Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
I love you


__ADS_3

Matthew memandangi Vivian dengan heran, sejak pulang Vivian tampak murung dan diam saja tanpa banyak bicara.


Entah apa yang telah terjadi tapi Vivian tidak seperti biasanya bahkan saat ini Vivian mengaduk makanannya tanpa memakannya sama sekali.


Vivian tampak termenung dan entah apa yang dia pikirkan, sungguh Matthew tidak suka melihatnya dan dia ingin tahu apa yang terjadi.


Suara dentingan garpu di atas piring memecah keheningan yang ada diantara mereka berdua bahkan mereka sudah seperti orang asing saat ini.


"Babe," Matthew memanggil Vivian tapi Vivian diam saja.


"Hei aku memanggilmu kenapa kau diam saja?" Matthew mulai kesal.


"Oh maaf," Vivian meletakkan garpunya dan bangkit berdiri.


Matthew semakin bingung karena Vivian berjalan pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sebenarnya ada apa dengan Vivian? Apa dia sedang PMS?


Vivian segera masuk ke dalam kamar mandi karena dia ingin berendam dan menenangkan pikirannya yang sedang kacau. Tidak seharusnya dia bimbang seperti ini padahal dia sudah mengambil keputusan untuk bersama dengan Matthew tapi pertemuannya dengan Carlk benar-benar tanpa terduga dan di luar perkiraannya.


Ketika Vivian sedang berendam, Matthew masuk ke dalam kamar mandi dan menghampirinya. Dia akan mencari tahu ada apa dengan Vivian dan dia harap Vivian mau memberitahunya.


Matthew segera duduk di sisi bathup dan mengusap punggung Vivian yang saat itu sedang bersandar di sisi bathub.


"Babe, ada apa denganmu hari ini?"


"Tidak ada apa-apa Matth, maaf telah membuatnya khawatir," jawab Vivian sambil berusaha tersenyum.


"Apanya yang tidak apa-apa? Kau bagaikan Singa kehilangan gigi!! Begitu pulang kau terlihat murung dan kau juga tidak mau berbicara denganku. Katakan padaku ada apa? Aku pasti akan membantumu."


"Tidak ada apa-apa, aku hanya memikirkan pekerjaanku," dusta Vivian. Dia berkata demikian karena dia tidak mau melukai perasaan Matthew dan supaya Matthew tidak cemburu dan marah.


"Ada apa dengan pekerjaanmu? Apa kau memikirkan apa yang ingin kau tanyakan pada Maxton besok?"


"Bukan begitu."


"Lalu?"


Vivian kembali diam dan Matthew menghembuskan nafasnya dengan kasar tapi dia tidak mau memaksa Vivian.


"Baiklah, jangan terlalu lama berendam nanti kau bisa sakit."


Matthew bangkit berdiri dan mengambil sebuah handuk, Vivian masih diam saja bahkan saat Matthew melilitkan handuk di tubuhnya dan menggendongnya keluar. Vivian memandangi wajah Matthew dan mengutuki kebodohannya dalam hati.


Apa dia lupa dengan apa yang telah dia lalui bersama dengan Matthew selama ini? Perhatiannya, cintanya yang begitu besar bahkan perlakuannya, tidak sekalipun Matthew menyakitinya. Lalu kenapa dia harus bimbang setelah bertemu lagi dengan Carlk?


Lima tahun Carlk meninggalkannya, tidak sekalipun Carlk tahu bagaimana keadaanya bahkan Carlk tidak tahu apa yang telah terjadi dengannya selama lima tahun belakangan ini. Sekarang sudah ada orang yang begitu tulus mencintainya lalu untuk apa dia ragu? Lagi pula ada yang bilang, lebih baik dicintai dari pada mencintai dan lambat laun dia pasti akan memberikan seluruh cintanya untuk Matthew.


Vivian mengusap wajah Matthew dan menciumnya, "Maafkan aku Matth, aku terlalu bodoh."


"Maksudmu?" Matthew memandangi Vivian dengan heran.


"Tidak ada apa-apa."

__ADS_1


"Hei jangan membuatku penasaran!"


"Pergi ambil gigi Singa maka aku akan mengatakannya padamu."


"Menyebalkan!" jawab Matthew kesal sedangkan Vivian tertawa.


Matthew menurunkan tubuh vivian dan mengusap wajahnya dengan lembut.


"Jika ada apa-apa katakan padaku, aku tidak suka melihatmu seperti ini."


"Maaf, aku hanya sedang kacau."


"Tidak apa-apa tapi lain kali jangan seperti ini lagi," jawab Matthew sambil tersenyum.


Matthew mencium pipi Vivian dengan lembut dan setelah itu dia ingin beranjak untuk mengambil baju Vivian tapi Vivian menahan tangannya.


"Matth."


"Yes babe?" Matthew kembali mendekati Vivian dan mengusap wajahnya.


"Aku...aku menginginkanmu," jawab Vivian dengan wajah memerah.


"What?" Matthew sangat kaget mendengarnya. Apa dia tidak salah dengar? Ada apa dengan Vivian? kenapa tiba-tiba Vivian jadi seperti itu?


"Babe, ada apa denganmu? Kau tidak tertelan sendok bukan barusan?" Matthew memandangi Vivian dengan penuh selidik.


"Tidak bodoh! Tidak mau ya sudah!"


Vivian melangkah pergi dengan wajah memerah, dia sudah memberanikan diri tapi Matthew malah mengira dia tertelan sendok, menyebalkan!


Vivian berteriak saat Matthew meraih tubuhnya dan menggendongnya, "Hei, mau apa?" protes Vivian.


"Mengabulkan permintaanmu," jawab Matthew dan dia membawa Vivian menuju ranjang.


"Sudah tidak berminat!" jawab Vivian dengan wajah memerah.


"Kalau begitu aku yang menginginkanmu sekarang!" Matthew menurunkan tubuh Vivian dan me*umat bibirnya dengan lembut.


"Katakan kau cinta padaku Matth," pinta Vivian.


"Malam ini kau benar-benar aneh," Matthew memandangi Vivian dengan penuh selidik.


"Tidak. Aku hanya ingin menjadi milikmu dan aku ingin mendengar ungkapan cintamu."


"Ada apa? Apa kau ragu dengan cintaku?"


"Bukan begitu, aku hanya takut kau meninggalkan aku."


"Bodoh! Kau tidak saja sudah menjadi milikku tapi aku juga sudah menjadi milikmu. Kau sudah mendapatkan hatiku itulah sebabnya aku mengejarmu. Jika aku tidak serius maka kau tidak akan ada di sini bersamaku."


"Terima kasih, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan menyia-nyiakan cintamu," ucap Vivian karena dia sudah mengambil keputusan untuk tidak menemui Carlk lagi.

__ADS_1


Besok biarkan Carlk menunggu karena dia tidak akan menemuinya dan biarkan Carlk merasakan bagaimana rasanya menunggu walaupun tidak sebanding dengan penantiannya selama lima tahun.


Matthew kembali menggendong Vivian dan membawanya ke atas ranjang, dengan perlahan Matthew meletakkan tubuh Vivian dan mencium bibirnya.


Vivian memejamkan matanya dan membalas permainan lidah Matthew dan dalam sekejap mata saja ciuman mereka menjadi panas.


Handuk yang masih melilit di tubuh Vivian mulai dilepas dan tangan Matthew mulai menyentuh tubuh Vivian.


Vivian mengerang dibalik ciuman mereka saat Matthew mer*mas dadanya dan memainkan jarinya.


Matthew melepaskan bibir Vivian dan mencium lehernya, sedangkan Vivian memeluk lehernya dan mendesah karena sentuhan bibir dan jari Matthew, dia memang sudah menjadi milik Matthew dan seharusnya dia tidak ragu.


Bukankah dia sudah memutuskan untuk menjadikan Carlk masa lalunya? Maka sekarang dia akan berusaha melupakan Carlk walaupun masih ada tersisa sedikit cinta untuk Carlk di dalam hatinya.


"I love you Vivi," Matthew berbisik di telinganya dan mencium wajahnya dengan mesra.


"I love you too Matth," jawab Vivian karena dia tidak ragu lagi.


"Are you serious?" Matthew benar-benar tidak percaya mendengarnya.


"Yes, walaupun di dalam hatiku masih ada sedikit cinta untuk Carlk tapi aku yakin jika aku sudah jatuh cinta padamu."


"Oh babe, aku benar-benar senang mendengarnya dan aku akan mengambil seluruh cintamu hingga tidak ada sisa lagi untuk pria lain."


"Aku tahu kau pasti bisa melakukannya."


"Tentu saja!"


Matthew kembali mencium bibir Vivian karena dia benar-benar senang. Apa yang dia harapkan kini dia dapatkan. Tidak hanya tubuh tapi dia juga sudah mendapatkan hati Vivian walaupun belum sepenuhnya tapi Vivian sudah menjadi miliknya sekarang.


Mereka kembali melanjutkan api asmara yang sudah terpercik, dengan tidak sabar Matthew membuka bajunya dan dia akan membawa Vivian terbang ke dalam gelombang kenikmatan yang tiada tara.


Vivian mengerang karena sentuhan yang Matthew berikan. Sentuhan dari jarinya, bibirnya dan lidahnya benar-benar membuatnya melayang.


Matthew menikmati setiap jengkal tubuh Vivian tanpa melewatkannya dan pada saat Vivian memohon dan menginginkan dirinya, Matthew segera menyatukan tubuh mereka berdua.


Vivian tampak seksi di bawah kendalinya dan erangan yang keluar dari bibir seksinya semakin membakar api gairahnya. Vivian mencengkram lengan kokoh Matthew saat Matthew semakin menggerakkan tubuhnya dengan cepat.


Permainan mereka semakin panas tapi tidak lupa, Matthew membisikkan cinta di telinga Vivian dan memberikan ciuman lembut untuk kekasih hatinya.


Wajah Vivian dipenuhi senyuman dan menunjukkan jika dia sangat bahagia dicintai oleh Matthew.


"Matth, i love you," ucap Vivian saat mereka hampir mencapai puncak kenikmatan.


"I love you too babe," jawab Matthew seraya menunduk dan mengecup bibirnya.


Vivian semakin mencengkram lengan Matthew dengan erat saat Matthew semakin mempercepat gerakannya dan tidak lama kemudian, mereka berdua mengerang saat mencapai klimaks.


Mereka berdua tampak terengah-engah dan senyum penuh kebahagiaan menghiasi wajah mereka.


Matthew mengusap dahi Vivian dan menciumnya, "I love you," bisiknya lagi.

__ADS_1


"Me too," jawab Vivian seraya memeluk leher Matthew dengan erat.


Dia sangat berharap Carlk tidak mencarinya lagi tapi bukan Carlk yang akan menjadi penghalang terbesar hubungan mereka berdua.


__ADS_2