Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Aku tidak tertarik denganmu!


__ADS_3

Jantung Matthew semakin berdegup dengan kencang dan dia terus mengumpat dalam hati. Untuk seumur hidupnya baru kali ini dia mengalami situasi seperti ini.


Jika adik-adiknya melihat keadaannya mereka pasti akan menertawakan kesialannya saat ini.


Matthew berdoa dalam hati semoga Vivian tidak melihatnya saat membuka pintu lemari tapi sungguh itu menjadi siksaan lain untuknya karena Vivian tidak juga membuka pintu lemari dan berdiri di sana.


Vivian mengurungkan niatnya karena dia sedang serius berbicara dengan kakeknya, karena hal itu membuat jantung Matthew berdegup semakin kencang.


Tidak hanya itu, dia juga sedang menahan diri karena mendapat pemandangan indah yaitu dua gunung kembar Vivian yang menantang.


"Oh my God babe, hurry up!" ucap Matthew dalam hati.


Dia sungguh tidak sabar dan berharap Vivian segera pergi mandi agar dia bisa segera melarikan diri dari situasi itu tapi Vivian tidak juga beranjak dari depan lemari dan masih serius berbicara dengan kakeknya.


Vivian bahkan membuka sedikit daun pintu sehingga Matthew dapat melihat tubuh setengah telanjang Vivian dengan jelas.


"Oh damn! Pemandangan yang indah dan siksaan yang menakjubkan!" umpatnya dalam hati.


Tangannya sudah terasa gatal dan sungguh rasanya dia ingin menerjang keluar untuk menerkam Vivian.


Rasanya dia sudah sangat ingin me*emas dua benda bulat nan lembut milik Vivian dan mencicipinya. Dia juga sudah sangat ingin mencicipi bibir seksi Vivian dan sungguh keinginan yang terpendam ini bisa membunuhnya.


Vivian masih berbicara dengan kakeknya tanpa tahu jika Matthew sedang memandangi tubuhnya dari balik pakaian dengan penuh nafsu. Dia lelaki normal, mana mungkin melewatkan pemandangan indah yang ada di hadapannya apalagi itu adalah tubuh gadis yang dia sukai.


"Damn, kedua benda bulat itu adalah milikku!" ucap Matthew dalam hati seraya menekuk-nekuk jarinya seperti sudah ingin meremasnya.


"Baiklah kakek, aku mau mandi!" ucap Vivian dan dia membuka pintu lemari untuk mengambil sebuah handuk di sana.


Jantung Matthew benar-benar seperti genderang, semoga Vivian tidak membuka pintu lainnya jika tidak maka dia akan benar-benar ketahuan.


"Jaga dirimu baik-baik Vivi dan segera selesaikan tugasmu jika tidak kau akan kalah taruhan dengan kakek," ucap kakeknya.


Vivian tertawa dan mengambil handuk yang dia lihat tanpa membuka pintu yang satunya lagi.


"Aku pasti akan segera kembali kakek," jawab Vivian seraya menutup pintu lemari karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Matthew memegangi dadanya dan bernafas dengan lega, hampir saja. Untungnya dalam lemari gelap dan Vivian tidak mengambil salah satu baju yang dia gunakan untuk bersembunyi. Sepertinya Dewi Fortuna masih berpihak padanya.


Dia merasa lega saat mendengar langkah kaki Vivian yang berjalan menjauh dan dia semakin merasa lega saat mendengar pintu kamar mandi tertutup.


Tidak ingin membuang waktu, Matthew segera keluar dari lemari dan berjalan ke arah pintu dengan cepat, dia harus segera keluar dari kamar Vivian sebelum gadis itu menyadari keberadaannya.


"Oh ini adalah hal paling bodoh yang pernah aku lakukan! Lain kali aku akan masuk kedalam kamarnya saat dia tidur," ucap Matthew setelah dia berada di luar kamar.


Dia segera menuju dapur untuk meneguk segelas minuman dingin karena dia sangat membutuhkannya saat ini.


Sepertinya setelah ini otaknya akan dipenuhi dengan pikiran mesum, jangan sampai dia kelepasan dan menerkam Vivian sebelum dia mendapatkan hati gadis itu.


Matthew menarik kursi dan duduk di sana, dia diam saja sampai Vivian keluar dari kamar setelah selesai mandi.

__ADS_1


"Fredd, dari mana kau?" tanya Vivian saat melihat Matthew ada di dapur.


"Oh tadi aku dari belakang," jawab Matthew berdusta.


"Aku kira kau pergi kemana," Vivian menghampirinya dan meraih kantong makanan yang dia simpan di atas meja.


"Kenapa? Apa kau rindu denganku?" tanya Matthew menggoda.


"Ck, jangan terlalu percaya diri! Aku hanya khawatir ada maling yang masuk kedalam rumahku!"


Setelah berkata demikian, Vivian berjalan pergi untuk mengambil piring. Matthew melihat Vivian dan menelan salivanya dengan susah payah, bayang-bayang dua benda bulat dan bokong seksi Vivian yang dibalut ce*ana da*am berwarna hitam yang dia lihat tadi kembali terngiang.


"Ck, Matthew Smith, singkirkan pikiran kotormu jika tidak kau akan berakhir di kamar mandi sambil membayangkan sedang bercinta dengannya!" ucap Matthew dalam hati.


"Apa kau sudah makan?" tanya Vivian dan dia hendak mengambil sesuatu yang ada di bawah sehingga dia harus membungkuk dan bokongnya menghadap ke arah Matthew.


Matthew menghembuskan nafasnya, "Siksaan yang bertubi-tubi Vivi dan rasanya aku ingin memasukimu dengan posisi seperti itu sambil meremas bokongmu!"


"Fredd?" Vivian sangat heran karena Matthew tidak menjawab pertanyaannya.


"Hm, belum!" Matthew langsung membuang pandangannya.


"Jika begitu bantu aku menuang makanan itu, kita makan bersama!"


Matthew bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Vivian, dia berdiri disamping Vivian dan sesekali melirik ke arahnya.


"Mau tanya apa?"


"Kenapa kau takut disentuh olehku? Apa kau takut padaku saja atau kau juga takut dengan laki-laki lain?"


Vivian menghentikan gerakan tangannya yang sibuk menuang makanan dan memandangi Matthew sejenak tapi tidak lama kemudian, dia menuang makanannya kembali.


"Ceritanya panjang," jawabnya.


"Aku siap mendengarkannya babe."


"Kau tidak perlu tahu!" jawab Vivian dan dia berlalu pergi sambil membawa makanan ke arah meja makan.


"Why?" Matthew semakin penasaran dan melihat kepergiannya.


"Ini tidak ada hubungannya denganmu Fredd dan aku tidak mau mengingat kenangan buruk itu!"


"Kenangan buruk? Apa kau mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan?"


"Menurutmu?" Vivian melirik ke arah Matthew sejenak.


Matthew semakin penasaran, kenapa gadis itu menyimpan banyak rahasia? Sungguh dia benar-benar ingin tahu semua tentang Vivian.


"Babe, kau bilang kau hanya pendatang, memangnya kau berasal dari mana?"

__ADS_1


"Untuk apa kau tahu?" Vivian balik bertanya dan menarik kursi.


"Oh my, bisa jawab pertanyaanku dengan benar?" Matthew mulai kesal.


"Kenapa kau sangat ingin tahu Fredd?" Vivian menatapnya dengan penuh selidik.


"Karena aku ingin tahu semua tentangmu babe," jawab Matthew dengan senyum di wajahnya.


"Kenapa? Jangan katakan jika kau tertarik denganku?"


"Jika aku katakan iya, bagaimana?" Matthew menatap Vivian dengan wajah serius sedangkan Vivian juga menatapnya dengan serius, apa maksud perkataan pria itu?


"Babe, aku ingin tahu semua tentangmu karena aku tertarik denganmu!" ucap Matthew tanpa ragu.


"Sebaiknya lupakan!" jawab Vivian.


"Why?"


"Aku sudah punya pacar."


"What?" Matthew sangat shock mendengarnya.


"Dan aku tidak tertarik denganmu!" ucap Vivian lagi dengan senyum di wajahnya.


"What the hell!" Matthew semakin shock karena ini pertama kalinya dia ditolak dengan alasan yang menyakitkan.


Inikah rasanya ditolak? Sungguh dia tidak terima.


"Kenapa hah? Apa aku begitu jelek?" Matthew benar-benar tidak terima.


"Tidak, bukan begitu."


"Lalu? Apa karena aku miskin dan banyak hutang?"


"Itu juga tidak!" jawab Vivian.


"Jadi?"


"Sudah aku katakan aku sudah punya pacar dan lagi pula, kita baru kenal bagaimana mungkin aku menyukai orang yang baru aku kenal?!"


"Oh jadi aku punya kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku?"


"Jika kau lebih baik dari pada pacarku maka akan aku pertimbangkan!" jawab Vivian asal karena dia kesal Carlk tidak ada kabar sama sekali dan dia tidak tahu jika Matthew menganggap itu adalah sebuah kesempatan untuknya.


"Oh babe, selama kau belum jadi istri orang maka aku akan mendapatkanmu dan membuktikan padamu jika aku jauh lebih baik dari pada pacarmu jadi bersiaplah, setelah makan aku akan meminta imbalan padamu!"


"Memangnya kau mau minta apa?" tanya Vivian tanpa menganggap serius ucapan Matthew.


"Kau akan tahu setelah makan!" jawab Matthew dengan senyum di wajahnya sedangkan Vivian menatapnya dengan penuh selidik, kira-kira apa yang akan diminta oleh pria itu?

__ADS_1


__ADS_2