
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore dan matahari sudah hampir terbenam saat ledakan terjadi. Rumah Jager hancur berantakan dan api membakar puing bangunan yang sudah runtuh.
Tidak lama kemudian Damian keluar dari puing bangunan rumah ayahnya. Tubuhnya dipenuhi luka bahkan ketika ledakan terjadi, tubuhnya terpental dan membentur dinding akibat dahsyatnya gelombang ledakan.
Tidak dia saja, para anak buahnya juga berusaha keluar dari puing bangunan tapi sebagian mereka ada yang mati.
Damian melihat rumah ayahnya yang sudah rata dengan tanah sambil mengatur nafasnya. Bagaimana dengan ayahnya? Apa ayahnya berada di dalam rumah?
"Dad!" Damian berteriak bahkan dia mulai mengangkat puing bangunan untuk mencari keberadaan ayahnya.
"Daddy!" Damian kembali berteriak dan anak buahnya juga mulai membantu tapi sayangnya, puing seperti itu tidak mudah diangkat dengan tangan kosong
Damian terus mencari dan memanggil ayahnya seperti orang gila bahkan tanpa dia sadari air matanya mulai mengalir. Bagaimana jika ayahnya tertimpa puing bangunan?
Ayahnya tidak mungkin selamat jika sampai hal itu terjadi apalagi ledakan bom yang sangat dahsyat. Damian terus mengangkat puing bangunan dan terus memanggil ayahnya sedangkan salah satu anak buahnya mendekati Damian untuk menghentikannya.
"Bos, tolong berhenti. Bos tidak mungkin bisa mencari dengan tangan kosong,"
"Diam!" teriak Damian.
Dia tidak akan memaafkan orang yang telah membunuh ayahnya tapi dia sangat berharap ayahnya baik-baik saja.
Damian meminta salah satu anak buahnya untuk menghubungi Vivian sedangkan dia terus mencari. Tentu itu menjadi berita buruk kedua yang Vivian dapatkan hari ini.
Dia dan Matthew sedang menuju lokasi setelah mendapat kabar dan tentunya setelah mengatakan pada kakaknya apa yang terjadi. Selama diperjalanan Matthew mencoba meretas cctv yang terdapat di rumah Maxton menggunaka laptopnya.
Dia juga sedang berbicara dengan adiknya yang saat itu sudah diperjalanan pulang setelah memberi penjelasan kapada polisi.
"Sebentar lagi aku sampai rumah kak, tenanglah. Kali ini mereka tidak akan lolos," ucap Michael.
"Aku akan kembali setelah membawa Vivian melihat keadaan di sana," jawab Matthew.
Vivian diam saja dan menangis, dia sangat berharap ayahnya baik-baik saja begitu juga dengan kakaknya. Matthew mengusap kepala Vivian untuk menghiburnya dan pada saat itu, dari layar laptop Matthew muncul rekaman cctv yang ada di depan rumah jager.
Rekaman memperlihatkan Gary masuk menggunakan wajahnya dan menembak anak buah Jager Maxton. Setelah cctv yang ada diluar, Matthew meretas cctv yang ada di dalam rumah di mana Gary menembak semua orang yang dia lihat.
Bahkan ketika Ray terbunuh mereka juga bisa melihatnya. Vivian tampak ketakutan saat Gary hendak membunuh ayahnya tapi saat itu, Gary mengurungkan niatnya dan memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Maxton.
Sebuah bom di pasang dan setelah itu mereka membawa Maxton dan menutupinya dengan kain hitam. Tidak lama kepergian mereka, Damian masuk kedalam dan beberapa menit kemudian, bom meledak dan rekaman cctv terputus sampai di sana.
"Jangan khawatir Babe, ayahmu masih hidup. Kita berdua akan mencari keberadaannya."
"Bagaimana dengan kak Damian?"
"Dia pasti baik-baik saja."
Vivian sangat berharap demikian dan dia berharap Gary tidak membunuh ayahnya. Begitu mereka tiba, Vivian segera berlari dan melewati banyak mayat dan segera mencari kakaknya.
__ADS_1
Damian tampak terduduk di atas puing bangunan dan begitu melihatnya, Vivian berlari ke arahnya.
"Kak."
Damian bangkit berdiri ketika mendengar suara adiknya dan dia segera berjalan turun mendekati adiknya.
"Apa Kakak baik-baik saja?" tanya Vivian ketika melihat keadaan kakaknya.
"Aku baik-baik saja tapi maafkan aku, aku tidak bisa menjaga Daddy," ucap Damian karena dia merasa sangat bersalah.
"Jangan menyalahkan dirimu Kak, Daddy pasti baik-baik saja."
"Apa maksudmu?"
"Daddy tertangkap Kak dan aku akan berusaha mencarinya bersama dengan Matthew."
"Benarkah?" Damian merasa sedikit lega karena ayahnya tidak mati akibat ledakan atau tertimpa puing bangunan.
"Benar, ayo kita cari keberadaan Daddy bersama-sama."
"Baiklah tapi tunggu dulu, kenapa Matthew menyerang Daddy?"
"Sudah aku bilang ada yang ingin membunuh Daddy dan orang itu Gary Wriston. Dia juga menyerang keluargaku menggunakan wajah Matthew untuk memfitnah Matthew."
"Sialan! Jika tertangkap tidak akan aku ampuni!" ucap Damian marah.
Matthew membawa Vivian dan Damian ke rumahnya di mana Michael sudah menunggu dan pada saat mereka tiba, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Puluhan komputer tampak sudah menyala dan Michael terlihat sibuk di depan komputernya ketika mereka tiba.
Matthew menghampiri adiknya begitu juga Vivian dan Damian. Mereka melihat puluhan layar komputer yang ada di dalam ruangan itu.
Cctv sudah diretas dan mereka sudah melihat apa yang terjadi tapi sekarang mereka akan melihat kemana Gary pergi. Michael mulai meretas tapi kali ini bukan cctv melainkan satelit.
Meretas satelit tidaklah mudah dan Michael membutuhkan waktu yang lumayan banyak. Satelit di atas sana mulai berputar dan jari Michael terus bermain di keyboard komputernya. Dia terus meretas satelit dan setengah jam kemudian, dari layar komputer mulai muncul beberapa gambar.
Tidak semudah itu gambar yang mereka inginkan langsung muncul, mereka harus menunggu lagi dan beberapa menit kemudian, lokasi yang mereka inginkan muncul disemua layar komputer yang ada di sana.
Rumah Jager Maxton yang hancur mulai terlihat bahkan polisi juga sudah terlihat ditempat itu. Michael kembali memainkan jarinya di keyboard komputer karena dia ingin melihat rekaman yang diambil oleh satelit beberapa menit lalu.
Gambar mulai tampak kacau dan rekaman menunjukkan video berjalan mundur tapi beberapa menit kemudian, video terlihat sudah normal dan video menunjukkan di mana ledakan belum terjadi.
Mata mereka fokus ke layar komputer di mana video sedang berjalan. Sebelum ledakan terjadi, terlihat Gary berjalan keluar sedangkan dua anak buahnya membawa seseorang yang ditutupi kepalanya menggunakan kain hitam dan bisa mereka tebak, itu adalah Jager Maxton.
Jager di bawa menuju sebuah mobil dan didorong dengan paksa oleh anak buah Gary, sedangkan Gary naik ke mobil lainnya dan setelah itu mobil bergerak pergi.
Mereka terus melihat ke mana perginya kedua mobil itu dan ketika dipertengahan jalan, mobil berpencar. Yang satunya menuju pelabuhan sedangkan yang satunya menuju tempat lain.
Mata mereka semakin fokus dan tidak lepas dari dua mobil yang pergi ke arah berbeda. Mobil yang menuju pelabuhan berhenti dan anak buah Gary segera turun dan naik ke atas kapal yang sudah tersedia.
__ADS_1
"Hentikan Mich!" perintah Matthew.
Michael segera menghentikan Video yang berputar dan Matthew meminta adiknya mengambil gambar dan memperbesarnya.
"Kemana Jager Maxton?" tanya Matthew.
Dia ingat betul jika mobil itulah yang membawa Jager tapi kenapa Jager tidak terlihat ketika anak buah Gary turun dan naik ke atas kapal? Dan yang lebih membingungkan, ketika gambar diperbesar, Gary ada di sana bersama dengan anak buahnya. Bukankah Gary naik ke mobil yang satunya lagi?
Walaupun sudah gelap tapi mereka memperhatikannya dengan seksama jika mobil yang membawa Jager tidak berhenti bahkan mobil yang ditumpangi Gary juga tidak.
"Sepertinya dia mengecoh kita, Kak," ucap Michael.
"Bagaimana ini Matth?" Vivian semakin khawatir.
"Jangan khawatir Babe, kita pasti menemukan ayahmu."
Video kembali diputar dan kapal sudah berjalan pergi entah mau pergi ke mana. Jika mengikuti kapal itu bisa-bisa mereka akan berdiri di depan komputer sampai pagi.
Michael kembali memainkan jarinya, rekaman ke mana perginya kapal tetap berjalan dan dia memutar Video satunya lagi yang memperlihatkan ke mana perginya mobil yang ditumpangi Gary. Mobil terlihat berhenti di sebuah rumah dan ketika pintu mobil terbuka tampak beberapa orang keluar dari mobil tapi sayangnya tidak ada Gary di sana. Seorang pria tidak mereka kenal berjalan dengan santai menuju pintu rumah sedangkan yang lainnya tampak siaga.
Ini benar-benar membingungkan, Jager hilang dan Gary tiba-tiba ada di mobil yang satunya lagi. Sepertinya ada yang aneh, tidak mungkin Gary bisa berteleportasi untuk berpindah tempat.
Vivian dan Matthew saling pandang dan tidak lama kemudian mereka berkata, "Gary!"
Tidak diragukan lagi, orang itu adalah Gary dan mereka menebak Gary sedang memakai wajah orang lain.
"Mich, terus awasi rumah itu. Dia pasti Gary. Aku dan Vivian akan menangkapnya," perintah Matthew.
"Baiklah Kak, aku juga akan terus mengawasi ke mana kapal itu pergi jadi Kakak tidak perlu khawatir," jawab Michael.
"Aku ikut," ucap Damian.
"Sembuhkan lukamu Kak, aku dan Matthew bisa mengatasinya. Kak Damian bantu Michael mengawasi ke mana perginya kapal itu, jangan sampai kita kehilangan jejak," ucap Vivian.
"Tapi Vivi ...."
"Yang diucapkan Vivi benar, aku akan memanggil dokter untuk mengobati lukamu. Biarkan kami menangani ini karena belum pasti orang itu adalah Gary. Lebih baik menyimpan tenaga untuk besok karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok," ucap Matthew.
"Baiklah, aku akan di sini," jawab Damian.
"Sepertinya kita perlu papan catur," ucap Michael bercanda.
Matthew dan Vivian segera keluar, mereka akan menuju rumah itu dan mereka harap itu adalah Gary. Matthew segera menghubungi James untuk menyiapkan anak buah.
"James, siapkan anak buah dan ikut aku berburu!" perintahnya.
"Siap Master," jawab James.
__ADS_1
Matthew membawa Vivian menuju sebuah ruangan di mana semua senjata ada di sana dan setelah mengambil senjata yang mereka mau, mereka segera pergi untuk menangkap orang yang mereka yakini itu adalah Gary.