Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Semakin rumit


__ADS_3

Begitu tiba di rumah yang paling ingin dilakukan oleh Matthew adalah mandi. Sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, Matthew melepaskan rambut palsu, bulu mata dan baju yang dipakainya.


Dia melakukan hal itu karena dia sudah tidak tahan lagi. Pelayan pribadinya tampak heran, dia kira wanita dari mana yang tiba-tiba masuk. Dia sempat ingin mencegahnya karena wanita itu bukan Vivian tapi setelah melihat majikkannya melepas wig, bulu mata dan berjalan menuju kamar, dia langsung tahu jika itu adalah majikannya.


Para pelayan yang melihatnya juga tidak berani bersuara, jika ada yang berani maka habislah mereka.


Setelah berada di dalam kamar, Matthew segera masuk ke dalam kamar mandi. Dia benar-benar sudah tidak tahan karena wajahnya mulai gatal akibat make up yang dia kenakan, jangan sampai setelah ini wajahnya jerawatan dan ketampanan berkurang.


Matthew segera berdiri di bawah guyuran air shower dan berharap Vivian cepat pulang. Entah mengapa dia jadi ingin mandi bersama dengan Vivian tapi dia tidak bisa menunggu lagi karena dia sudah tidak tahan dengan make up yang menempel di wajahnya.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Matthew segera menghubungi adiknya. Seperti biasa, dia meminta adiknya mengawasi mereka melalui Cctv saat mereka berada di Bar.


Saat itu Michael sudah menunggu telephone dari kakaknya karena ada informasi penting yang mau dia sampaikan. Infromasi itu pasti sangat berguna bagi kakak iparnya.


Begitu ponselnya berbunyi, Michael segera mengambil ponselnya dan menjawabnya.


"Akhirnya kak, aku sudah menunggumu dari tadi dan aku sudah mengantuk."


"Apa yang kau dapatkan Mich?" tanya Matthew.


"Ini mengenai buronan kakak ipar," jawab Michael sambil melihat sebuah data yang dia dapatkan dari hasil meretas.


"Jadi? Siapa orang itu?"


"Kak, dia putra Maxton," jawab Michael.


"Maksudmu?"


"Tadinya aku tidak tahu jika pria yang kalian lawan adalah putra Maxton tapi setelah aku meretas dan mencari data-datanya ternyata dia memang putra Maxton."


"Apa maksudmu Mich? Bukankah Maxton tidak punya anak?"


"Itu yang kita tahu kak tapi nyatanya? Dari data yang aku dapatkan sebelum menikah Maxton sudah punya seorang anak dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang model. Anak itu dirahasiakan dari siapapun dan menurut data, anak itu akan menjadi penerus dan menjadi pemimpin organisasi Black King dan yang kalian hadapi tadi adalah Damian Maxton, putra Jager Maxton."


Matthew diam saja karena dia sedang berpikir. Apa maksud semua ini? Apakah yang ingin membunuhnya selama ini adalah Damian Maxton?


Jika memang Damian Maxton adalah pewaris yang akan menggantikan posisi Jager Maxton, itu bisa saja terjadi. Damian bisa saja menganggapnya musuh berbahaya setelah dia menjadi pemimpin organisasi Black King maka dari itu Damian mulai mencari cara untuk menyingkirkannya.


Sepertinya hal ini semakin rumit dan sebaiknya dia tidak gegabah apalagi dia curiga memang ada yang menggunakan nama Maxton untuk menghancurkan reputasi Maxton. Siapa yang tahu karena orang yang dia tangkap hanya menyebut nama Maxton, bukan Damian dan bukan Jager.

__ADS_1


"Tapi menurutku memang ada yang salah karena menurut data yang aku dapat Damian Maxton tidak berada di Amerika," jelas Michael lagi sambil melihat data Damian.


"Maksudmu?"


"Damian pindah ke Jepang bersama dengan ibunya karena ibunya memang warga negara Jepang. Mereka sudah menetap di sana tapi entah kenapa malam ini dia muncul di Bar dan ternyata dia buronan kakak ipar. Bagaimana menurutmu kak?" tanya Michael.


"Seperti perkiraanku, sepertinya memang ada yang ingin menghancurkan reputasi Maxton dengan menggunakan namanya. Aku rasa ini agak rumit, Damian tiba-tiba muncul dan menjadi buronan Vivi, sebaiknya kita mencari tahu hal ini lebih lanjut."


"Baiklah kak, tetap berhati-hati karena musuh kali ini sangat licik. Kita juga belum tahu musuh yang sebenarnya dan bisa saja yang kalian hadapi tadi benar-benar Damian dan aku akan mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini."


"Baiklah Mich, aku juga akan mencari tahu. Sudah malam, pergilah tidur," ucap Matthew.


"Oke," jawab Michael.


Matthew meletakkan ponselnya dan segera melangkah keluar, jadi Jager Maxton punya seorang anak? Sungguh dia baru tahu akan hal ini.


Memang sejak dulu mereka terkenal melakukan bisnis ilegal, penyalahgunaan obat-obatan dan penyeludupan. Apakah orang yang dicari oleh Vivian selama ini adalah Damian Maxton?


Jika Damian melakukan bisnis ilegal mengikuti jejak ayahnya mungkin saja dan bisa saja kapal yang disita oleh Vivian adalah miliknya. Tapi bukankah Damian berada di Jepang?


Sebaiknya dia memikirkan hal ini baik-baik dan mungkin dia harus menemui Maxton untuk mencari kejelasan dan dia akan mengajak Vivian pergi bersama agar Vivian tidak salah sasaran.


Matthew tersenyum dan memandangi wajah Vivian yang mirip dengan almarhum istri Maxton, apa mereka memiliki hubungan? Tapi rasanya tidak mungkin karena keluarga Vivian berada di Inggris.


Entah mengapa akhir-akhir ini banyak masalah yang mengarah ke Maxton, apa semua ini hanya kebetulan saja?


Vivian memandangi Matthew dengan heran, kenapa Matthew melihatnya seperti itu?


"Hei, memangnya ada apa diwajahku?"


"Tidak ada apa-apa babe, kenapa baru kembali?"


"Banyak pekerjaan kau tahu? Aku harus kembali kelokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada."


Matthew mendekati Vivian dan merangkul pinggangnya dan setelah itu, Matthew mengusap wajah Vivian dengan lembut.


"Ada apa?" Vivian benar-benar heran, kenapa Matthew melihatnya seperti itu?


"Wajahmu sangat mirip dengan seseorang babe."

__ADS_1


"Siapa? Apa mantanmu?" tanya Vivian bercanda.


"CK, bukan!" Matthew menggendong Vivian dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Lalu? Memangnya wajahku mirip siapa?"


"Seseorang, tapi dia sudah meninggal."


"Ck, jangan menyamakan wajahku dengan orang yang sudah tidak ada!"


Matthew terkekeh dan membawa Vivian menuju kamar. Dia jadi penasaran, apa reaksi Jager Maxton nanti ketika melihat wajah Vivian?


Dia yakin pria itu juga akan menganggap wajah Vivian begitu mirip dengan wajah istrinya yang sudah tiada dan dia yakin jika setelah melihat Vivian, Maxton tua tidak akan pernah lagi menolak untuk bertemu dengan Vivian.


Besok dia akan menghubungi Maxton supaya mereka bisa cepat bertemu dan dia juga ingin tahu mengenai Damian Maxton.


Matthew menurunkan tubuh Vivian ketika mereka sudah berada di dalam kamar. Matthew kembali memandangi wajah Vivian, sedangkan Vivian semakin penasaran, memangnya wajahnya mirip siapa sampai Matthew melihatnya seperti itu?


"Babe."


"Hm?" Vivian melingkarkan ke dua tangannya ke leher Matthew.


"Boleh aku tahu? Wajahmu ini mirip dengan ayahmu atau ibumu?" tanya Matthew seraya mengusap wajah Vivian.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin tahu."


"Mirip dengan ibuku, kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu," Matthew mencium pipinya dengan lembut.


"Matth, sudah malam, aku mau mandi."


"Baiklah, aku akan membantumu."


Matthew kembali menggendong Vivian dan mencium bibirnya. Tadinya dia berpikir Vivian ada hubungannya dengan istri Maxton tapi sepertinya dia terlalu berlebihan.


Semoga saja setelah mereka bertemu dengan Maxton, mereka menemukan sedikit titik terang dan kali ini dia akan benar-benar mengintrogasi Maxton dan mencari tahu tentang Damian Maxton.

__ADS_1


__ADS_2