Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Rencana untuk menangkap si penghianat


__ADS_3

Suasana di agensi seperti biasa saat Vivian datang, tapi kali ini perhatiannya tertuju pada seseorang yang dia yakini adalah penghianat. Orang itu tidak akan lepas dari pantauannya apalagi dia sudah mendapatkan sebuah cara yang bagus untuk menangkapnya.


Sebelum datang ke kantor, dia sudah membuat sebuah kesepakatan dengan Matthew dan mereka akan memainkan sebuah peran untuk memancing si penghianat dan menjebaknya.


Beberapa jam yang lalu, saat Vivian masih di rumah dan baru saja selesai mandi. Vivian duduk di sisi ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Dia diam saja sambil memikirkan cara untuk menjebak si penghianat.


Vivian masih serius mengeringkan rambutnya tapi pada saat itu, kejadian-kejadian yang dia alami selama dia di Amerika untuk menangkap buronannya bermunculan satu persatu di ingatannya.


Selama ini, entah kenapa para rekannya sangat ingin tahu siapa yang membantunya dan dia rasa, memang sebagian dari mereka hanya penasaran saja tapi mengenai si penghianat, dia rasa ada seseorang yang memerintahkannya untuk mencari tahu siapa yang membantunya dan mungkin saja keberadaan orang yang membantunya selama ini menjadi sebuah ancaman untuk orang itu. Dia tidak tahu kenapa dan untuk apa tapi dia merasa seperti itu.


Bukan tanpa alasan Vivian mulai curiga apalagi saat kejadian yang dia alami di rumah dinasnya. Terus terang saja, yang tahu rumahnya selain Matthew dan para agen, tidak ada lagi yang tahu.


Pertama, dia sangat melupakan hal ini. Waktu itu, ketika dia sedang memasang sensor di rumahnya, seorang kurir mengantarkan surat tantangan dari buronan berinisial M untuknya dan saat itu dia belum kenal dengan Matthew dan yang kedua, saat dua orang menyerangnya dan hendak membunuh pria yang membantunya, dia rasa mereka salah sasaran karena ternyata Matthew tidak punya hutang dan mereka bukan depcolector seperti yang dia duga.


Setelah menyatukan dua kejadian ini dia semakin yakin jika buronannya yang berinisial M tahu keberadaannya dan tahu jika ada yang membantunya dari si penghianat. Kemungkinan orang itu meminta si penghianat untuk mencari tahu siapa yang membantunya melalui rekan-rekan yang penasaran. Sungguh dia tidak memikirkan hal ini sama sekali.


Vivian masih mengeringkan rambutnya yang basah dan pada saat itu, sebuah ide muncul di kepalanya. Selama ini mereka penasaran dengan orang yang membantunya bukan? Sepertinya dia tidak perlu menyembunyikan hal ini lagi pada rekannya.


Sekarang dia akan menunjukkan pada mereka siapa yang membantunya dan tentu saja dia tidak akan menunjukkan wajah Matthew secara langsung karena dia akan meminta Matthew menyamar.


Ini ide yang bagus dan dia akan meminta Matthew membantunya dan bekerja sama dengannya. Semoga saja Matthew tidak menolak dengan ide cemerlangnya.


Pada saat Vivian masih menyusun idenya, Matthew menghampirinya dan duduk di samping Vivian, "Berikan padaku babe, aku akan membantumu mengeringkannya," ucap Matthew.


"Thanks," Vivian memberikan handuknya dan membiarkan Matthew mengeringkan rambutnya.


"Matth."


"Yes babe?"


"Aku sudah dapat ide bagus untuk menjebak si penghianat."


"Wow, begitu cepat?"


"Ya, tapi aku butuh bantuan dan kerja samamu, apa kau mau membantuku menangkap si penghianat itu Matth?"


"Tentu saja. Bukankah sudah aku katakan padamu jika aku akan membantumu?" jawab Matthew sambil mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"Thanks, aku tahu kau yang terbaik."


"Oh babe, aku memang yang terbaik dari yang terbaik jadi katakan padaku, apa rencanamu untuk menangkap si penghianat?"


"Kau tahu kenapa aku tidak mau ada yang melihatmu bersama denganku?"


"No," jawab Matthew singkat.


"Aku melakukan hal itu karena para rekan kerjaku sangat ingin tahu siapa yang membantuku selama ini. Itulah sebabnya aku tidak ingin ada yang tahu tapi sekarang, aku akan menunjukkan pada mereka siapa yang membantuku dan jika bisa aku akan mempertemukan kau dengan mereka."


"Oh ya? Jadi kau tidak takut lagi jika mereka tahu bahwa akulah yang membantumu selama ini?"


"Yes, lagi pula biarkan mereka melihatmu dan kau berkata tidak takut dengan siapapun bukan?" Vivian memalingkan wajahnya dan melihat Matthew sambil tersenyum.


"Oh babe, tentu saja aku tidak takut dengan siapapun dan apapun jadi katakan apa yang harus aku lakukan?"


Vivian memalingkan wajahnya kembali dan Matthew masih mengeringkan rambutnya.


"Dengar, aku akan menunjukkan pada mereka jika kau yang membantuku tapi kau tidak akan menjadi matthew Smith karena aku akan memintamu menyamar."


"Oh ya? Aku harus menyamar jadi apa?"


"Tapi ingat sayang, ada imbalannya!" ucap Matthew.


"Pasti! Aku akan meminta adikmu untuk membantuku jadi tunggulah. Kau harus menghayati peran terlebih dahulu agar kau berperan dengan baik saat harinya tiba, oke?"


"Menghayati peran? Maksudnya? Apa mereka akan bermain drama?" tanya Matthew dalam hati.


"Hei babe, memangnya apa peranku?"


"Kau akan tahu nanti Mr Smith, ingat kau sudah berjanji dan tidak bisa menolak!" Vivian bangkit berdiri dan sebelum beranjak, Vivian mengecup bibir Matthew sejenak.


Dia berjalan menuju lemari pakaian sedangkan Matthew memandanginya dengan tanda tanya di hati. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Vivian?


Apapun itu dia harap bukan hal yang aneh karena dia sudah berjanji dan tidak bisa menolak permintaan Vivian untuk membantunya.


Tidak ingin membuang waktu karena dia sudah harus pergi ke kantor, Vivian segera keluar dari kamar setelah memakai bajunya untuk sarapan dan Matthew mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Selama sarapan Vivian memandangi Matthew dan membayangkan Matthew nanti saat bertemu dengan rekannya. Karena hal itu membuat Vivian tertawa dan Matthew benar-benar curiga dengan rencana Vivian.


Dia benar-benar merasa bukan hal yang bagus dan dia sudah menanyakan apa yang direncakan oleh Vivian tapi gadis itu belum mau mengatakannya dan hanya tertawa dan segera pergi ke kantor.


Saat mengingat kejadian tadi pagi, Vivian tersenyum. Rasanya sudah tidak sabar melihat ekspresi Matthew nanti tapi sebelum itu, dia harus meminta bantuan Ainsley.


Vivian meraih ponselnya dan menuliskan pesan untuk Ainsley dan tidak lama kemudian, Ainsley membalas pesannya dan setuju untuk membantunya apalagi ini kejadian langka.


Selama Vivian mengirimkan pesan untuk Ainsley, Patrik menghampiri Vivian dan menepuk bahunya.


"Angel, kapten Willys mencarimu."


"Oh baiklah, terima kasih," jawab Vivian sambil tersenyum.


"Kau sepertinya sedang senang?" tanya Patrik sambil melihat wajah Vivian dengan penuh selidik.


"Ya, seperti yang kau lihat."


"Boleh aku tahu apa yang membuatmu senang?" tanya Patrik penasaran.


"Tidak! Tapi Patrik, boleh aku minta bantuanmu?" pinta Vivian.


"Katakan, apa yang bisa aku lakukan untukmu?"


"Tapi ini rahasia dan aku tidak ingin ada rekan kita yang tahu."


"Katakan Angel, aku pasti akan membantumu?"


"Dengar?" Vivian bangkit berdiri dan berbisik di telinga Patrik dan setelah mendengar permintaan Vivian, Patrik mengangguk.


"Serahkan padaku!"


"Thanks," ucap Vivian dan dia segera melangkah pergi.


Sepasang mata melihatnya dengan penuh selidik saat itu tapi Vivian hanya tersenyum karena sebentar lagi dia pasti akan menangkap si penghianat itu.


BACA YA 👇👇

__ADS_1


#Autor udah kayak detektif nulis cerita ini 😅 Mungkin ada yang kecewa, bosan dengan alurnya tapi ini bukan hanya tentang cinta yang ketemu, jatuh cinta trus nikah. Disini autor mau nunjukkin kalau musuhnya juga kuat ngak kayak sebelumnya yang cuma rencana, serang, tebas trus mati. Mungkin juga ada yang merasa bertele-tele karena kasus lama terkuak tapi semua perlu proses dan lagi pula, penjahat Ln beda dengan penjahat Indo. Yang suka nonton CSI pasti paham, satu kasus lama banget terkuaknya. Mungkin alurnya akan sedikit panjang karena melibatkan banyak orang dan profesi Vivian benar-benar autor tunjukin di sini sambil menguak kasus dan menuju konflik. So jangan bosan ya 😘😘#


__ADS_2