
Mereka bertiga dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan dan lagi-lagi, tiga buah kandang ditutupi dengan kain hitam.
Dari dalam sana terdengar suara binatang yang mendesis. Itu karena bau darah yang terdapat pada tubuh Gary dan Thomas. Para binatang yang ada di dalam sana sudah kelaparan karena mereka tidak diberi makan sejak pagi.
Mereka bertiga berlutut di depan kandang dan lagi-lagi Bruke harus memilih. Entah apa yang ada di balik kain hitam tersebut dia sendiri tidak tahu.
Sebuah kursi sudah diletakkan di depan kandang dan Matthew duduk di sana. Dia benar-benar puas melihat keadaan Gary dan hari ini semuanya akan berakhir.
Bruke gemetar, dia tidak bisa membayangkan apa yang ada di dalam sana tapi setidaknya, dia masih bisa memilih cara kematiannya sendiri. Dari pada dicabik oleh binatang peliharaan Matthew, lebih baik dia langsung ditembak mati.
Suara binatang buas yang mendesis kembali terdengar karena di balik kain hitam, para binatang sudah tampak gelisah. Mereka pasti akan menerkam mangsa mereka jika itu di alam liar tapi sayang, pagar besi menghambat gerak mereka.
"Sudah siap memilih, Bruke?" tanya Matthew.
"Tentu dan aku sudah memikirkan cara kematian yang harus aku hadapi nanti," jawab Bruke.
"Bagus! Jadi kau akan mati dengan cara apa?"
"Tembak aku! Bunuh aku dengan sekali tembakan," pinta Bruke.
"Bagaimana jika kau tidak mati dengan satu tembakan? Aku akan langsung melemparmu ke dalam kolam dan aku tidak perduli kau mau hidup atau mati."
Bruke menelan ludah, benar juga. Bagaimana jika dia tidak mati dalam satu tembakan?
"Aku tidak perduli tapi aku ingin mati sebelum binatang itu mencabik tubuhku!" teriak Bruke.
Gggrrrrrr!
Binatang yang ada di kandang semakin mendesis karena teriakan Bruke. Bruke terkejut saat itu dan semakin ketakutan.
"Mereka sudah lapar, Bruke. Aku sudah katakan jika aku orang yang tepat janji jadi kau pasti akan mati sebelum tubuhmu dicabik oleh para binatang itu."
"Kau ... kau keterlaluan, Matthew," ucap Thomas.
"Wow, katakan padaku, kenapa kau menganggap aku keterlaluan?" Matthew bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Thomas.
"Kenapa kau menyiksa kami seperti ini? Kenapa kau tidak langsung membunuh kami saja?" tanya Thomas sambil menatap Matthew yang sudah berdiri di depannya dengan tajam.
__ADS_1
"Kau tanya kenapa? Seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa kau menantangku dan ingin membunuh aku? Apa aku pernah menyinggungmu? Apa aku pernah menghancurkan keluargamu? Seharusnya sejak awal sebelum kalian bertindak, kalian melihat siapa lawan kalian terlebih dahulu."
"Tapi kau bisa membunuh kami tanpa perlu menyiksa kami!" teriak Gary.
"Inilah gaya keluargaku, Gary. Sejak dulu kami selalu menyiksa musuh kami agar musuh kami yang lain berpikir dua kali jika ingin menantang kami. Hanya segelintir orang bodoh yang akan melakukannya dan kalian termasuk orang bodoh itu. Dunia ini kejam, Gary. Jika kau tidak ingin dipukul, jangan memukul terlebih dahulu dan sekarang kalian menerima akibat perbuatan yang kalian lakukan tapi kalian berkata aku keterlaluan? Coba kalian renungkan akibat perbuatan kalian, berapa banyak nyawa yang sudah melayang karena ulah kalian? Apa kalian tidak memikirkan keluarga mereka? Jadi yang keterlaluan di sini aku atau kalian?"
Matthew kembali ke tempat duduknya, sedangkan Gary dan Thomas tampak menunduk.
"Aku melakukan hal ini hanya pada kalian saja karena kalian berani melawanku sedangkan kalian? Membunuh banyak orang yang tidak bersalah. Jika kalian tidak menantangku, apa kalian kira kalian akan ada di sini? Aku bukan orang gila yang akan menyiksa orang yang tidak bersalah jadi pilih sekarang, Bruke!" perintah Matthew.
"Sorry, Gary, Thomas. Selamat tinggal dan sampai jumpa di Neraka," ucap Bruke dan dia mulai menunjuk ke arah kandang sambil menyebut nama Gary dan Thomas.
Penutup kandang di buka dan dari dalam sana tampak dua ekor Hiena dan dua ekor Serigala yang kelaparan sedang berjalan mengelilingi kandang.
Kedua binatang itu semakin mendesis ketika aroma darah semakin tercium dan ketika melihat Gary dan juga Thomas.
Matthew bangkit berdiri dan menghampiri Bruke, sesuai dengan janjinya Bruke akan mati tanpa perlu merasakan sakitnya ketika tubuhnya dicabik oleh binatang peliharaannya.
"Apa permintaan terakhirmu, Bruke?" tanya Matthew seraya menarik pistolnya.
"Aku ingin mereka mati dengan wajah asli mereka."
"Tidak! Sialan kau, Bruke! Permintaan macam apa itu?" teriak Gary.
"Kau yakin?" tanya Matthew memastian.
"Ya, aku tidak ingin salah mengenali mereka nanti di Neraka," jawab Bruke.
Matthew tertawa dan setelah itu, dia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan permintaan Bruke menukar wajah Gary dan Thomas kembali.
Thomas dan Gary memaki dan berteriak ketika kulit yang menempel di wajah mereka dibuka dan setelah itu wajah mereka ditukar sehingga wajah mereka kembali.
"Kau puas, Bruke?" tanya Matthew.
"Ya, sekarang tembak aku!" pinta Bruke.
Dor! Dor!
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, dua tembakan Matthew lepaskan dan dua peluru itu langsung menembus kepala Bruke. Tubuh Bruke ambruk di atas lantai dan tampak menggelepar. Setidaknya ini lebih baik dari pada dia harus merasakan sakit ketika tubuhnya dicabik.
"Periksa dia, James. Jika sudah mati segera lemparkan ke dalam kandang Singa!" perintah Matthew seraya berjalan pergi.
James mengangguk dan memeriksa keadaan Bruke. Setelah yakin jika Bruke sudah mati, kain hitam yang menutup kandang Singa di buka dan tubuh Bruke dilemparkan ke dalam sana. Dua ekor Singa yang sudah lapar langsung mencabik tubuh Bruke dan ketika melihatnya, Gary dan Thomas tampak ketakutan.
"Sekarang giliran kalian. Masukkan mereka, James!" perintahnya karena dia tidak mau berlama-lama lagi.
James dan beberapa anak buahnya mendekati Gary dan Thomas. Mereka berdua berteriak ketika tubuh mereka ditarik mendekati kandang.
Gary ditarik mendekati kandang Hiena, sedangkan Thomas ditarik ke kandang Serigala. Para binatang yang ada di dalam benar-benar sudah lapar dan siap menyambut makanan mereka.
"Tidak, Matthew. Kami salah, tolong ampuni kami!" pinta Gary dan Thomas.
"Tidak! kalian lihat Bruke? Dia lebih jantan dan berani dari pada kalian tapi sayang, dia menyia-nyiakan kesempatan emas yang telah aku berikan!"
"Kami memang salah tapi beri kami kesempatan!" teriak Gary.
"Lemparkan mereka, James!" perintahnya.
Pintu kandang Hiena dan Serigala sudah dibuka dan tubuh Gary juga Thomas langsung dilemparkan masuk ke dalam sana.
Mereka berdua berteriak ketika binatang yang ada di dalam kandang mendesis dan siap menerkam mereka.
"Matthew, aku benar-benar minta maaf," teriak Gary dan pada saat itu seekor Hiena melompat ke arahnya dan menerkamnya.
Arrrrggghhhhhhh!!!
Teriakan Thomas dan Gary terdengar ketika tubuh mereka mulai dicabik oleh Hiena dan Serigala yang lapar. Para binatang itu tidak melepaskan mereka dan mulai menikmati daging mereka berdua.
Tubuh Gary dan Thomas terus dicabik sampai mereka tidak bergerak lagi, sedangkan Matthew berdiri tidak jauh menyaksikan kematian mereka. Itu adalah ganjaran yang setimpal untuk setiap orang yang berani menantangnya.
Jika tidak ingin terbakar sebaiknya jangan bermain api dan lihatlah, setiap orang yang menjadi musuhnya akan berakhir dengan tragis. Lalu siapa lagi yang akan menjadi makanan binatang peliharaan mereka? Yang pasti korban selanjutnya adalah orang yang akan menggunakan topeng wajah Matthew nanti dan orang itu akan menjadi musuh baru mereka.
Apakah akan ada bonus wanita cantik lagi untuk para buaya tua itu? Let's see.
#ADEGAN TIDAK UNTUK DITIRU, HARAP BIJAK INI CERITA MAFIA#
__ADS_1