Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Kau tidak akan menyesal bertemu dengannya


__ADS_3

Dikediaman Maxton, Damian segera mencari ayahnya setelah berbicara dengan Matthew. Jager meminta putranya untuk kembali karena dia mendapat kabar jika ibu Damian sudah meninggal.


Lagi pula dia tidak punya pewaris selain Damian jadi dia meminta Damian untuk kembali dan menggantikannya untuk menjadi pemimpin organisasi Black King selanjutnya.


Jager takut penyakitnya bertambah parah dan merenggut nyawanya oleh sebab itu dia meminta Damian kembali dan dia akan melantiknya menjadi pemimpin organisasi menggantikannya.


Sesungguhnya Damian bukanlah putranya, tapi dia adalah putra dari sahabatnya yang waktu itu adalah seorang model papan atas. karena skandalnya dengan seorang pengusaha yang membuatnya hamil dan untuk membantu sahabatnya yang sedang depresi, Jager rela mengaku menjadi pacar gelap sahabatnya dan menjadi ayah Damian.


Bahkan dia memberikan nama belakangnya untuk Damian dan menganggap Damian sebagai putranya sendiri tapi dia tidak menyangka seseorang memanfaatkan situasi ini.


Damian menghampiri ayahnya yang sedang menikmati segelas teh di depan foto almarhum istrinya. Itulah yang selalu dia lakukan setelah istrinya tiada. Memandangi fotonya dan mengenang kebersamaan mereka.


"Otōsan wa anata to hanasu tame ni soko ni imasu."


(Dad, ada yang mau berbicara denganmu.)


"Dare ga watashi ni hanashitaidesu ka?"


(Siapa yang mau berbicara denganku?)


"Matthew Smith," jawab Damian.


Jager segera bangkit berdiri dan mengambil telephone dari tangan putranya, kenapa Matthew Smith menghubunginya? Apa ada masalah?


"Tuan Smith, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Jager seraya berjalan menghampiri jendela sedangkan Damian memandangi punggung ayahnya yang tampak rapuh.


Memang dia tidak tumbuh bersama dengan ayahnya tapi bisa dia lihat, ada kesedihan mendalam diwajah ayahnya apalagi besok mereka akan memperingati kematian istri ayahnya.


Selama ayahnya berbicara dengan Matthew, Damian berdiri di bawah foto istri ayahnya dan melihatnya. Yang dia tahu istri ayahnya meninggal saat melahirkan tapi ayahnya bilang bukan seperti itu kejadiannya, apa ada yang ayahnya sembunyikan?


Sementara itu, Jager masih berbicara dengan Matthew dan tampak bingung karena Matthew ingin bertemu dengannya untuk membahas hal penting.


"Tuan Smith, apa ada anak buahku yang membuat masalah diluar sana sehingga merugikanmu?"


"Tidak, bukan begitu tuan Max. Ada yang ingin aku ketahui mengenai putramu Damian, apakah tuan Maxton bersedia memberi aku sedikit informasi?"


"Ada apa dengan putraku?" Maxton benar-benar heran.

__ADS_1


"Tanpa mengurangi rasa hormatku tuan Max, aku minta maaf tapi seperti yang sudah aku katakan padamu sebelumnya jika ada yang ingin menghancurkan reputasimu dan mengadu domba kita, seseorang yang mirip dengan Damian melakukan kejahatan semalam."


"Apa? Kurang ajar!" Maxton benar-benar tidak terima.


Damian baru tiba tadi pagi, bagaimana mungkin dia bisa pergi untuk melakukan kejahatan?


"Tuan Max, kapan kau punya waktu? Kita bahas masalah ini saling bertatap muka dan ada seseorang yang ingin aku pertemukan denganmu."


"Siapa?" tanya Jager.


"FBI," jawab Matthew tanpa ragu.


"Tuan Smith, jangan bercanda. Seharusnya kau tahu sejak kematian istri dan putriku aku benci dengan FBI dan penegak hukum lainnya."


Dia begitu benci dengan mereka lalu kenapa sekarang Matthew Smith ingin mempertemukannya dengan seorang FBI? Apa dia pura-pura tidak tahu jika dia membenci semua penegak hukum? Atau jangan-jangan Matthew Smith bekerja sama dengan FBI untuk menangkapnya?


Tapi hal itu tidak mungkin karena dia tahu, Matthew Smith tidak butuh bantuan orang lain untuk menangkap musuhnya.


"Percayalah tuan Max, kau tidak akan menyesal bertemu dengannya dan aku yakin saat kau melihatnya kau akan teringat almarhum istrimu."


"Apa maksudmu tuan Smith?" Maxton mulai penasaran sedangkan Matthew tersenyum karena umpan sudah ditangkap dengan baik.


"Jika kau ingin tahu maka kau harus bertemu dengannya tapi jika kau menolak, maka aku tidak akan memberikan kesempatan ini lagi padamu bahkan sekalipun kau memohon, aku tidak akan membiarkan kau bertemu dengannya. Jadi pertimbangkanlah baik-baik tuan Max."


Maxton memandangi foto almarhum istrinya, apa maksudnya ini? Dia tahu Matthew Smith tidak sedang bercanda. Apakah istrinya masih hidup?


Tapi tidak mungkin karena dia melihat sendiri peti mati yang berisi jasad istri dan bayinya dimakamkan.


Maxton menghela nafasnya, dia sungguh tidak ingin menemui anggota FBI itu tapi dia tidak bisa menolak permintaan Matthew Smith.


"Baiklah tuan Smith, aku akan menemuinya tapi dua hari lagi karena besok aku ingin berkabung untuk mengenang kematian istri dan anakku," jawabnya dengan berat hati.


"Terima kasih tuan Max, aku berjanji kau tidak akan menyesal saat bertemu dengannya."


"Baiklah tuan Smith, aku percaya denganmu dan aku akan menyambutnya dengan baik," jawab jager Maxton. Siapapun yang akan dikenalkan Matthew Smith padanya dia rasa tidak terlalu penting karena orang itu penegak hukum.


Setelah berbicara dengan Matthew, Jager segera kembali dan mendekati Damian yang masih berdiri di bawah foto istrinya.

__ADS_1


"Otōsan,-dōshita no? Dare to hanashite iru no?"


(Dad, ada apa? Siapa yang berbicara denganmu?)


"Īe,-betsu ni. Anata ga koko ni iru ma, watashi no messēji o oboete oite kudasai. Anata ga watashi no kawarini Burakkukingu no rīdā ni naru made nanimoshinaide kudasai!"


(Tidak ada apa-apa. Ingat pesan ku selama kau di sini jangan melakukan apapun sebelum kau aku lantik menjadi pemimpin Black King menggantikan aku!)


"Hai otōsan."


(Iya ayah)


Damian hanya mengangguk dan kembali memandangi foto istri ayahnya, sungguh dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi dia takut bertanya karena dia khawatir hal itu bisa membuat ayahnya sedih dan membuat penyakit ayahnya semakin parah.


Jager Maxton hendak meletakkan telephone yang masih dia pegang tapi pada saat itu, benda itu kembali berbunyi.


Sambil duduk Jager menjawab telephone itu karena dia pikir Matthew kembali menghubunginya tapi ternyata bukan, suara pria lain terdengar diseberang sana.


"Tuan Max, aku ingin memberimu informasi, kenapa begitu sulit bertemu denganmu?" tanya pria yang sedang berbicara degannya.


"Aku tidak punya waktu untuk bertemu denganmu jadi katakan saat ini juga informasi apa yang ingin kau sampaikan dan katakan apa maumu?"


"Tuan Max, aku tidak butuh apa-apa. Sepertinya kau tidak ingin tahu siapa yang membunuh istri dan anakmu jadi baiklah, aku akan menyimpan informasi ini sendiri."


"Hei, apa maksudmu?!" teriak Jager tapi sayang orang itu sudah menutup telephonennya.


"Sialan! Apa maksudnya?" teriak Jager maxton penuh emosi.


"Otōsan-dōshita no?"


(Dad, ada apa?)


Jager hanya menggeleng dan memegangi dadanya sedangkan Damian melihat itu bukan hal yang bagus, dia segera mengambil obat untuk ayahnya dan memberikannya.


Setelah meminum obatnya Jager sudah tampak tenang, dia segera bangkit berdiri dengan susah payah dan Damian membantunya.


Jager berjalan mendekati foto istrinya dan memandanginya, sebenarnya apa yang terjadi dua puluh lima tahun lalu dan siapa yang membunuh istri dan anaknya?

__ADS_1


Dia sungguh ingin tahu apa yang telah dialami oleh istrinya saat ba*ingan itu membawanya pergi. Walaupun dia telah membunuh ba*ingan itu tapi nyawa istri dan anaknya tidak bisa kembali lagi dan pada saat itu dia kehilangan separuh kehidupannya. Sebenarnya apa yang terjadi?


#Nanti setelah Jager maxton ketemu Vivian autor akan memberi flashback kenapa istrinya mati, apa yang terjadi sewaktu terjadinya bentrokan dan saat David nemuin Vivian? Kenapa istri Maxton ada di inggris? Kenapa Carlk mau adu domba mereka? Keputusan Jager yang pura-pura jadi ayah Damian juga ada sangkut pautnya. so, yang sabar ya, pelan-pelan akan terbuka.😉#


__ADS_2