Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Beautiful night


__ADS_3

Malam itu Vivian duduk di balkon dan tampak termenung. Dia sedang memikirkan wajahnya yang mirip dengan istri Jager Maxton.


Dia rasa tidak ada kebetulan seperti ini selain berhubungan darah tapi mereka tidak memiliki hubungan sama sekali.


Rasanya ingin menanyakan masalah ini pada ibunya tapi dia tidak berani, dia juga tidak mau membuat ibunya marah dan sedih.


Vivian menghela nafas dan memandangi laut yang terlihat dari balkon kamar, sebaiknya dia tidak memikirkan hal ini lebih jauh. Walaupun terasa aneh tapi bisa saja kemiripan mereka berdua memang hanya kebetulan semata.


Setiap manusia memang memiliki kembaran seperti Matthew dan Michael, tapi mereka memang saudara kandung. Lagi pula banyak kasus di luar sana yang memiliki wajah serupa tapi tanpa ikatan darah. Sebaiknya dia tidak memikirkan hal ini dengan serius.


Vivian kembali menghela nafas dan masuk ke dalam, sudah hampir jam delapan tapi kenapa Matthew belum pulang?


Bukankah Matthew ingin mengajaknya memandangi kota pada malam hari? Apa tidak jadi?


Rasanya jadi sepi, di rumah sendirian tanpa tahu apa yang harus dia lakukan. Mau tidur tapi belum mengantuk, mau mengerjakan pekerjaannya dia juga sedang malas.


Sebaiknya dia menikmati segelas teh dan menunggu Matthew di luar, dia harap Matthew cepat kembali karena dia benar-benar benci situasi seperti ini.


Vivian keluar dari kamar dan hendak melangkah menuju dapur tapi pada saat itu terdengar suara yang begitu berisik di luar sana, Vivian mengurungkan niatnya dan segera berjalan menuju pintu keluar.


Dia ingin membuka pintu tapi pada saat itu Matthew telah membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Matth, kenapa baru kembali dan kenapa di luar begitu berisik?"


"Sorry babe, aku sedikit sibuk hari ini jadi aku terlambat menyiapkan semuanya."


"Menyiapkan apa?"


"Kau tidak lupa bukan jika kita akan melihat kota dari atas sana?"


"Tentu aku ingat Matth, jadi tadi itu suara helikopter?"


"Yes, kita akan melihat pemandangan kota menaiki benda itu."


"Oh Matth, kau yang terbaik," Vivian melompat masuk ke dalam pelukan Matthew dan tampak begitu senang.


"Maaf membuatmu menunggu lama babe."


"Tidak apa-apa, aku senang kau sudah kembali."


"Bagaimana pertemuanmu dengan Maxton hari ini?"


"Begitulah, aku juga sudah melihat rupa istrinya yang sangat mirip denganku."


"Lalu? Bagaimana pendapatmu?"


"Hei aku tidak mengenal mereka sama sekali dan aku yakin ini pasti hanya kebetulan saja!"

__ADS_1


"Kau merasa seperti itu?"


"Hm," jawab Vivian sambil menganggukk.


Matthew tersenyum dan mengusap pipi Vivian dengan lembut, mungkin benar, wajah mereka hanya kebetulan mirip.


"Matth, besok Jager Maxton mengundang kita makan malam bersama dan aku sudah menyetujuinya, kau tidak keberatan bukan?"


"Tentu tidak babe, besok kita akan pergi makan malam di rumahnya."


"Thanks."


"Stts, siap terbang denganku?" bisik Matthew sambil mencium pipi Vivian.


"Tentu tapi pergilah mandi, aku akan menunggu."


"Oke," jawab Matthew seraya mengangkat dagu Vivian dan mel*mat bibirnya dengan lembut.


"Mandi denganku? Badanmu sudah tidak sakit lagi bukan?"


"Tidak, aku sudah baik-baik saja."


"Baiklah, ayo mandi denganku!" Matthew segera mengendong tubuh Vivian dan membawanya menuju kamar mandi seraya mencium bibirnya.


Pintu kamar mandi tertutup dan tidak lama kemudian terdengar erangan Vivian, mereka berada di dalam cukup lama dan setelah selesai dengan kegiatan panas mereka, mereka segera keluar dan bersiap-siap untuk melewati malam indah mereka berdua


Sebuah helikopter sudah terparkir di depan rumah dan Vivian tampak senang, Matthew membukakan pintu untuk Vivian dan setelah itu dia masuk ke dalam helikopter dan duduk di kursi kemudi.


"Kau bisa menerbangkan benda ini?" tanya Vivian.


"Tentu saja, aku bahkan bisa membawa mobil tank."


"Wow, kau seperti Rambo."


"Anggap saja begitu," jawab Matthew sambil terkekeh.


Setelah sabuk pengaman telah dipasang, mesin helikopter dinyalakan dan tidak lama kemudian benda itu mulai terbang naik ke atas.


"Kau suka babe?" tanya Matthew sambil melirik ke arah Vivian.


"Tentu Matth, thanks."


"Aku akan membawamu ke tempat yang lebih menakjubkan."


"Oh ya?"


"Yes," jawab Matthew.

__ADS_1


Helikopter terbang di atas kota dan mata Vivian tampak berbinar melihat pemandangan kota yang menakjubkan pada malam hari. Lampu-lampu yang menyinari kota tampak berkerlap kerlip bagaikan bintang di atas langit.


"Oh Matth, ini sungguh luar biasa," Vivian benar-benar senang. Untuk sesaat dia bisa melupakan pekerjaanya.


"Setelah ini aku jamin kau akan lebih senang lagi babe."


"Aku sudah tidak sabar," jawab Vivian.


Matthew tersenyum dan membawa helikopternya menuju sebuah tempat, malam ini mereka akan melihat bintang di sana.


Helikopter mulai terbang meninggalkan kota dan menuju ke taman Nasional Death Valley.


Taman Nasional Death Valley merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat bintang di Califonia.


Para pengunjung dapat mengamati gerhana bulan, melacak hujan meteor, dan menyaksikan bentangan bimasakti.


Banyak fotografer datang ke sana untuk mengabadikan pemandangan astronomi terbaik yang ada dan Death Valley telah menjadi tujuan wisata yang bagus untuk wisata langit malam.


Begitu mereka tiba di tempat itu, Vivian semakin terlihat senang. Taman Nasional Death Valley benar-benar tempat yang menakjubkan dan rasanya sudah tidak sabar turun dari helikopter.


"Oh my God Matth, it's so amazing."


"Do you like it?"


"Of course i like it, oh my God," Vivian menutup mulutnya dan tampak tidak percaya ada tempat seindah itu untuk melihat bintang.


Helikopter sudah mendarat dan Vivian tampak tidak sabar untuk segera turun dan memandangi langit malam yang ditaburi bintang. Matthew turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Vivian sambil mengulurkan tangannya.


Vivian tersenyum dan wajahnya tampak begitu bahagia saat menerima uluran tangan Matthew. Dia segera turun dan begitu kagum melihat pemandangan langit yang begitu indah.


Di sana Matthew sudah menyediakan sebuah Teleskop untuk Vivian agar dia dapat melihat benda langit yang lebih jauh.


Vivian benar-benar senang dan dia mendongak melihat bintang dengan senyum di wajahnya.


"Thanks Matth, ini benar-benar kejutan."


"Aku senang jika kau senang babe dan akan aku berikan apapun yang kau mau," ucap Matthew seraya merangkul pinggang Vivian.


"Thanks, this is very amazing," Vivian mengecup bibir Matthew sejenak.


"Mau lihat yang lainnya?" Matthew mengusap wajah Vivian dengan lembut.


"Tentu," jawab Vivian dan dia sudah tidak sabar.


Matthew membawa Vivian mendekati Teleskop karena mereka berdua akan melihat benda langit yang indah menggunakan alat itu.


Vivian berdiri di depan Teleskop untuk melihat indahnya benda langit, sedangkan Matthew memeluknya dari belakang. Ini benar-benar malam yang indah bagi mereka berdua dan mereka sangat menikmati waktu mereka di bawah hamparan bintang yang indah.

__ADS_1


Vivian tidak akan pernah melupakan moment ini dan rasanya dia tidak ingin cepat kembali dan tidak ingin malam cepat berlalu.


__ADS_2