
Boardner's dikenal sebagai Bar yang paling tua di Hollywood dan memiliki salah satu jukebox terbaik di kota.
Terletak di 1652 North Cherokee Ave dan Boardner's menawarkan berbagai jenis minuman berkualitas yang akan memanjakan setiap pengunjungnya.
Di sanalah malam ini Carlk akan bertemu dengan Jager Maxton, dia harap dia bisa menghasut Jager dengan mengatakan tentang kejadian dua puluh lima tahun yang lalu.
Dia akan mengubah cerita dan memojokkan David Adison sehingga Jager marah dan percaya jika David yang telah membunuh istri dan anaknya.
Bagaimana dia bisa tahu kejadian dua puluh lima tahun yang lalu? Setelah mendapat kabar ayahnya meninggal, Carlk kembali ke Amerika dan meninggalkan Vivian.
Dia tidak terima ayahnya mati begitu saja dan mencari penyebab kematian ayahnya. Carlk mulai menyelidikinya dan keterangan pelayan pribadi ayahnya benar-benar membuatnya shock saat mengetahui apa sebenarnya yang terjadi hingga ayahnya harus mati terbunuh ditambah dengan hasil penyelidikan yang dia dapatkan.
Dari sanalah dendamnya dimulai, kebenciannya pada Vivian mulai muncul. Selama lima tahun dia berusaha mengumpulkan kekuatan untuk balas dendam dan sekarang, sedikit demi sedikit rencana mulai dijalankan.
Bagaimanapun dia ingin Vivian yang membunuh Jager Maxton dan pada saat Jager hendak mati, dia akan mengatakan pada Jager siapa sebenarnya Vivian dan pada saat itu dia yakin, Jager akan mati dalam penyesalan.
Tapi apakah dia saja yang punya rencana? Bahkan sampai saat ini dia tidak tahu jika Jager telah bertemu dengan Vivian.
Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam saat itu, Carlk sudah menunggu dengan segelas minuman di atas meja dan tentunya dia menyamar agar tidak dikenali oleh siapapun terutama Jager Maxton.
Dia sudah mengirim pesan kepada Jager mengenai ciri-cirinya dan di mana dia menunggu supaya pria tua itu tidak kesulitan mencarinya.
Pada saat itu, Damian sudah tiba. Damian memakai sebuah topi agar orang yang dia temui tidak mengenali dirinya. Bahkan dia memakai sebuah kumis palsu dan semua itu untuk berjaga-jaga karena dia harus waspada.
Ketika melihat Carlk, Damian segera menghampirinya dan langsung duduk di samping Carlk.
"Apa anda Scott?" tanya Damian.
Carlk menoleh dan melihat Damian tapi wajahnya sedikit tertutup topi karena Damian sengaja menurunkan topinya.
"Siapa kau?" tanya Carlk. Apa orang itu mengenali wajah yang sedang dia gunakan?
"Aku utusan Jager Maxton," jawab Damian.
"Di mana Jager?"
"Tuan sedang tidak enak badan karena penyakitnya kambuh jadi dia memintaku mewakilkannya untuk menemuimu."
__ADS_1
"Baiklah," ucap Carlk seraya meneguk minumannya.
"Jadi? Informasi apa yang ingin kau berikan? Aku harap kau tidak mengecewakan tuan Maxton. Jika informasimu berguna maka dia akan memberimu uang."
"Ck, katakan padanya aku tidak butuh uangnya dan aku memberikan informasi ini karena hanya ingin membantunya."
"Anda baik sekali tuan Scott, jarang ada orang seperti anda," puji Damian sedangkan sebuah seringai menghiasi wajah Carlk.
"Jangan dipikirkan, aku dengar dia sedang mencari pembunuh istrinya selama puluhan tahun?"
"Ya, begitulah tuan Scott. Jadi apa kau tahu pelakunya?"
"Tentu saja," jawab Carlk sambil meneguk minumannya kembali.
Damian memesan segelas minuman karena sepertinya pembicaraan mereka akan panjang dan dia harap orang itu tidak menipunya.
"Aku sudah mengatakan hal ini bukan? Jika yang membunuh istri dan anak Maxton adalah David Adison dan aku tidak berbohong akan hal ini."
"Apa kau punya bukti jika dia pelakunya tuan Scott?" tanya Damian.
Damian mencengkram gelas minuman yang baru saja diberikan oleh bartender dengan erat, apakah benar demikan?
Carlk semakin tersenyum dengan licik, ini belum seberapa karena dia akan menambah api di dalam ceritanya.
"Para anak-anak dan wanita mulai menjadi korban dan isak tangis mereka terdengar. David tidak memperdulikan mereka dan memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan tempat itu menggunakan granat. Istri dan anak Maxton jadi korban dan semua itu karena David Adison yang berambisi untuk memberantas penjahat."
"Dari mana kau tahu?" tanya Damian.
"Ini kejadian dua puluh lima tahun yang lalu dan bagaimana kau bisa tahu? Dilihat usiamu kau masih muda lalu bagaimana kau bisa tahu kejadian yang sudah lama berlalu?"
"Kau meragukan informasi yang aku berikan?" tanya Carlk tidak senang.
"Tuan Scott, kau dan tuan Maxton tidak saling mengenal dan kau memberikan informasi ini secara cuma-cuma, apa kau punya tujuan lain?"
"Tujuan lain? Aku bahkan tidak rugi apa-apa jika Maxton tidak percaya!"
"Lalu untuk apa kau memberikan informasi ini? Aku tidak percaya kau memberikan infomasi yang begitu penting secara gratis karena tidak ada yang gratis!" ucap Damian lagi.
__ADS_1
"kau benar," jawab Carlk sambil mengumpat dalam hati.
Sepertinya tidak akan mudah tapi dia punya banyak cara untuk meyakinkan utusan Maxton.
"Saat kau kembali katakan pada Maxton jika informasi ini aku dapat dari sahabat lamanya yang begitu mengenal istrinya. Dia yang memintaku mengatakan hal ini karena dia ingin membantu Maxton, dia tidak bisa menemui Maxton secara langsung dan ikut berduka karena kematian istrinya."
"Benarkah?" Damian memandangi Carlk dengan tatapan curiga.
"Jika tidak percaya tidak apa-apa, sudah aku katakan aku tidak rugi apapun."
"Baiklah tuan Scott, apa ada informasi yang lain?"
"Tidak! Aku hanya ingin mengatakan hal itu saja," jawab Carlk karena memang tujuannya sudah tercapai.
"Jika begitu terima kasih atas informasi yang tuan Scott berikan. Aku akan mengatakan hal ini pada tuan Maxton agar dia segera mencari David Adison dan meminta pertanggungjawabannya."
Carlk bersorak dalam hati saat mendengarnya, akhirnya umpan yang dia lempar ditangkap juga. Sangat mudah memprovokasi orang yang menyimpan dendam dan setelah ini David akan dibunuh oleh Maxton dan Vivian akan balas dendam atas kematian kakeknya.
Tontonan menarik akan segera dimulai dan dia harap Vivian menyiapkan diri saat pertunjukkan dimulai.
"Malam ini aku yang akan membayar minuman ini tuan Scott, jadi nikmatilah," ucap Damian sambil mengangkat gelasnya.
Carlk tersenyum dan mengangkat gelasnya, cerita yang dia buat sangat sempurna dan sepertinya dia punya sedikit bakat untuk hal ini.
Damian meneguk minumannya dengan banyak pertanyaan di hati, kenapa istri ayahnya menyembunyikan diri di Inggris bersama dengan bayinya? Dia juga ingin tahu, kenapa istri ayahnya harus bersembunyi? Apa dia sedang dikejar oleh musuh ayahnya?
Sepertinya sudah saatnya menanyakan hal ini pada ayahnya, apa yang sebenarnya terjadi?! Dia harap ayahnya mau menceritakan semuanya dan dia juga ingin tahu, siapa baj*ngan yang selalu dimaksud ayahnya?! Dia harus tahu semuanya barulah dia bisa mengambil keputusan, apa mereka harus mempercayai informasi yang diberikan oleh Scott atau tidak.
Setelah pertemuan singkat yang mereka lakukan, Damian segera pulang karena dia sudah tidak sabar untuk menanyakan hal ini pada ayahnya dan begitu tiba, Damian segera mencari ayahnya tapi ayahnya tidak terlihat di manapun.
"Di mana daddy?" tanya Damian kepada pelayan pribadi ayahnya.
"Tuan besar sedang beristirahat karena dia mengeluh sakit kepala," jawab pelayan pribadi ayahnya.
"Baiklah," Damian segera berlalu pergi.
Besok dia akan menanyakan hal ini pada ayahnya dan dia berharap ayahnya mau menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apapun.
__ADS_1