Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Tragedi di gedung San Franscisco City Hall.


__ADS_3

15.30 PM waktu California.


San Franscisco City Hall dipenuhi oleh para pejabat karena di sana diadakan sebuah acara dan pidato oleh beberapa pejabat. Tidak saja pejabat, para reporter juga berada di sana untuk meliput berita.


Para pejabat akan berdebat tentang visi dan misi mereka untuk maju menjadi pejabat lagi dan di sanalah ayah Clarina berada.


Dia sudah menjadi Wali Kota cukup lama dan sekarang dia ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur. Ini adalah kesepatan untuknya dan dia juga akan berpidato nantinya.


Tempat itu dijaga dengan ketat oleh pihak kepolisian dan setiap orang yang masuk akan diperiksa dengan teliti. Tentu ini akan menjadi kendala bagi anak buah Thomas untuk menangkap ayah Clarina.


Walaupun salah satu dari mereka memakai topeng wajah Matthew tapi mereka tidak bisa masuk dengan mudah jadi mereka sedang menyusun rencana untuk melakukan aksi mereka.


Pidato sedang berlangsung saat itu dan anak buah Thomas sudah berada diluar. Mereka belum juga menyergap karena mereka sedang menyusun strategi untuk menangkap Wali Kota.


Pilihan mereka cuma satu, langsung masuk menyergap dan menghabisi para polisi yang berjaga karena mereka tidak punya pilihan.


Sensor di depan pintu akan berbunyi karena mereka membawa senjata dan mereka akan ketahuan. Jangan sampai misi mereka gagal dan mereka sudah harus bergerak jika tidak mereka akan kehabisan waktu.


Mereka sudah bersiap-siap, dua puluh orang sudah siap dengan senjata laras panjang mereka dan pria yang memakai wajah Matthew akan memimpin dibarisan depan.


Para petugas yang berjaga di depan pintu tampak sedang bejalan mondar mandir untuk melihat situasi.


Anak buah Thomas membawa mobil mereka dan berhenti di depan gedung San Franscisco City Hall. Seorang petugas hendak mendekati mobil untuk memeriksa tapi pada saat itu pintu mobil terbuka dan, "Dor!" sebuah peluru ditembakkan dan mengenai petugas itu.


Petugas yang tertembak langsung terkapar di atas lantai, sedangkan petugas lain langsung mengambil senjata mereka. Anak buah Thomas turun dari mobil dan menembak setiap orang yang mereka lihat.


"Dor ... Dor ... Dor!" adu tembak terjadi antara anak buah Thomas dan juga petugas kepolisian.


Setiap orang yang telihat tidak luput dari tembakan dan korban mulai berjatuhan di depan gedung San Franscisco City Hall. Para polisi langsung meminta bantuan karena mereka kalah jumlah apalagi mereka mendapat serangan mendadak.


Polisi yang berjaga di depan gedung sudah dilumpuhkan dan anak buah Thomas mulai menyergap masuk ke dalam. Para pejabat yang sedang berpidato diamankan dan situasi di dalam tampak panik. Pidato diadakan disebuah ruangan dan polisi yang berjaga sedang berjaga di depan pintu dengan senjata api ditangan mereka.


Para pejabat dan juga wartawan tampak was-was bahkan para wartawan mulai meliput keadaan di sana. Polisi yang bertugas sudah siap dan mereka akan menembak siapa saja yang masuh ke dalam.


Diluar sana, para anak buah Thomas sudah siap siaga dan menempelkan sebuah bom di depan pintu. Bom itu berdaya ledak rendah dan hanya akan meledakkan pintu dan membuat sedikit kerusakan.


Suasana terasa sunyi bahkan polisi yang bertugas di depan pintu saling pandang. Jantung mereka berdetak dengan cepat dan mereka berjalan mendekati pintu. Mereka ingin melihat situasi diluar karena tidak ada jawaban dari rekan mereka lagi.


Mereka semakin mendekati pintu tapi tidak lama kemudian, "Duarr!" pintu meledak dan para polisi terpental ke belakang akibat ledakan.

__ADS_1


Teriakan para wartawan terdengar dan mereka segera bersembuyi begitu juga para pejabat. Mereka menunduk dan sebagian dari mereka hendak lari tapi pada saat itu, anak buah Thomas masuk menyergap.


"Dor ... Dor ... Dor!" tembakan kembali terdengar karena anak buah Thomas menembaki orang-orang yang berusaha lari.


Korban kembali berjatuhan dan teriakan kembali terdengar. kamera para wartawan yang masih menyala meliput kejadian itu dan berita itu disiarkan secara langsung diseluruh kota.


Penembakan yang terjadi di San Franscisco City Hall terpampang jelas disemua layar televisi yang terdapat di jalanan, di dinding gedung dan semua tempat karena perdebatan para pejabat disiarkan secara langsung.


Penembakan terus terjadi bahkan kamera menjadi sasaran dari anak buah thomas, Kamera rusak dan siaran terhenti tapi semua orang melihat satu wajah yang memimpin pasukan itu yaitu wajah Matthew.


Anak buah Thomas mencari targetnya dan begitu melihat wajah yang digunakan oleh salah satu anak buah Thomas, ayah Clarina tampak heran. Kenapa Matthew menyerang mereka?


"Matthew, apa yang kau lakukan?" tanya ayah Clarina.


"Ikut denganku dan jangan banyak bertanya!" jawab orang yang memakai wajah Matthew.


Ayah Clarina tampak mengernyitkan dahi, ini tidak benar. Dia tahu betul Matthew tidak mungkin melakukan hal seperti itu apalagi Matthew adalah sahabat baik putrinya.


"Tidak! Kau bukan Mattthew," tolak ayah Clarina.


"Aku memang bukan Matthew jadi ikut denganku dan jangan melawan! Jika tidak mereka semua yang ada di sini akan mati dan kau juga akan mati begitu juga dengan putrimu!" ucap orang itu.


"Jika ingin tahu segera ikut dengan kami!"


Dengan terpaksa, ayah Clarina mengikuti anak buah Thomas. Entah apa yang terjadi tapi nyawa putrinya sedang terancam. Anak buah Thomas bergegas keluar untuk membawa ayah Clarina tapi sayang tempat itu sudah dikepung oleh polisi.


Mereka tidak bisa melarikan diri dengan mudah jadi mereka menjadikan semua orang yang ada di sana sebagai sandera dan mereka juga memasang beberapa bom untuk meledakkan tempat itu.


Para polisi tampak sudah siap siaga di luar sana dan meminta para penjahat menyerahkan diri tapi sayang, sebuah granat dilempar dari atas oleh anak buah Thomas dan mengenai salah satu mobil polisi.


Ledakan kembali terjadi dan para polisi semakin waspada. Mereka kembali meminta bantuan dan berita itu tentu langsung sampai pada kapten Willys. Dia segera mengumpulkan para agennya untuk bergerak dan mengamankan gedung San Franscisco City Hall.


Hal itu tentu membuat Vivian kaget karena seorang pria yang mirip Matthew memimpin penembakan itu. Tidak saja Vivian, Matthew juga tampak marah karena lagi-lagi, wajahnya digunakan untuk melakukan kejahatan dan dia tebak itu semua pasti ulah Gary.


Ini sudah sangat keterlaluan dan dia tidak akan mengampuni Gary. Akan dia tangkap Gary hari ini juga dan Gary akan menerima akibatnya. Matthew memerintahkan anak buahnya untuk bergerak dan meminta Michael untuk memantau gedung San Franscisco City Hall karena dia akan pergi menangkap orang yang menggunakan wajahnya untuk membersihkan namanya tapi pada saat itu, Ainsley berlari masuk ke dalam ruangan dengan terburu-buru.


"Kak ... Kak Matthew, ada berita buruk," ucap Ainsley.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Baru saja aku menghubungi rumah Kak Clarina dan pelayannya mengatakan jika Kak Clarina pergi bersama denganmu," ucap adiknya.


"Apa? Sial! Kenapa Gary juga mengincar Clarina dan ayahnya?" umpat Matthew kesal. Ini aneh, sepertinya Gary tidak bekerja sendiri dan sepertinya Gary bersekutu dengan orang lain.


"Bagaimana Kak? Apa kau jadi pergi ke gedung San Franscisco City Hall?" tanya Michael.


Mattehew berpikir sejenak tapi tidak lama kemudian dia berkata, "Cari di mana Clarina di bawa karena aku akan menyelamatkan Clarina terlebih dahulu!"


"Roger," jawab Matthew dan dia mulai melihat cctv yang ada di rumah Clarina.


Matthew segera mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Vivian, dia tahu Vivian pasti akan menangani kasus yang terjadi di gedung San Franscisco City Hall.


"Ada apa Matth?" tanya Vivian setelah menjawab telephon darinya.


"Dengar Babe, Clarina diculik dan aku akan pergi menyelamatkannya. Kau akan menangani kasus yang terjadi di gedung San Franscisco City Hall bukan?"


"Kau benar, aku sedang bersiap-siap untuk menuju ke sana dan aku rasa inilah maksud pesan yang dikirimkan oleh Gary untuk si penghianat," jawab Vivian.


"Baiklah, berhati-hatilah, Babe. Tangkap orang yang memakai wajahku karena dia harus membersihkan namaku!" pinta Matthew.


"Pasti, aku akan menangkapnya," jawab Vivian dan mereka menyudahi pembicaraan mereka karena Vivian sudah harus pergi.


Setelah berbicara dengan Vivian, Matthew menghubungi James dan memerintahkan untuk mengumpulkan anak buah. Michael masih melihat ke mana mobil yang membawa Clarina dan mobil tampak berhenti disuatu tempat yang sepi.


"I got you," ucap Michael dan dia segera mengambil gambar.


"Kak, ternyata Thomas yang melakukannya," ucap Michael lagi setelah melihat Thomas dari gambar yang dia ambil.


"Ck, ternyata Gary bersekutu dengan Thomas. Baiklah, hari ini dimulai dari Thomas terlebih dahulu dan terus pantau mereka Mich, aku akan pergi membereskan Thomas."


"Serahkan padaku, Kak," jawab Michael.


"Aku ikut," ucap Damian.


"Ayo kita pergi," ajak Matthew tapi sebelum itu dia mengajak Damian untuk mengambil senjata.


Sebuah pedang panjang dan tajam Matthew bawa dan setelah mengambil senjata, mereka segera pergi untuk membereskan Thomas sedangkan Michael akan membantu mereka dari rumah dan mengatakan pada mereka situasi di sana.


Di tempat itu, Thomas sudah menyebar anak buah dan sudah menunggu kedatangan Matthew karena hari ini dia akan mendapatkan kepala Matthew Smith.

__ADS_1


__ADS_2