Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Rencana yang berjalan lancar


__ADS_3

Para agen mulai meninggalkan kantor satu persatu karena sudah waktunya pulang bekerja begitu juga dengan Vivian. Dia sedang merapikan mejanya dan memasukkan beberapa kertas ke dalam laci.


Data-data mengenai Maxton juga dia rapikan karena data itu tidak akan dia bawa pulang, dia melakukan hal itu karena dia ingin memancing di penghianat. Data akan dia tinggalkan di kantor dan akan dia masukkan ke dalam laci bersama dengan data yang lain.


Pada saat Vivian sedang merapikan data Maxton, keempat rekannya menghampiri Vivian dan berdiri di belakangnya.


"Angel," panggil Patrik.


"Ya?" Jawab Vivian seraya memutar kursinya.


"Kapan kau akan mempertemukan kami pada orang yang membantumu selama ini?" tanya Patrik dan ketiga rekannya tampak begitu penasaran.


"Kalian tampak tidak sabar?"


"Tentu saja, kami sangat ingin tahu!" jawab Ana.


"Baiklah, bagaimana jika dua hari lagi? Apa kalian bisa?" tanya Vivian seraya memandangi rekan-rekannya.


"Boleh juga, sekalian kita merayakan keberhasilan kita waktu itu dan aku akan memenuhi janjiku untuk mentraktir kalian semua minum," jawab Patrik.


"Sepertinya aku mencium bau alkohol," ucap Ana.


"Dan musik yang keras," ucap Rick dan Jerry.


"Kalau begitu kita bertemu di clubs dua hari lagi dan aku akan membawa temanku. Kita akan berpesta di sana dan ingat, tidak mabuk tidak boleh pulang!" ucap Vivian sambil tersenyum.


"Setuju!" ucap keempat rekannya.


Vivian membuka laci meja dan menyimpan data Maxton di sana. Pada saat melihatnya si penghianat bersorak dalam hati karena dia akan mengambil data itu saat Vivian sudah pergi. Dia harus mendapatkannya dan memberikan data itu pada MR M.


Setelah sepakat, rekannya mulai pulang tapi Vivian masih di sana karena ada sesuatu yang ingin dia lakukan. Patrik mengajaknya pergi tapi Vivian menolak dan mengatakan jika dia harus mengirimkan email penting untuk atasannya yang ada di Inggris.

__ADS_1


Karena Vivian menolak jadi Patrik keluar sendiri sedangkan Vivian mulai dengan aksinya untuk menjebak si penghianat.


Selagi dia sedang sibuk, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Vivian meraih benda itu dan membukanya. tawanya hampir pecah tapi berusaha dia tahan karena Ainsley mengirimkan foto Matthew yang sudah dipermak dan terlihat cantik.


Di bawah foto Ainsley menuliskan, "Apa kau puas hasilnya kakak ipar?"


Sambil menahan tawanya, Vivian membalas pesan dari Ainsley, "Sangat. Terima kasih atas kerja kerasnya."


Ponsel dia letakkan kembali ke atas meja karena dia harus bergegas. Dia harus mengesampingkan hal ini karena ada hal yang lebih penting dan saat dia pulang nanti, dia akan menggoda Matthew.


Sepertinya para rekannya akan terkecoh nanti saat melihat Matthew dan dia sudah tidak sabar tapi dia harus memancing ular keluar dari sarangnya terlebih dahulu dan dia harap rencananya berjalan dengan lancar.


Vivian tampak begitu serius memasang sesuatu dan setelah setengah jam berlalu, dia sudah selesai dan segera keluar dari kantor.


Dia harap umpan ditangkap dan benar saja, setengah jam kemudian, si penghianat kembali dan masuk kedalam kantor. Seperti biasa, seorang petugas membantunya menjaga keamanan untuk memantau situasi karena jangan sampai ada agen yang kembali dan menangkap aksi si penghianat.


Kunci laci dibuka dengan mudah dan data diambil dengan mudah pula. Tidak lupa, si penghianat meletakkan data palsu sebagai data asli agar Vivian tidak curiga.


Sebuah seringai menghiasi wajahnya saat melihat data yang dia inginkan dan tanpa membuang waktu, dia segera mengambil data itu dan setelah ini dia akan menghubungi Mr M.


Tidak hanya itu, Vivian tidak pulang tapi dia mengintai si penghianat dari tempat tersembunyi dan pada saat si penghianat keluar sambil membawa data yang dia ambil, Vivian mengikuti langkahnya secara diam-diam.


Si penghianat berjalan menyelusuri trotoar dan mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Mr M. Data sudah ada di tangan dan dia yakin Vivian tidak akan bisa menangkap si Mr m tpi apakah data itu asli?


Setidaknya Vivian tidak sebodoh itu karena dia sudah mempersiapkan semuanya untuk mengecoh si penghianat apalagi data Jager maxton sangat penting dan belum dia pelajari sepenuhnya.


Tidak butuh lama, terdengar suara seorang pria dan si penghianat langsung memberi laporan.


"Tenang Mr m, data sydah ada ditanganku!"


"Hancurkan datanya dan bagaimana dengan orang yang membantunya? Kau bilang sudah mendapat informasinya bukan?"

__ADS_1


"Tentu, aku dengar yang membantunya hanya seorang wanita dan kami akan bermain ke clubs dua hari lagi dan Angel akan membawa orang itu."


"Bagus, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?"


"Aku tahu Mr M jadi kau tidak perlu khawatir."


"Jangan mengecewakan aku lagi!"


"Serahkan padaku dan kali ini aku tidak akan mengecewakanmu mr M. Aku akan mengabarimu tempatnya nanti," ucap si penghianat tanpa tahu jika di adalam map data yang dia ambil sudah Vivian masukkan sebuah alat perekam untuk merekam pembicaraannya.


Setelah berbicara dengan Mr m, si penghianat menghentikan langkahnya karena dia hendak menyebrang jalan tapi sebelum itu, dia merobek data yang dia ambil dan memasukkannya ke dalam tong sampah.


Dia segera pergi dan Vivian segera menghampiri tong sampah untuk mengambil alat yang ada di dalam map.


Setelah mendapatkannya, Vivian segera menekan sebuah tombol yang ada dialat itu sambil melangkah untuk kembali ke kantor karena dia mau mengambil kameranya.


Vivian menghentikan langkahnya dan sangat kaget mendengar pembicaraan rekannya. Ternyata benar dugaannya, rekannya adalah mata-mata buronan yang dia cari. Pantas saja sampai sekarang, buronannya bisa tahu keberadaannya?


Walaupun dia tidak bisa mendengar suara orang yang berbicara dengan si penghianat tapi sepertinya rencananya berjalan dengan lancar untuk menjebak si ular.


Setelah sampai di kantor, Vivian segera masuk ke dalam untuk mengambil kameranya dan itu bisa jadi barang bukti dan akan dia tunjukkan pada katen Willys nanti.


Pada saat melihat Vivian kembali, petugas yang membantu si penghianat tampak kaget.


"Apa ada yang tertinggal Ms?" tanya petugas itu.


"Ya, aku meninggalkan dompetku," jawab Vivian.


"Aku akan membantumu mengambilnya."


"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" tolak Vivian sambil tersenyum.

__ADS_1


Vivian segera melenggang menuju mejanya dan pura-pura ingin mengambil dompetnya tapi sebenarnya yang dia ambil adalah kamera yang dia sembunyikan.


Sang petugas tampak was-was tapi tidak lama kemudian, Vivian keluar dan berjalan pergi. Rencana yang dia buat berjalan dengan lancar dan tunggu dua hari lagi. Dia harap Matthew sudah bisa menguasai peran pada saatnya tiba dan dia tidak tahu jika saat itu, Matthew sudah menunggunya pulang karena Matthew mau mememberinya hukuman.


__ADS_2