Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Rasa penasaran Vivian


__ADS_3

Sebelum pulang Vivian merapikan berkas yang sedang dia pelajari. Dia akan membawa berkas itu pulang dan mempelajarinya lebih lanjut. Tentu itu berkas yang berisi laporan kematian orang yang membantunya waktu itu dan dia akan menyelidiki akibat kematiannya.


Hari ini dia ingin pulang cepat karena ada yang mau dia tanyakan pada Matthew. Tentu saja menanyakan perihal reaksi Jager Maxton saat melihatnya tadi.


Jujur saja dia penasaran dengan reaksi Maxton, dan siapa Cristiana orang yang disebut oleh Maxton saat melihatnya.


Setelah selesai merapikan berkasnya, Vivian segera bangkit berdiri karena dia sudah mau pulang. Agen lain juga mulai pulang dan dia mengikuti rekannya keluar.


Sepertinya malam ini dia akan sibuk jadi Vivian memutuskan untuk membeli kue saat perjalanan pulang. Dia akan mengerjakan pekerjaannya ditemani kue yang dia beli dan tentunya menikmati kue itu bersama dengan Matthew.


Ketika dia sudah tiba, Matthew telah menunggunya. Vivian sangat senang karena Matthew menyambut kepulangannya dan tentunya, sebuah ciuman selalu dia dapatkan.


"Apa yang kau bawa babe?" tanya Matthew saat melihat bungkusan yang Vivian bawa.


"Kue," jawab Vivian seraya mengangkat bungkusannya.


"Berikan padaku," Matthew mengambil kue yang sedang di bawa Vivian dan segera berjalan masuk ke dalam, sedangkan Vivian membuka sepatu yang dia pakai.


Tidak lama kemudian, Matthew kembali dan menghampiri Vivian yang sedang menyimpan sepatunya. Vivian berteriak saat Matthew meraih pinggangnya dan menggendong tubuhnya.


"Matth!"


"Bagaimana harimu sayang?" tanya Matthew dengan senyum di wajahnya.


"Kau tahu bukan? Ada yang ingin aku tanyakan padamu Matth."


"Oh ya? Apa itu?"


"Ini mengenai sikap Maxton tadi."


Matthew tersenyum dan mencium pipi Vivian dengan mesra. Dia tahu Vivian pasti akan menanyakan hal ini dan bisa dia tebak, Vivian pasti tidak melihat foto almarhum istri Maxton yang mirip dengannya.


Jika Vivian melihatnya tadi, kira-kira bagaimana reaksinya? Entah kenapa dia jadi penasaran. Dia rasa besok Vivian akan melihatnya karena besok dia akan kembali ke rumah Maxton untuk mengintrogasinya.


"Ayo kita bicarakan nanti setelah kau mandi dan makan malam."


Vivian mengangguk dan tersenyum, apapun itu dia rasa Jager Maxton hanya salah mengenali orang saja apalagi, mereka belum pernah bertemu dan ini adalah yang pertama kalinya.


Walaupun dia sempat bingung tapi dia rasa Matthew pasti tahu kenapa Jager Maxton tiba-tiba memeluknya dan memanggilnya Cristiana.


Setelah membawa Vivian ke dalam kamar, Matthew segera menurunkan tubuh Vivian dan seperti biasa, dia membantu Vivian mandi.


Mereka makan malam bersama dan setelah itu, Vivian duduk di atas ranjang untuk mempelajari berkas yang dia bawa pulang sedangkan Matthew mengambil kue yang dia simpan di dalam kulkas tadi.


Matthew masuk kembali ke dalam kamar dan tersenyum melihat Vivian begitu serius melihat berkas-berkasnya.


"Kue yang kau inginkan babe," Matthew meletakkan kue yang dia bawa ke atas meja dan duduk di sisi ranjang.


"Thanks," jawab Vivian tapi matanya tidak berpaling dari berkas yang ada di atas ranjang.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Matthew penasaran.


"Matth, apa kau masih ingat orang yang menolongku waktu itu?"


"Yes, ada apa dengannya?"


"Ada yang membunuhnya Matth dan seseorang menguliti wajahnya bahkan membuang tubuhnya ke dalam hutan."


"Apa? Yang benar?" Matthew sedikit kaget mendengarnya. Bukankah waktu itu dia sudah meminta James untuk memberikan penjaga untuk orang itu?


"Ya, tubuhnya bahkan ditemukan dalam keadaan membusuk dan sekarang aku sedang mencari tahu akibat kematiannya."


"Berikan berkas itu padaku. Besok aku akan meminta James untuk memeriksanya."


"Tidak perlu Matth, aku bisa mengatasinya," tolak Vivian karena itu adalah pekerjaannya.


"Baiklah, kemari!" Matthew menepuk kedua pahanya.


Walaupun Vivian tidak mau memberikan berkas itu tapi dia akan memerintahkan James untuk mencari tahu. Mungkin saja dia bisa menemukan pelakunya dan mungkin saja kematian pria itu ada hubungannya dengan buronan yang Vivian cari selama ini.


Vivian menghampiri Matthew dan naik ke atas pangkuannya, jujur saja dia suka mereka seperti ini dan rasa takutnya sudah tidak ada lagi.


"Jadi Matth, kau tahu bukan kenapa Jager Maxton memanggilku, Cristiana?"


"Babe, apa kau tidak menyadari sesuatu?"


"Tidak, memangnya ada apa?" Vivian semakin penasaran.


"Benarkah?" Vivian mengernyitkan dahinya dan tampak tidak percaya. Pantas saja Jager menangis saat melihatnya tapi apa istrinya sudah tiada?


"Yes, apa kau masih ingat waktu itu aku pernah bertanya padamu apakah kau punya keluarga di sini atau tidak?"


Vivian mengangguk, jadi itu alasannya Matthew bertanya demikian. Tapi memang dia tidak punya keluarga yang tinggal di Amerika karena paman dan bibinya berada di Inggris.


"Tapi aku tidak mengenal Jager Maxton dan kenapa dia memelukku dan menangis? Apa istrinya sudah tidak ada?"


"Aku tahu, sebab itulah aku bertanya demikian dan reaksi Jager tadi? Dia seperti itu karena istri dan putrinya sudah meninggal dan dia pasti kaget saat melihat wajahmu yang sangat mirip dengan istrinya."


"Aku semakin penasaran dan ingin melihat rupa istrinya," ucap Vivian. Apa benar wajahnya begitu mirip dengan istri Maxton?


Selama ini banyak yang mengatakan jika wajahnya mirip dengan ibunya dan dia tahu ibunya tidak punya saudara kembar bahkan dia kenal dengan kedua bibinya tapi kejadian seperti itu memang ada, di mana anak yang diasuh oleh seseorang sejak bayi wajahnya akan sedikit mirip dengan ibu yang mengasuhnya.


"Besok kau akan pergi ke sana lagi bukan?" tanya Matthew seraya mengusap pipi Vivian.


"Ya, besok aku akan melihat rupa istrinya. Aku penasaran!" jawab Vivian.


Matthew tersenyum, dia juga penasaran dengan reaksi Vivian tapi dia tidak bisa ikut karena ada pekerjaan penting.


"Oke baiklah, kuemu?" Matthew mengambil piring kue yang ada di atas meja dan memberikannya untuk Vivian.

__ADS_1


"Kau tidak mau?"


"Aku tidak suka makanan manis."


"Baiklah," Vivian mengambil kue yang diberikan Matthew dan memakannya dan pada saat melihat cream yang menempel di bibir Vivian, Matthew mendekatkan bibirnya untuk menjilati cream yang terdapat di pinggir bibir Vivian.


"Hei!" wajah Vivian memerah.


"Manis," jawab Matthew.


"Ck, menyebalkan!!"


Matthew mengambil piring yang ada di tangan Vivian dan meletakkannya kembali ke atas meja.


"Kueku!"


"Stts, saatnya si jamur menebar racun babe," Matthew mengecup bibir Vivian dengan lembut.


Mereka berdua saling pandang untuk sesaat dan setelah itu, mereka berciuman dengan mesra. Matthew membaringkan Vivian di atas ranjang dan mengusap wajah Vivian dengan lembut.


"I love you babe," ucapnya dengan senyum di wajahnya.


"I know," jawab Vivian dan mereka kembali berciuman.


Tangan mereka mulai sibuk dan baju mereka sudah terlepas. Malam itu Vivian menikmati malamnya bersama dengan Matthew dan melupakan seseorang yang menunggunya di restoran pinggir pantai, siapa lagi jika bukan Carlk.


#Sedikit penjelasan kenapa Maxton gak langsung minta tolong Matt dan kenapa harus bongkar makam?




Maxton harus bongkar makam dan tes DNA supaya dia yakin anak yang dia kubur anaknya apa bukan?




Matthew gak mungkin nolong Maxton gitu aja karena gak ada bukti apalagi dia udah janji akan merahasiakan identitas Vivian.




Vivian punya keluarga lengkap dan Matthew tau kalau anak Maxton udah mati jadi kalau mau minta tolong ama Matthew, Maxton harus punya bukti yang kuat.



__ADS_1


Mau tes Dna gak bisa langsung bak buk dor walau wajahnya mirip dan Maxton harus punya bukti. gitu kira-kira agar cerita ini sesuai logika 😉


__ADS_2