Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Who is Maxton?


__ADS_3

Matthew berada di kantor dan tampak termenung karena dia sedang memikirkan sesuatu.


Sepertinya untuk mendapatkan Vivian tidaklah mudah, hanya mencium pipinya saja sudah mendapat tendangan bokong bagaimana jika dia mencium bibir Vivian?


Jangan-jangan gadis itu akan menggantungnya di taman belakang dan menjadikan dirinya sebagai samsak tinju.


Jangan sampai hal itu terjadi jika tidak dia akan pulang dalam keadaan babak belur dan dia juga tidak bisa mendapatkan Vivian.


Ini adalah tantangan yang menarik, semakin sulit mendapatkan Vivian semakin dia menginginkan gadis itu.


Sepertinya dia harus mengubah strategi, mungkin dia terlalu terburu-buru. Lebih baik dia memikirkan cara baru supaya Vivian tidak takut dengannya, pegangan tangan mungkin akan menjadi langkah awal yang bagus untuk mereka.


Jika Vivian sudah terbiasa berpegangan tangan dengannya maka dia akan lanjut dengan hal lainnya dan sepertinya ini bukan ide yang buruk.


Baiklah dia akan melakukannya, pelan tapi pasti Vivian pasti akan menjadi miliknya dan malam ini dia akan melewatkan malam yang menyenangkan dengan Vivian.


Saat itu Michael masuk kedalam karena dia baru datang, Michael memperhatikan kakaknya yang tampak termenung dengan heran. Ada apa dengan kakaknya?


Dia segera menghampiri kakaknya dan meletakkan barang yang diinginkan oleh kakaknya ke atas meja.


"Kak?"


"Oh kau sudah datang," Matthew tersadar dari lamunannya dan melihat adiknya.


"Ada apa denganmu kak?"


"Tidak ada apa-apa, apa kau bawa barang yang aku minta?"


"Tentu saja, itu semua yang kau inginkan!" Jawab Michael seraya menunjuk barang yang dia letakkan di atas meja.


Matthew bangkit berdiri dan melihat beberapa bom yang di bawa oleh adiknya, malam ini dia akan mengajari Vivian dan mulai mendekatinya sedikit demi sedikit.


Benda berbahaya itu akan menjadi perantara untuk hubungan mereka agar semakin dekat dan dia akan memanfaatkan semua situasi yang ada.


"Kak, seseorang memesan bom pada kita."


"Siapa?"


"Pelanggan lama dan ini daftar nama-nama yang kakak inginkan!" Michael menarik laci dan mengeluarkan kertas dari dalam sana dan meletakkan kertas yang dia ambil ke atas meja.


Matthew menghampiri adiknya dan mengambil kertas yang ada di atas meja, dia melihat nama-nama yang ada di kertas dengan serius dan tidak ada yang dia lewatkan.


Matthew melihat sebuah nama berinisial M yang tidak asing baginya dan dia jadi penasaran.


"Maxton? Bukankah pria ini sedang sakit keras? Untuk apa dia memesan bom yang kita buat dari pelanggan?" tanyanya.


"Entahlah kak, aku sudah memeriksanya dan bom itu memang dipesan atas namanya."

__ADS_1


Matthew tampak berpikir, Maxton? Apakah ini pria berinisial M yang menantang Vivian dan meletakkan dua bom yang mereka buat?


Sepertinya tidak mungkin karena dia tahu pria ini. Atau jangan-jangan ada Maxton yang lainnya? Sungguh suatu teka teki yang menarik.


"Mich, aku rasa aku harus bertemu dengannya!"


"Untuk saat ini tidak bisa kak," jawab adiknya.


"Kenapa?"


"Aku dengar dia sedang pergi jadi jika kakak ingin bertemu dengannya maka tunggulah dia kembali."


"Baiklah, aku akan menunggu dan lagi pula, aku ada urusan yang lebih penting!"


"Oh ya? Memangnya kakak punya urusan penting apa?"


"Menjinakkan buruanku Mich," jawab Matthew seraya mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Vivian.


Michael hanya terkekeh, sepertinya kakaknya masih belum berhasil mendapatkan gadis incarannya.


Matthew berjalan ke arah jendela dan berdiri di sana, dia segera menghubungi Vivian karena dia ingin tahu apa yang sedang gadis itu lakukan.


"Ada apa?" terdengar suara ketus Vivian.


Matthew tersenyum saat mendengar suara Vivian, baru beberapa jam tidak bertemu entah mengapa dia sudah sangat merindukannya.


"Ck, jangan menggombal! Apa tendangan tadi pagi kurang?"


"Asal kau tahu babe, kau juga sudah menendang hatiku!"


"Sudahlah, simpan gombalanmu! Ada apa menghubungiku?"


"Aku hanya ingin tahu, jam berapa kau akan pulang?"


"Entahlah, ada apa?" tanya Vivian.


"Tidak apa-apa, malam ini aku akan mengajarimu beberapa model bom."


"Benarkah?" Vivian terdengar senang.


"Yes."


"Tapi tunggu dulu, pasti ada imbalannya bukan?"


"Hahahaha! Kau sangat tahu babe."


"Ck, menyebalkan!" jawab Vivian.

__ADS_1


Pada saat itu, seorang rekan menghampiri Vivian dan berkata, "Angel, kau dipanggil oleh atasan."


"Oke, thanks!" jawab Vivian.


"Sory Fredd, aku harus pergi."


"Baiklah babe, jangan lupa makan siang!" jawab Matthew.


Vivian mematikan ponselnya dan segera bengit berdiri, pada saat dia pergi untuk menemui atasan, seorang agen melirik ke arahnya dan setelah itu dia mengirimkan pesan kepada seseorang.


"Atasan memanggilnya dan sepertinya mereka akan membahas hal penting."


Setelah mengirimkan pesan itu, tidak lama kemudian seseorang membalas pesan yang dia kirimkan.


"Pergi cari tahu apa yang mereka bicarakan! Kau harus mengatakan padaku apapun yang akan dilakukan dan direncakan oleh Angel!" perintah orang itu.


"Serahkan padaku!" agen itu segera bangkit berdiri dan tanpa ada yang curiga, dia berjalan menuju ruangan atasan untuk mencari tahu apa yang sedang dibahas oleh Vivian dan atasan mereka.


Didalam ruangan, Vivian sedang berbicara dengan seorang pria yang terlihat gagah dan pria itu adalah atasannya.


"Bagaimana Angel? Apa kau masih mau melanjutkan misi ini atau kau mau kembali ke Inggris?" tanya atasannya.


"Tentu aku akan melanjutkan misi ini sir! Sebelum aku menangkap buronan berinisial M yang menantangku, aku tidak akan kembali!" jawab Vivian tanpa ragu.


"Bagus! Aku suka semangatmu jadi ini?" atasannya mengambil sesuatu dari dalam lacinya dan memberikannya pada Vivian.


"Ini adalah daftar nama orang-orang yang dicurigai terlibat bisnis ilegal sejak lama dan sebagian dari mereka adalah mafia."


Vivian mengambil daftar nama yang diberikan oleh atasannya dan melihatnya, banyak nama tertera di sana tapi tidak ada nama Matthew Smith. Apakah yang dikatakan oleh Freddy adalah benar jika pria itu tidak pernah terlibat dengan bisnis ilegal? Tapi dia tidak boleh percaya begitu saja.


"Ada beberapa nama yang sudah aku garis bawahi dan sebaiknya kau berhati-hati dengan mereka karena bisa saja mereka adalah buronan yang kita cari."


Vivian mengangguk dan melihat beberapa nama yang dimaksud oleh atasannya.


"Jose, Maxton, Marter, Thomas, Leon dan masih ada beberapa lagi. Mereka adalah orang-orang yang harus kita curigai dan orang yang bernama Maxton, dia seorang pemimpin sebuah organisasi dan dia terkenal pemain lama dipasar gelap jadi jika ada kesempatan, aku ingin kau pergi menemuinya."


"Baik sir, aku akan mulai menyelidiki mereka!" jawab Vivian.


"Berhati-hatilah Angel, mereka orang yang cukup berbahaya!" ucap atasannya mengingatkan.


"Yes sir!" jawab Vivian dan dia bangkit berdiri untuk memberikan hormat.


Sebelum keluar dari ruangan atasannya, Vivian melihat kembali nama Maxton dan bertanya dalam hati, "Who is Maxton?" sungguh dia ingin bertemu dengan pria ini dan mengintrogasinya.


Vivian dan atasannya tidak tahu jika seseorang mendengar pembicaraan mereka menggunakan sebuah alat canggih untuk menguping yang dia tempelkan di depan pintu.


Begitu tahu apa yang Vivian bicarakan dengan atasannya, dia langsung memberikan informasi itu kepada seseorang dan tentunya kabar itu langsung sampai pada pria berinisial M yang menjadi buronan Vivian.

__ADS_1


Pria itu tersenyum dan tampak puas, permainan ini akan semakin menarik dan Vivian tidak akan menemukannya dengan mudah.


__ADS_2