
Setelah selesai memberi hukuman pada Ella dan Austin, Matthew segera kembali ke kantor karena dia ingin mengambil foto yang diletakkan Michael di atas mejanya.
Dia akan memperlihatkan foto itu pada Vivian dan mengatakan wanita yang dimaksud oleh Ella. Dia curiga jangan-jangan wanita itu adalah rekan Vivian yang baru datang dari Inggris. Semua bisa saja terjadi dan dia akan meminta Vivian untuk waspada dan hati-hati.
Selama diperjalanan menuju kantor, Matthew mencoba menghubungi Vivian karena dia ingin tahu keadaan Vivian tapi sayangnya, Vivian tidak bisa dihubungi. Itu karena Vivian sedang sibuk saat ini bersama dengan kedua rekannya.
Setelah situasi di Greens restoran aman, Vivian dan Patrik segera kembali ke kantor. Vivian meminta Patrik mencari orang yang telah membawa Ella kabur karena Vivian belum tahu jika Ella dibawa oleh anak buah Matthew.
Dia tidak bisa menanganinya karena dia harus pergi dengan Charlie dan Felicia untuk mencari orang yang bernama Mosha. Mereka akan menangkap dan mengintrogasi orang ini dan lagi pula, dari data yang dia dapat dari kepolisian, Mosha dinyatakan terlibat dengan beberapa kasus seperti penjualan obat terlarang dan sebuah pembunuhan.
Polisi memang akan menangkap Mosha hari ini jadi Vivian melibatkan diri dalam kasus ini bersama kedua rekannya. Dia melakukan hal seperti itu agar kedua rekannya tidak curiga jika dia sudah mencurigai Gary sebagai buronan mereka dan ini hanya untuk mengelabui mereka saja.
Berpura-pura belum mencurigai siapapun lalu membantu menyelesaikan tugas polisi untuk menangkap Mosha. Anggap saja sambil menyelam minum air jadi dia bergabung dengan anggota polisi untuk menangkap Mosha.
Walau Mosha hanya penjahat biasa tapi tidak boleh meremehkannya dengan sembarangan karena dia memiliki banyak anak buah.
Mereka menuju sebuah tempat di mana Mosha akan bertransaksi, sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai menjadi tempat Mosha melancarkan kejahatannya.
Dia akan bertransaksi dengan seorang rekan bisnis di sana karena tempat itu aman untuk melakukan transaksi tapi Mosha tidak tahu jika polisi sudah mengetahui aksinya.
Begitu mereka tiba, mereka memasuki tempat itu sambil membawa senjata api laras panjang, mereka menaiki tangga dan tampak waspada untuk mencapai ruangan di mana Mosha berada dan tempat itu agap gelap yang hanya di sinari oleh cahaya matahari yang masuk melalui jendela-jendela kaca yang sudah pecah.
Tangga demi tangga dinaiki oleh mereka, mereka semakin waspada saat hendak tiba di mana Mosha berada. Mereka menghentikan langkah mereka sejenak dan mengangkat senjata api mereka dan setelah itu mereka mengangguk tanda mereka sudah siap menyergap.
Dalam hitungan ketiga, mereka segera berlari menaiki anak tangga yang tersisa dan langsung menodongkan senjata api mereka ke dalam ruangan di mana transaksi sedang berlangsung.
"Angkat tangan!" perintah salah seorang polisi yang ada di barisan depan.
Mosha dan anak buahnya sangat kaget begitu juga dengan rekan bisnisnya karena mereka tiba-tiba disergap oleh tiga anggota FBI dan sekumpulan polisi. Mereka segera mengarahkan senjata api mereka yang memang sudah ada di tangan ke arah ketiga agen dan polisi yang sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian baku tembak terjadi, dua kubu penjahat bersatu melawan penegak hukum. Vivian dan kedua rekannya menembaki para penjahat yang ada di dalam begitu juga dengan para polisi yang ada bersama dengan mereka dan tentunya mereka juga di hujani dengan timah panas oleh dua kubu penjahat.
Target mereka adalah Mosha dan mereka harus menangkap Mosha hidup-hidup tapi jika kondisi tidak memungkinkan maka mereka terpaksa melumpuhkan pria itu.
Untuk menghindari peluru, mereka bersembunyi dibalik dinding dan ketiga agen menyusun strategi dari persembunyian mereka.
"Kita harus menangkap pria itu hidup-hidup," ucap Charlie.
"Punya rencana bagus?" tanya Vivian.
"Bom asap," jawab Felicia.
"Baik, aku akan melempar bom asap setelah itu kita serang," perintah Vivian sedangkan kedua rekannya mengangguk.
Setelah sepakat dan memberi aba-aba pada polisi yang ada di sana juga tidak mau membuang waktu, Vivian mengambil bom asap dari pinggangnya, memutar benda itu dan segera melemparkannya ke dalam. Tidak lama kemudian, ledakan terjadi dan asap mulai menyebar, Vivian dan kedua rekannya segera menyergap masuk setelah memakai penutup wajah agar mata mereka tidak perih dan pernapasan mereka tidak terganggu jika terpapar asap begitu juga dengan para polisi
Mereka terus menembaki para penjahat yang terlihat dan terkadang memuluk mereka untuk melumpuhkannya.
Selama mereka sibuk, Mosha keluar dari persembunyiannya dan berlari keluar, dia harus menyelamatkan diri tapi pada saaat itu Felicia melihat Mosha dan segera memanggil kedua rekannya.
"Dia lari!" teriak Felicia sambil berlari keluar.
Vivian dan Caharlie segera mengikuti felicia yang berlari ke atas untuk mengejar Mosha dan sebelum keluar, Vivian meminta para polisi untuk mengamankan tempat itu. Masker wajah mereka lepaskan dan mereka mengejar Mosha yang berlari ke atas.
Aksi kejar mengejar terus terjadi sedangkan Mosha mengumpat kesal. Dia terus berlari ke atas bangunan dan ketika sudah tiba di atap, dia tampak panik karena jalan buntu yang dia dapat.
Mosha berlari kebagian sisi dan melihat bangunan yang lumayan jauh dari tempatnya saat ini, sebaiknya dia melompati bangunan itu untuk menyelamatkan diri dari pada tertangkap karena bisa dia tebak, jika dia tertangkap dia akan dipenjara seumur hidup.
Vivian dan kedua rekannya sudah mencapai atap dan ketika mereka tiba, Mosha sudah siap mengambil ancang-ancang untuk melompati gedung.
__ADS_1
Mereka langsung menghujani Mosha dengan timah panas tapi Mosha berlari dengan kecepatan tinggi dan segera melompat ke bangunan lain yang lumayan jauh.
"Sialan!" umpat Felicia kesal dan mereka terus menembaki Mosha tapi Mosha sudah mencapai bangunan lain dan segera lari.
"Lompat!" ajak Vivian.
"Kau gila Angel?" ucap kedua rekannya karena jarak gedung satu ke gedung lain lumayan jauh.
Vivian sudah melangkah mundur dan mengambil ancang-ancang, senjata api laras panjangnya sudah dia simpan ke belakang.
"Jika dia bisa maka kita juga harus bisa dan kita harus menangkapnya!" ucap Vivian dan dalam hitungan ketiga, Vivian berlari dengan sekuat tenaga dan melompati gedung dengan ketinggian puluhan lantai.
"Angel!!" teriak kedua rekannya karena mereka khawatir Angel akan gagal. Jika gagal maka dia akan berakhir mengenaskan di bawah sana.
Vivian sangat yakin jika dia bisa, seharusnya dia menyanyikan lagu "I Believe I Can Fly" ketika dia mau melompat agar lebih dramatis dan jika perlu dia akan merentangkan kedua tangannya agar seperti burung tapi ini bukan waktunya bercanda.
Tidak lama kemudian tubuhnya mendarat di lantai bangunan dan terguling beberapa kali.
Charlie dan Felicia saling pandang, Angel memang agen nekat dan mereka juga tidak punya pilihan selain menyusul rekan mereka.
Mereka juga mengambil ancang-ancang dan tidak lama kemudian mereka segera melompat ke bangunan lain.
Mereka juga mendarat dengan selamat dan segera menyusul Vivian yang sudah mengejar Mosha terlebih dahulu, salah satu dari mereka berharap jika dia bisa menemukan Mosha karena dia akan mengajak penjahat itu bekerja sama dengannya.
Mosha terus berlari dan mencari tempat untuk bersembunyi sedangkan Vivian masih mengejarnya dan ketika Charlie dan Felicia sudah bisa mengejar Vivian, mereka sepakat untuk berpencar.
Mereka segera berpencar untuk mencari Mosha yang sedang bersembunyi sedangakn Mosha tampak kesal dan memaki dibalik persembunyiaannya.
Cukup lama dia berada di sana dan setengah jam telah berlalu, tidak ada pergerakan apapun jadi Mosha berpikir ketiga agen itu sudah pergi karena tidak menemukannya. Dia keluar dari persembunyiannya untuk melihat situasi tapi sayang, sebuah pistol menempel di belakang kepalanya saat itu.
__ADS_1
"Jangan bergerak! Jika kau ingin hidup dan bebas sebaiknya bekerja sama denganku!"
Mosha mengangkat tangannya dan diam saja, apa maksud ucapan wanita itu dan bisa dia tebak, wanita yang ada di belakangnya adalah salah satu agen yang mengejarnya. Tapi kenapa dia mengajaknya bekerja sama?