
Sebuah meja didorong masuk ke dalam ruangan melalui sebuah pintu. Di atas meja itu tampak kain hitam menutupi empat benda yang entah isinya apa tapi yang pasti benda itu adalah alat penyiksaan yang akan di gunakan oleh Gary dan keempat rekannya nanti.
Semua tergantung mereka nanti, apakah mereka bisa menjawab teka teki yang diberikan oleh Matthew atau tidak dan Matthew harap ada yang bisa menjawab agar permainan itu semakin menarik.
Meja dibawa dan diletakkan di depan Gary juga keempat rekannya dan setelah itu, anak buah Matthew berdiri di sisi meja itu.
Gary dan ketiga rekannya melihat ke arah meja sambil menelan ludah, entah apa yang ada dibalik kain hitam tapi mereka tahu itu bukan hal yang bagus.
Matthew bangkit berdiri dan menghampiri meja, semoga Gary mendapat alat siksaan yang sesuai dengan perbuatannya nanti. Dia sangat menantikan hal itu, melihat Gary menjerit kesakitan akibat kelicikan yang dia lakukan. Dia harus mendapatkannya agar dia tahu jika apa yang dia lakukan akan mendapat balasan.
"Come on, guys. Where's your answer?" tanya Matthew sambil memutari meja.
"U-ulangi teka tekinya," pinta Felicia.
"James, bacakan!" perintah Matthew.
"Yes, Master," jawab James dan dia mulai mengulangi teka teki yang diberikan oleh bosnya.
..."Musim hujan telah tiba, para katak yang ada di kolam mulai kawin. Jika satu ekor katak bisa menghasilkan telur 5 ribu sampai 20 puluh ribu dalam sekali bertelur, jadi kira-kira berapa jumlah katak yang diperlukan agar telur katak mencapai satu juta telur?"...
"Pikirkan baik-baik jawabannya dan waktu kalian sudah tidak banyak," ucap Matthew.
Felicia menggigit kukunya, ups, sudah ngak ada. Felicia mengigit bibirnya dan tampak frustasi, apa dia harus menghitung jumlah telur kataknya?
Tidak dia saja yang frustasi, yang lain juga tampak frustasi memikirkan jawabannya.
Di sana tertulis 'Jika' yang berarti belum tentu telur katak bisa mencapai lima ribu atau dua puluh ribu dalam sekali bertelur, apa jawabannya dua katak? Yang satu betina dan yang satu jantan?
Teka teki itu benar-benar menjebak dan sebaiknya mereka memikirkan jawabannya baik-baik karena mereka tidak tahu apa yang ada di balik kain hitam itu dan sudah menanti mereka.
Bruke masih berpikir, dia seorang ilmuwan yang selalu menggunakan tubuh katak untuk bereksperimen. Sebaiknya dia memikirkan jawabannya supaya dia bisa terbebas dari siksaan.
"Tiga menit lagi, guys. Ayolah, jangan lama-lama," ucap Matthew.
"Se-sebentar," pinta Bruke.
"Satu menit lagi aku akan bertanya pada kalian jadi bersiaplah."
"No ... no," Felicia menggeleng dan ketakutan.
"Mester, dia cantik bagaimana jika untukku saja?" tanya James bercanda.
"Jika kau mau dengannya, kau harus menemaninya ke dalam perut Buaya nanti," jawab Matthew.
"Wah, sayang sekali. Ternyata para buaya itu yang beruntung."
Matthew tersenyum dan duduk kembali ke tempatnya, "Are you ready, guys?"
Gary dan ketiga rekannya menggeleng. Sial! Apa jawaban dari teka teki itu?
"Dari siapa dulu aku harus memulai, James?" tanya Matthew sambil mengusap dagunya.
__ADS_1
"Ladies first, Master," jawab James.
"Kau benar, apa kau sudah siap?" tanya Matthew pada Felicia.
"Tidak!" teriak Felicia ketakutan.
"Sebaiknya jangan sembarangan bicara karena aku bisa menganggap itu sebagai jawaban darimu."
Air mata Felicia mengalir dengan deras, dia sungguh takut karena dia tidak tahu apa jawabannya. Dia takut menjawab karena dia tahu jawabannya pasti salah.
"Katakan apa jawabanmu?" tanya Matthew tapi Felicia menggeleng.
"Kau tidak mungkin tidak punya jawaban bukan? Jika kau tidak mau menjawab maka kau akan mendapat hukuman tambahan," ucap Matthew.
Felicia sangat kaget mendengarnya, begitu juga dengan yang lain. Sepertinya mau tidak mau mereka harus menjawab.
"Du-dua!" teriak Thomas dengan cepat karena dia sudah sangat yakin jika itu jawabannya. Jangan sampai ada yang menjawab terlebih dahulu dan terbebas dari hukuman karena dia tidak mau mengalami siksaan lagi.
"Kenapa bisa dua?" tanya Matthew.
"Cukup dua katak saja untuk menghasilkan satu juta telur," jawab Thomas dengan cepat.
"Tapi satu katak tidak bisa menghasilkan satu juta telur dalam satu kali bertelur. Simak baik-baik teka tekinya, di sana dikatakan dalam sekali bertelur," ucap Matthew.
"Ji-jika begitu banyak katak," jawab Gary.
"Untuk mendapat satu juta telur diperlukan banyak katak," jelasnya.
"Banyak, pokoknya banyak," jawab Gary putus asa.
"Ha ... ha ... ha ... ha ...!" Matthew tertawa.
"A-aku rasa tergantung jenis kataknya," ucap Bruke.
"Oh ya? Coba jelaskan!" pinta Matthew.
"Banyak jenis katak di Bumi dan tidak semua katak akan menghasilkan telur sebanyak 5 ribu atau 20 ribu sekali bertelur. Ada katak yang hanya menghasilkan telur 200 butir saja jadi aku rasa jawabannya adalah tergantung jenis kataknya," jawab Bruke.
"Bravo! Jawabanmu sangat tepat, Bruke. Aku tahu kau pasti bisa," ucap Matthew.
"Yes!" Bruke bersorak karena jawabannya benar dan yang paling membuatnya senang, dia tidak perlu menjalani siksaan.
"A-apa? Ini tidak adil!" teriak Gary tidak terima.
"Kenapa? Bagian mana yang tidak adil?" tanya Matthew.
"Kau bertanya jumlah kataknya tapi kenapa jawabannya tidak sesuai?"
"Benar, ini tidak adil!" teriak Thomas pula.
"Bruke, jelaskan pada mereka. Sepertinya ketika sekolah mereka terlalu banyak tidur."
__ADS_1
Bruke mengangguk, dia harus menjelaskan agar posisinya aman.
"Dengar, ada 4.100 jenis katak di muka Bumi. Katak Eropa bisa bertelur 3 ribu sampai 6 ribu, sedangkan katak emas Monte Verde hanya 230 telur. Katak biasa akan bertelur 5 ribu sampai 20 ribu jadi menurutku tergantung jenis kataknya. Jika yang ada di dalam kolam adalah katak Eropa? Kalian bisa hitung bukan berapa banyak katak yang diperlukan?" Bruke memberi penjelasan.
"Bagus, kalian sudah paham, bukan?" tanya Matthew sambil menyeringai.
"Sial! Sial!" umpat Gary marah.
Siapa yang menyangka jawabannya akan seperti itu? Memang di dalam teka teki tidak disebutkan jenis kataknya dan mereka bertiga benar-benar sudah terjebak dengan pertanyaannya.
"Hey, jangan marah. Dia ilmuwan seharusnya kalian tahu jika dia lebih pintar dari kalian," ucap Matthew dengan santai.
"Ini tidak adil, permainan ini tidak adil!" ucap Felicia ketakutan.
"Ayo, Bruke. Saatnya untuk memilihkan alat penyiksaan yang akan mereka dapatkan. Kau lihat itu bukan?" Matthew menunjuk ke arah meja di mana alat penyiksaan yang tertutup kain hitam berada.
"Beruntungnya satu alat itu tidak akan digunakan karena kau bisa menjawab jadi tentukan alat apa yang akan mereka gunakan. Cukup tunjuk kain hitam itu dan sebutkan nama mereka!" ucap Matthew.
Bruke mengangguk, sedangkan Gary dan Thomas juga Felicia tampak ketakutan. Gary benar-benar kesal, ini kedua kalinya Bruke menghianatinya.
"Jangan, please," pinta Felicia.
"Maaf, aku tidak mau disiksa," jawab Bruke.
"Dasar kau penghianat, Bruke!" teriak Gary marah.
"Sudah aku katakan padamu, Gary. Aku tidak mau disiksa dan tidak seharusnya aku ada di sini jadi jangan salahkan aku! Aku menjawab teka teki itu sendiri tanpa meminta bantuanmu jadi jangan salahkan aku!" jawab Bruke.
"Pilih sekarang, Bruke!" perintah Matthew.
Bruke mengangguk dan segera menunjuk alat yang ada di sisi kanan sambil menyebutkan nama yang akan menggunakan alat itu nanti, "Itu untuk Felicia," ucapnya.
Anak buah Matthew langsung menyingkirkan alat itu dan Bruke kembali menunjuk alat yang akan digunakan oleh Gary dan Thomas.
Dia sangat bersyukur tidak perlu menjalani penyiksaan dan semoga saja dia tidak di siksa lagi. Alat sudah terpilih dan ketiga alat itu di letakkan kembali ke atas meja.
"Siap melihat alat apa yang akan kalian dapatkan?" tanya Matthew seraya bangkit berdiri.
"Ti-tidak! Aku tidak mau!" teriak Felicia. Sekarang jika bisa memilih dia lebih memilih mati diterkam buaya.
"Ladies first. Buka itu, james," perintah Matthew.
James segera membuka alat yang akan digunakan oleh Felicia dan ketika melihatnya, Felicia berteriak ketakutan dan setelah itu, James juga membuka alat yang akan di gunakan Thomas dan Gary. Mereka merinding ngeri, alat apa itu?
Matthew tersenyum dan tampak puas karena Gary mendapat alat penyiksaan yang sesuai dengannya.
"Ka-kau gila!" teriak mereka.
"Seret wanita itu, James. Dia yang akan menggunakan alat itu terlebih dahulu!" perintah Matthew tanpa mempedulikan teriakan Gary dan kedua rekannya.
Felicia berteriak ketakutan ketika anak buah Matthew menghampirinya. Alat penyiksaan apa yang dia dapatkan? Felicia, Gary dan juga Thomas, masing-masing mendapat alat penyiksaan yang berbeda dan mereka akan disiksa secara bergiliran.
__ADS_1