Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Sakitnya tuh disini


__ADS_3

Jonathan duduk dengan gelisah di depan meja bar club malam hotel tempat dirinya menginap saat kejadian malam itu. Entah apa yang membawanya ke tempat itu. Dia mengendarai mobilnya dengan sendirinya sampai ke tempat itu. Saat di dalam lift, dia mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar. Dia kembali turun ke lantai lima hotel itu menuju club hotel itu.


Flashback on


Jonathan membuka matanya perlahan, menatap ke samping tempat tidurnya. Dia pun tersentak dan langsung bangun. Menatap sekeliling kamar hotelnya mencari-cari seseorang yang telah menghabiskan malam indah dan panas mereka.


Saat mengingat kejadian semalam, Jo menyunggingkan senyum manisnya. Keduanya semalam sungguh bergairah dan buas. Tak cukup sekali dua kali dirinya menikmati tubuh indah itu. Itu adalah pengalaman pertamanya dalam berhubungan intim dengan seorang wanita.


Rasa sayangnya pada mamanya dan kedua saudara perempuannya membuatnya untuk menahan hasratnya untuk diberikan pada seseorang yang dicintainya suatu saat nanti. Namun kejadian semalam membuat Jonathan berubah pikiran. Tubuh wanita itu bagaikan candu untuknya. Apalagi dia baru sekali itu melakukannya dengan seorang wanita.


Baru kali ini, miliknya bangun jika berdekatan dengan seorang wanita. Hal itu sudah dirasakan sejak mengawasi wanita itu yang tertidur dengan berdiri di dinding lift malam itu. Apalagi tingkah tidur wanita itu sungguh tidak anggun sama sekali. Tapi anehnya hal itu tidak membuat Jo merasa infil pada wanita itu. Saat wanita itu menariknya dan muntah di jas mahalnya.


Entah kenapa sesuatu di balik celananya meronta ingin dilepaskan. Jo merasa heran akan hal itu, padahal sejak dulu saat bersentuhan dengan wanita manapun miliknya tak bereaksi hingga mendesak seperti semalam. Jo semakin dibuat tak tahan saat wanita itu pingsan dalam pelukannya. Apalagi merasakan benda kenyal di dada wanita itu menempel pada dada bidangnya.


Darahnya tiba-tiba berdesir, tubuhnya menegang, tiba-tiba keringat dingin mengucur membasahi keningnya. Jo menelan ludahnya kasar saat mencoba memapah tubuh wanita itu ke kamarnya kancing kemeja wanita itu lepas hingga benda kenyal yang sempat menempel itu terlihat oleh matanya. Dada kembar yang lumayan besar dan menantang dengan papilla merah muda yang sudah menegang.


Jo mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun miliknya di bawah sana semakin ingin mendobrak pertahanannya. Jo langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya setelah melempar tubuh wanita itu asal di atas ranjangnya. Agak lama Jo menghabiskan waktunya di dalam kamar karena sekaligus menidurkan miliknya dengan bersolo.


Jo tampak keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan berbalut handuk di atas pinggangnya. Namun tak mendapati wanita tadi di ranjangnya. Jo berusaha cuek namun suara orang muntah membuat Jo tampak jengkel dan menghampiri wanita tadi yang ternyata muntah di balkon kamarnya.


"Shit .. hei, apa-apaan ini?" seru Jonathan membuat Karina berdiri dan menghampiri Jonathan.


"Hei... kau..." teriak Jonathan membuat Karina menatapnya heran dengan wajah yang semakin memerah karena mabuk.


Karina berdiri mendekati Jonathan yang hanya berbalut handuk di pinggangnya.


"Hei kau... tak bisakah kau tidak berteriak..." teriak Karina ganti menuding-nuding dada Jonathan dengan sebelah tangan lainnya mencengkeram bahu kekar pria itu.


"Kau..."

__ADS_1


"Kau apa? Kau itu, kenapa tak pernah menyentuhku, sejijik itukah kau padaku...hiks...hiks... kau jahat mas... kau jahat..." Karina memukuli dada bidang Jonathan yang entah dikiranya siapa. Isakan tangisnya terdengar dari bibirnya.


"Kenapa mas... kenapa? Ceraikan aku jika... kau tak... menginginkanku lagi...hiks... hiks..." bisik Karina lirih masih belum berhenti memukuli dada bidang Jonathan.


"Aku hanya kau perhatikan, aku hanya ingin kau beri pengertian, sedikit saja... tak bisakah.. hmmm...." ucap Karina semakin melantur saja. Kedua tangan Karina melingkar di leher Jonathan dan Karina tanpa aba-aba langsung ******* bibir kenyal dan tebal itu.


Mencumbuinya dengan buas dan liar seperti tak pernah mendapatkannya dalam waktu lama. Jonathan tersentak mendapat ciuman buas itu. Dasarnya sejak tadi dia sudah menahan gairah yang mulai menguasainya. Kini tanpa mempedulikan apapun, Jonathan langsung menyerang Karina brutal dan liar.


Apalagi itu adalah pengalaman pertama yang baru dilakukan seumur hidupnya karena terlalu suci dirinya dan menuruti apa kata mamanya yang sangat menjunjung tinggi adat ketimuran. Jonathan yang sedang kalap malam itu menyerang Karina berkali-kali hingga Karina lemas tak berdaya.


Hingga entah sudah berapa jam mereka bergulat nikmat diranjang kamar Jonathan. Karina pun terlelap dan juga diikuti Jonathan juga terlelap di sisi Karina sambil memeluk erat tubuh Karina posesif.


Hingga pagi hari Jonathan membuka matanya tak didapati Karina di sisinya.


'Kemana dia pergi? Apa di dalam kamar mandi?' batin Jonathan masih terbaring, dia membalikkan tubuhnya hingga telentang di ranjang. Sudah hampir setengah jam dia menunggu tak ada tanda-tanda munculnya seseorang dari dalam kamar mandi.


"Oh shit .." umpat Jonathan merasa dibodohi oleh Karina. Dia pun melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas hampir siang.


"Selama itukah aku tidur?" oceh Jonathan masuk dalam kamar mandi membersihkan dirinya.


Flashback off


Jo kini berbaring di ranjang kamar hotel itu lagi. Mencoba mengingat malam panas dan panjang itu. Dia masih tak percaya bahwa dia melakukannya dengan wanita bersuami. Tapi hanya mengingatnya saja membuat sesuatu mengeras di bawah tubuhnya.


"Shit... jangan bilang kalau aku kecanduan berhubungan intim." ucap Jo berdiri meninggalkan kamar hotel itu untuk kembali ke apartemennya.


Dan tentu saja dengan bantuan sopir pengganti. Jo memilih kembali ke apartemennya karena tak mau terbayang lagi aktivitas panas itu dan membawanya menginginkan lagi. Dan sialnya dia menginginkan Karina.


***

__ADS_1


Sudah lebih dari dua hari lalu ayah dan ibu mertua Karina atau tepatnya orang tua Keanu pulang ke kampungnya. Kini Karina menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Kebersamaan selama seminggu dengan suaminya membuat Karina merasakan keluarganya lengkap. Dan sepertinya membuatnya sedikit terbuai dan melupakan sesuatu.


"Papa mau pergi lagi?" pertanyaan Anin pada Keanu membuat Karina mau tak mau melihat arah pandang putrinya.


Keanu dengan berpakaian rapi formal jas kantornya dengan menarik kopernya yang sempat dibawanya seminggu lalu sebelum kedatangan orang tuanya mengingatkan buaian Karina. Karina tertawa getir dalam hatinya. Karena interaksinya bersama suaminya selama seminggu ini hanyalah sandiwara di depan mertuanya.


Betapa bodohnya kau Karin. batin Karina merasakan sesak di dadanya. Air matanya yang hampir saja luruh segera ditahannya. Dia tak mau terlihat lemah lagi di depan suaminya. Dia ingin menunjukkan kalau dirinya kuat meski tanpa suaminya.


"Aku harus kembali. Aku sudah transfer untuk kebutuhan Anin." ucap Keanu tanpa menatap Karina.


Karina diam tak menjawab masih sibuk menyiapkan sarapan untuk putrinya. Anin yang sudah paham jawaban sang papa juga diam tak bertanya apapun lagi pada sang papa. Dia lebih memilih untuk sarapan yang sudah disiapkan untuknya.


"Kau tak sarapan dulu mas?" tanya Karina yang menyesali seketika ucapan yang terlontar begitu saja dari mulutnya.


Meski hatinya menolak untuk bicara tapi mulutnya terlontar begitu saja meski dia sudah tahu apa jawaban suaminya.


"Aku sudah terlalu lama meninggalkannya, apalagi dia sedang hamil saat ini."


Deg


Jawaban suaminya mampu membuat Karina sedikit terhuyung namun segera dikendalikan oleh Karina dengan berpegangan pada sisi meja makan.


"Ah, begitu ya, selamat." Karina mencoba tersenyum demi mengucapkan selamat pada madunya.


Keanu hanya menatap sekilas pada Karina dan mengusak pipi Anin dan entah bicara apa lagi. Yang jelas saat itu Karina sedang tak baik-baik saja setelah mendengar kabar kehamilan sang madu.


Matanya berkaca-kaca ingin segera menumpahkan air matanya, dadanya semakin sesak seperti kehilangan nafas. Namun kehadiran Anin yang terus menatapnya membuat Karina berpaling membelakangi putrinya langsung mengusap air matanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2