"Ayo kita kembali dan segera berangkat ke California, setelah permasalahan di sana selesai aku harap kau segera melamar Vivian," ucap David sambil memandangi Matthew.


"Tentu kakek, aku akan melamarnya," jawan Matthew tanpa ragu.


David dan Charles meninggalkan mereka dan kembali ke kamar mereka dan setelah mereka pergi, Matthew memeluk Vivian dari belakang.


"Kenapa tidak menungguku di kamar?" bisik Matthew sambil mencium pipinya.


"Aku khawatir Matth, aku takut kakek tidak menyetujui hubungan kita dan mengusir mu pergi," jawab Vivian seraya bersandar di dada Matthew.


"Bodoh, bukankah sudah aku katakan padamu untuk tidak menghawatirkan hal ini? Aku bisa meyakinkan kakek mu babe karena aku serius berhubungan denganmu."


"Aku tahu," Vivian memutar tubuhnya dan mengusap wajah Matthew dengan senyum di wajahnya.


"Terima kasih Matth karena kau telah memilihku dan mencintaiku."


"Stts, jangan berkata seperti itu, kita saling mencintai bukan?"


"Kau benar," Vivian berjinjit dan mencium bibir Matthew dan tentunya hal itu tidak di sia-siakan oleh Matthew.


Mereka berciuman sejenak dan setelah itu Matthew mengusap wajah Vivian sambil berkata, "Siap menjadi istriku babe?"


"Tentu tapi jangan lupa lamar aku dengan romantis," jawab Vivian.


"Kau pasti akan mendapatkannya!"

__ADS_1


Matthew kembali mencium bibir Vivian dengan lembut, dia pasti akan melamar Vivian secepatnya tapi keinginan mereka tidak akan mudah terwujud selama Carlk masih ada karena dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


__ADS_2