
Matthew sangat ingin tahu bagaimana pertemuan Vivian dengan Jager Maxton. Terus terang saja dia merasa jika Jager menganggap Vivian sebagai putrinya.
Entah kenapa Jager melakukan hal itu padahal putrinya sudah tiada, walaupun wajah Vivian mirip dengan istrinya tapi tidak seharusnya Jager melakukan hal seperti itu.
Meski dia menginjinkan Vivian bertemu dengan Jager sebaiknya dia meminta Vivian berhati-hati, jangan sampai ada maksud terselubung yang disembunyikan oleh Jager Maxton dan Damian.
Setelah kembali dari makan siang, Matthew segera menghubungi Vivian. Dia ingin tahu apa yang dibicarakan oleh Jager dan Damian dan dia sangat berharap, itu hanya makan siang biasa.
Untungnya saat itu, Vivian sudah tiba dan baru saja menghentikan motornya. Vivian segera mengambil ponselnya dan tersenyum melihat Matthew menghubunginya.
"kenapa? Apa kau merindukanku?" tanya Vivian menggoda.
"Ck, kau mengembalikan pertanyaanku sekarang!" jawab Matthew sedangkan Vivian terkekeh.
"Aku hanya bercanda, ada apa?"
"Aku hanya ingin tahu, apa yang Jager dan Damian bicarakan saat kalian bertemu tadi?"
"Tidak ada hal penting."
"Oh ya?"
"Ya, tapi dia menanyakan siapa orang tuaku dan asal usulku, aku sedikit tidak nyaman dengan hal ini Matth. Aku tidak tahu kenapa dia sangat ingin tahu dan aku sungguh tidak mau bertemu dengan mereka lagi."
"Dia menanyakan identitasmu lagi?"
"Ya, aku tidak tahu kenapa dia sangat ingin tahu dan sebaiknya aku berhati-hati dengan mereka," jawab Vivian.
"Baiklah, kau memang harus berhati-hati karena kita tidak tahu apa tujuannya."
"Ya, aku jadi menaruh curiga dengan mereka dan entah apa tujuan mereka ingin tahu identitasku."
"Baiklah babe, tidak perlu kau pikirkan. Cukup jauhi mereka dan jangan terlalu sering bertemu dengan mereka."
"Pasti Matth, terima kasih aku sudah harus kembali bekerja."
"Oke, i love you babe," ucap Matthew sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.
Vivian tersenyum dan masuk ke dalam kantor sedangkan Matthew tampak memikirkan sesuatu, kenapa Jager Maxton sangat ingin tahu identitas Vivian?
Sepertinya kecurigaannya memang benar, Jager menyembunyikan sesuatu. Jangan sampai hal ini bisa mencelakai Vivian dan sebaiknya mereka waspada.
__ADS_1
Memang sangat aneh tiba-tiba Jager Maxton sangat ingin tahu identitas Vivian padahal sebelum melihat Vivian, Jager Maxton tidak ingin menemuinya.
Karena banyak pekerjaan jadi Matthew tidak memikirkan hal ini lebih lanjut. Dia akan membahas hal ini dengan Vivian di rumah dan sebaiknya dia segera menyelesaikan pekerjaannya tapi pada saat itu James mengetuk pintu ruangan dan masuk ke dalam untuk memberi laporan.
"Master, Jager Maxton ingin bertemu denganmu untuk membicarakan hal penting."
Matthew sangat heran, Jager Maxton? Untuk apa dia menemuinya dan hal penting apa yang ingin dia bicarakan? Sepertinya memang ada yang tidak beres.
"Bawa dia masuk!" perintahnya sedangkan James mengangguk dan segera keluar.
Jager sangat senang ketika James membawanya menuju ruangan pribadi Matthew dan begitu melihat Jager Maxton juga Damian, Matthew menyambut mereka dengan sopan.
"Selamat siang tuan Max, ada apa mencariku? Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Selamat siang tuan Smith, aku datang kemari ingin membicarakan hal penting dan tentu untuk meminta bantuanmu," jawab Jager.
"Baiklah, mari duduk," Matthew membawa tamunya menuju sebuah sofa dan mereka segera duduk bersama.
Sebelum mendengarkan permintaan Jager, Matthew meminta James untuk menyediakan minuman dan setelah James keluar, Jager mulai terlihat serius karena dia tidak ingin membuang waktu.
"Tuan Smith, kedatangan kami ke sini untuk meminta bantuan anda dan aku harap kau mau membantuku," ucap Jager.
"Ini mengenai Angel."
Saat Jager mengatakan hal itu, Matthew memandangi Jager dengan penuh selidik. Apa maksudnya ini?
"Ada apa dengan Angel?"
"Jangan salah paham tuan Smith, kami hanya merasa jika dia putri daddy yang hilang dua puluh lima tahun yang lalu," jawab Damian.
"Apa maksudnya? Bukankah istrimu meninggal saat melahirkan putrimu tuan Max? Dan aku juga tidak lupa, putrimu juga meninggal lalu apa maksud kalian mengatakan jika Angel adalah putrimu yang hilang dua puluh lima tahun yang lalu? Ini bukan lelucon kalian saja bukan?" Matthew sedikit kaget mendengarnya dan matanya yang tajam ,tidak lepas dari Maxton dan Damian. Seperti yang dia duga, memang ada yang mereka sembunyikan.
"Tuan Smith, sebenarnya bukan itu yang terjadi pada istri dan putriku dan aku berkata demikian karena suatu alasan."
"Lalu? Kenapa kalian tiba-tiba berkata jika Angel adalah putrimu yang hilang? Apa kalian punya bukti?"
"Ada," jawab Jager dengan cepat. Sesuai dengan perkiraan mereka, Matthew pasti tidak akan percaya begitu saja dan meminta bukti. Sebab itulah dia sangat membutuhkan hasil tes DNA supaya Matthew percaya dan mau membantu mereka.
"Beberapa hari yang lalu, aku membongkar makam istriku dan mengambil sampel milik bayi yang dimakamkan bersama dengannya. Aku melakukan tes DNA karena aku ingin tahu dia putriku atau bukan dan ternyata hasilnya Negatif. Bayi yang dimakamkan bersama dengan istriku bukanlah putriku. Jika aku tidak melihat Angel maka aku tidak akan melakukan hal ini," ucap Jager seraya memberikan hasil tes DNA kepada Matthew.
Matthew mengambilnya dan melihatnya, tapi dia tidak akan percaya begitu saja apalagi hanya dengan sebuah hasil tes.
__ADS_1
"Maaf tuan Max, walaupun kau memberikan hasil tes ini tapi aku tidak akan percaya begitu saja dan asal kalian tahu, kedua orangtua Angel masih hidup, bagaimana mungkin tiba-tiba dia bisa menjadi putrimu?"
"Tuan Smith, kami mengatakan hal ini bukan tanpa alasan," ucap Damian.
"Jika begitu katakan apa alasan kalian dan jika masuk akal maka aku akan membantu kalian," pinta Matthew.
"Baiklah, dengarkan aku tuan Smith dan aku harap kau mau membantuku setelah ini," jawab Jager Maxton.
Matthew mengangguk, apapun itu akan dia dengarkan tapi dia merasa mereka tidak sedang membohonginya walaupun terasa janggal tiba-tiba Jager mengatakan jika Vivian adalah putrinya yang hilang, apa telah terjadi sebuah kesalahan dua puluh lima tahun yang lalu?
"Dua puluh lima tahun yang lalu istriku diculik setelah melahirkan putriku. Aku sudah mencarinya ke mana-mana tapi aku tidak bisa menemukannya tapi suatu hari, dua orang petugas mengatakan jasad istri dan putriku ada di rumah sakit dan jasad mereka dikirim dari Inggris. Mereka juga mengatakan jika istriku menjadi korban akibat bentrokan tentara dan penjahat. Satu kesalahan yang aku lakukan saat itu adalah, aku tidak memastikan bayi yang dikirim bersama dengan jasad istriku, dia anakku atau bukan karena saat itu kondisi bayi hangus terbakar."
Matthew mencerna satu persatu ucapan Jager Maxton, Inggris? Vivian dari Inggris dan kakeknya seorang mantan tentara, apa ini hanya kebetulan belaka?
"Jika aku tidak bertemu dengannya maka aku akan menganggap putriku memang sudah tiada sampai saat ini tapi Angel? Tidak saja wajahnya mirip dengan istriku tapi mereka juga memiliki beberapa kemiripan lainnya jadi aku mohon padamu tuan Smith, bantulah aku untuk membuktikan dia putriku atau bukan?" pinta Jager memohon.
"Untuk apa aku melakukan hal ini untukmu tuan Jager? Mirip belum tentu sedarah, apa kau punya bukti lainnya yang bisa meyakinkan aku?" tanya Matthew lagi karena dia memang sengaja dan tidak ingin mengambil keputusan dengan terburu-buru.
"Tanda lahir, putri daddy memiliki tanda lahir di belakang telinganya," jawab Damian.
"Benar, putriku punya tanda lahir. Apa Angel memilikinya?" Jager membenarkan ucapan putranya.
Matthew bangkit berdiri dan berjalan menuju jendela dan tampak berpikir, dia sangat ingat pernah melihat sebuah tanda di belakang telinga Vivian dan sepertinya permasalahan ini tidaklah mudah.
Pada saat itu James masuk ke dalam sambil membawa minuman bersama dengan Michael yang baru saja selesai membahas pekerjaan dengan karyawannya. Michael melihat ketiga orang yang begitu serius dan sepertinya dia sudah melewatkan sesuatu yang menarik tapi tiba-tiba saja Jager Maxton bangkit berdiri dan setelah itu, dia berlutut di atas lantai dan hal itu mengagetkan mereka semua.
"Aku mohon padamu tuan Smith, aku sudah merindukan putriku selama dua puluh lima tahun dan kau dekat dengannya jadi hanya kau yang bisa membantuku," mohon Jager Maxton.
"Oh Tuhan, apa yang tuan Max lakukan?" Matthew mendekati Jager dan membantunya bangkit berdiri.
"Aku benar-benar memohon padamu. Aku sangat ingin tahu apa dia putriku atau bukan jadi bantulah aku," jawab Jager seraya memegangi tangan Matthew dan memandanginya dengan tatapan memohon.
"Baiklah, tapi tuan Max tidak perlu melakukan hal seperti ini. Ayo kembali duduk, kita bicarakan hal ini baik-baik. Aku pasti akan membantumu tapi asal kau tahu, jika terbukti Angel adalah putrimu aku rasa dia tidak akan mempercayainya dan menerima hal ini dengan mudah."
"Tidak apa-apa tuan Smith, mungkin dia akan marah dan membenciku tapi aku akan berusaha meyakinkannya jika aku sungguh tidak tahu jika dia masih hidup."
"Baiklah, aku akan membantumu tapi berjanjilah padaku satu hal, jika dia memang putrimu dan menolakmu maka kalian tidak boleh memaksanya untuk segera mengakuimu sebagai ayahnya karena dia pasti akan shock mengetahui bahwa kau adalah ayah kandungnya," pinta Matthew. Sekarang terjawab sudah kenapa Jager sangat ingin tahu identitas Vivian.
"Aku berjanji," Jawab Jager.
Dia tahu semua itu perlu proses dan dia juga berharap, jika Vivian terbukti adalah putrinya, Vivian mau memaafkan kesalahan yang telah dia perbuat dua puluh lima tahun lalu.
__ADS_1