Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Kapan kau akan melamarnya?


__ADS_3

Di rumah sakit, Vivian dan keluarganya sedang berdiskusi karena mereka sudah diperbolehkan untuk pulang tapi mereka ragu untuk kembali ke rumah yang semula mereka tempati.


Mereka berinisiatif mencari rumah lain untuk mereka tinggali selama mereka berada di Amerika tapi Mariam memutuskan untuk pulang ke Inggris bersama dengan paman dan bibinya. Keluarga mereka sudah baik-baik saja jadi mereka memutuskan pulang tapi mereka akan kembali lagi untuk menghadiri pesta pernikahan Vivian nanti.


Lagi pula Mariam ingin mengajak suami dan putranya datang untuk menghadiri pesta pernikahan adiknya. Mereka bahkan sudah memesan tiket penerbangan untuk kembali ke Inggris dan tentunya Vivian sangat senang.


Besok Vivian harus berangkat ke kantor karena dia harus memberi beberapa laporan. Mosha sudah dijatuhi hukuman mati dan akan segera dieksekusi. Dia sudah diyakini sebagai buronan berinisial M yang dicari pemerintahan Inggris dan Amerika. Itu berkat kesaksian yang dia berikan sesuai perintah Felicia tapi sayangnya Mosha tidak tahu jika Felicia tidak pernah akan menyelamatkannya seperti yang sudah pernah dijanjikan olehnya.


Terbuktinya Mosha sebagai buronannya itu berarti tugasnya di Amerika sudah selesai. Sepertinya tidak lama lagi Kapten Ston akan memintanya kembali ke Inggris dan memberinya tugas yang baru tapi sayangnya, dia mau mengundurkan diri.


Semoga Kapten Ston menerima keputusannya dan mengirim orang lain untuk menangani kasus yang ada di Meksiko. Lagi pula banyak agen yang berbakat dan mereka pasti bisa menanganinya.


Selagi Vivian berbicara dengan keluarganya, Matthew menghubunginya karena dia ingin memberi kabar dan meminta Vivian menunggu sebentar lagi.


Vivian berjalan pergi untuk menjawab telepone dari Matthew sambil tersenyum.


"Ada apa, Matth? Apa kau belum kembali?"


"Tentu sudah, Sayang. Tapi tunggu aku sebentar karena aku mau pulang mandi," jawab Matthew.


"Baiklah, tidak perlu terburu-buru. Aku juga sedang membahas masalah tempat tinggal dengan keluargaku."


"Ada apa?" tanya Matthew heran.


"Bukan hal serius, besok keluargaku sudah bisa keluar dari rumah sakit tapi mereka tidak mau kembali ke rumah yang mereka tempati semula jadi aku harus mencari rumah lain untuk mereka tempati selama mereka ada di Amerika," jawab Vivian.


"Serahkan padaku, kalian tidak perlu memikirkannya."


"Benarkah?"


"Yes, aku akan memerintahkan James mencari tempat nyaman untuk kalian jadi percayalah padaku."


"Baiklah Mr. Smith, aku tahu kau bisa diandalkan."


"Tentu saja, jadi jangan ragu mengatakan padaku jika ada sesuatu."


"Baiklah, nanti kita bicara lagi. Kakek memanggilku," ucap Vivian.


"Tunggu aku di sana, oke?"


"Oke," jawab Vivian dan dia segera menghampiri kakeknya.


Di perjalanan pulang, Matthew tampak berpikir. Dia sedang memikirkan cara mempertemukan keluarganya dengan keluarga Vivian dan dia juga sedang memikirkan cara untuk melamar Vivian. Sepertinya dia harus mencari benda bagus yang akan dia berikan untuk Vivian ketika dia melamarnya nanti.


Begitu tiba di rumah orangtuanya, Metthew segera masuk tapi langkahnya terhenti ketika melihat keluarganya sedang berbincang di ruang keluarga. Matthew segera menghampiri mereka karena dia mendengar neneknya sedang membicarakan hal serius.


"Ada apa, Nek?" tanya Matthew dan dia segera bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Akhirnya kau pulang, Matth," ucap neneknya.


"Memangnya ada apa?"


"Apa benar keluarga Vivian ditembak di rumah lama Nenek?" tanya Alice.


"Ya, Sorry aku lupa memberitahu kalian."


"Kau dengar itu, Jac. Lagi-lagi terjadi insiden dan aku pikir rumah itu harus aku jual," ucap Alice pada suaminya.


"Apa kau tidak keberatan? Rumah itu penuh dengan kenangan keluargamu, bukan?" tanya Jacob memastikan.


"Tapi ada korban lagi yang jatuh di sana dan sebaiknya aku menjual rumah itu. Aku akan membicarakannya hal ini dengan Marry nanti."


"Terserah kau, Honey. Lakukan apa yang menurutmu baik," ucap Jacob.


"Matth, aku dengar Clarina mau pindah ke Inggris, ada apa?" tanya ibunya.


"Dia memutuskan untuk pindah, Mom. Mungkin kehidupannya akan lebih baik di sana."


"Kalian begitu dekat sejak dulu, aku kira kau akan menikah dengannya."


"Tidak, Mom. Clarina lebih cocok menjadi sahabatku, dia tidak bisa membuat hatiku bergetar dan jujur saja aku hanya mengganggapnya sebagai sahabat, tidak lebih dari itu."


"Baiklah, Mommy tahu kau sudah menentukan pilihan. Tapi kapan kau akan melamarnya?" tanya ibunya.


"Jangan menunda terlalu lama, Matth."


"Aku tahu, Mom."


"Apa perlu aku berakting supaya dia mau segera menikah denganmu, Matth?" tanya Alice.


"Mom, seharusnya ini giliranku!" ucap Kate.


"Nenek dan Mommy tidak perlu melakukannya karena Vivian tidak keberatan untuk menikah denganku!"


"Ck, hilang sudah kesempatanku!" gerutu Kate, sedangkan Alice tertawa.


"Masih ada Michael, Mommy tidak perlu khawatir."


"Kau benar. Mommy senang mendengar kalian sudah memutuskan untuk segera menikah jadi aku akan memberikan kalung A Haritage In Bloom padamu untuk melamar Vivian."


"Tidak, Mom. Berikan itu untuk Michael saat dia mau melamar pacarnya nanti. Aku bisa membeli yang lain untuk melamar Vivian," tolak Matthew.


"Tidak, Kak. Kakak yang berhak menggunakan kalung itu untuk melamar Kakak ipar," Michael berjalan menghampiri mereka dan dia baru selesai mandi.


"Untukmu saja, Mich. Aku bisa mencari perhiasan lain."

__ADS_1


"Kak, kau lebih tua dariku dan kau juga akan menikah terlebih dahulu jadi Kakak berhak menggunakan kalung itu untuk melamar Kakak Ipar," ucap Michael.


"Aku hanya lebih tua beberapa menit saja darimu!" ucap Matthew sedangkan Michael terkekeh.


"Michael benar sayang, kalung ini hanya ada satu-satunya di dunia dan ini peninggalan dari Grandmother kalian. Kita tidak bisa memecahnya menjadi dua jadi kau yang berhak menggunakannya. Lagi pula Mommy masih ada dua kalung yang bisa Michael gunakan nanti untuk melamar pacarnya," ucap ibunya.


"Tapi, Mom?"


"Sudahlah, Kak. Gunakan kalung itu untuk melamar Kakak ipar. Dia pasti akan senang mendapatkannya," ucap Michael.


"Baiklah jika begitu, aku akan melamar Vivan menggunakan kalung itu tapi aku harus mempertemukan kalian dengan keluarganya terlebih dahulu," ucap Matthew setuju.


Sesungguhnya dia tidak mau dan lebih suka jika Michael yang mendapatkan benda itu untuk melamar pacarnya nanti, tapi ibunya sudah memutuskan dan dia akan mengikutinya. Lagi pula Michael tidak keberatan jadi mereka tidak perlu bertengkar hanya karena sebuah kalung.


"Apa keluarganya sudah baik-baik saja? Apa kami harus pergi menjenguk mereka?" tanya Kate.


"Besok mereka sudah boleh pulang jadi Mommy tidak perlu khawatir. Keadaan ayah Vivian juga sudah membaik jadi mungkin dalam waktu dekat kalian sudah bisa bertemu."


"Apa kau sudah mengabari yang lain, Boy?" tanya Albert.


"Aku akan melakukannya nanti, Dad. Aku pasti akan mengabari mereka."


"Bagus, kami akan membantumu menghubungi yang lainnya," ucap ayahnya.


"Aku sudah tidak sabar," jawab Kate.


"Tidak sabar untuk apa, Darling?" tanya Albert.


"Ck, tentu saja menyambut menantu pertamaku dan aku sudah tidak sabar ingin menggendong cucu," jawab Kate.


"Bagaimana jika kita taruhan," ucap Jacob.


"Please, Dad. Kenapa kau suka taruhan?" tanya Albert.


"Karena ini menyenangkan. Ayolah, hidup itu harus dinikmati. Jangan terlalu serius. Adakalanya kita serius, adakalanya kita harus bercanda jadi bagaimana jika kita membuat taruhan?"


"Kakek, kau tidak lupa bukan jika kau harus menari perut di acara pernikahanku nanti?" tanya Matthew.


"Apa? Sejak kapan aku setuju akan menari perut di acara pernikahanmu?"


"Kakek sudah berjanji sebaiknya Kakek tidak lupa," jawab Matthew.


"Sembarangan! Apa aku sudah gila?" ucap Jacob sedangkan yang lain tertawa.


"Ayolah, Jac. Hidup harus dinikmati," ucap Alice.


"Jangan mengembalikan perkataanku!" ucap Jacob tidak terima.

__ADS_1


Mereka kembali tertawa, sepertinya sebentar lagi rumah mereka akan menjadi ramai karena yang lainnya pasti akan pulang untuk menghadiri acara pernikahan Matthew. Mereka sudah tidak sabar menantikan hari itu tiba di mana mereka bisa berkumpul dengan yang lainnya.


__ADS_2