
Karina sudah bersiap untuk pergi ke rumah mertuanya, ah tidak mantan mertuanya lebih tepatnya. Karena pernikahannya dengan suami pertamanya Keanu sudah berakhir. Namun Karina tak mau memutuskan silaturahmi antara mertuanya itu karena bagaimanapun mereka sudah saling mengenal sejak Karina masih kecil dan sudah dianggap sebagai putri kandung mama Keanu.
Tak lupa juga Karina membawa koper-kopernya yang berisi pakaiannya dan pakaian putrinya secukupnya. Karina berencana menyedekahkan sebagian pakaian dan pakaian putrinya pada panti asuhan yang membutuhkannya. Namun bukan sekarang. Setelah dirinya mendapat tempat tinggal yang layak saat dirinya pergi nanti. Dan untuk Maya ...
"Ini untukmu Maya." ucap Karina menyerahkan sebuah amplop putih yang isinya lumayan banyak.
Maya menerima uluran amplop itu dengan penuh tanda tanya. Dia masih belum mengerti apa yang akan dilakukan majikannya itu. Sejak tadi dia sudah bertanya-tanya, mengapa majikannya itu mengemasi barang-barang mereka yang tidaklah sedikit.
Tak mungkin kan mereka akan menginap lama di tempat mertuanya. Dan tak mungkin pula mereka pindah untuk menetap di rumah mantan mertuanya. Sedangkan rumahnya sendiri yang lumayan besar dibiarkan tak berpenghuni.
"I...ini apa nyonya?" tanya Maya kebingungan menatap amplop dan Karina bergantian.
"Itu pesangon kamu. Mulai hari ini saya sudah tidak membutuhkan kamu lagi." tegas Karina menatap Maya lekat.
Meski sebenarnya dirinya tak tega pada Maya, namun dia harus memecat Maya untuk menjadi asisten rumah tangga.
__ADS_1
"Maafkan kesalahan saya. Maaf... jangan pecat saya.
Saya benar-benar minta maaf atas kesalahan yang mungkin saya lakukan." Maya langsung berlutut di depan kaki karina memegangi sebelah kakinya.
"Maya, bukan seperti itu. Saya... saya tidak bisa mempertahankan kamu lagi. Kumohon mengertilah! Ini ada cukup banyak uang untuk kau pakai mungkin membuka usaha sendiri di desa tempat asalmu. Saya tidak bisa lagi menerimamu." ucap Karina tegas.
"Nyonya kumohon. Jangan usir saya nyonya, saya tak punya siapapun sekarang ini. Hanya nyonyalah harapan saya satu-satunya. Saya mohon nyonya." Karina menghela nafas berat.
Maya mendongak menatap Karina dengan mengatupkan kedua tangannya memohon sambil berlutut di hadapan Karina. Karina membuang pandangannya ke arah lain, menghembuskan nafas lelah.
"Maya, kumohon!" ganti Karina yang memohon.
"Ini untuk nyonya. Saya rela tak digaji asal saya bisa terus bersama nyonya." mohon Maya lagi.
"Bukan seperti itu Maya." Karina bingung ingin menjelaskan seperti apa lagi.
__ADS_1
Bukan tak mau membawa Maya. Bagaimana pun Maya adalah ART yang dipekerjakan Jo di rumahnya untuk membantu mengurus putri dan rumah kecilnya. Dan Karina tak mau Maya akan menghubungi Jo saat dirinya sudah melarikan diri dari Jo karena ancaman papa Jo.
"Kau adalah orang yang dibawa suamiku. Aku tak mungkin membawamu. Kumohon mengertilah!" pinta Karina memelas. Maya terdiam, mencerna ucapan Karina.
"Saya tetap akan memilih nyonya. Jadikan aku pembantu rumah nyonya tanpa digaji sekalipun asal nyonya membawa saya kemanapun pergi. Nyonya tahu saya bisa melakukan apapun." yakin Maya menggenggam erat jemari tangan majikannya.
Karina tampak berpikir, dia sangat tidak tega pada Maya. Otaknya bekerja keras memikirkan solusi yang tepat.
"Kau bisa berjanji padaku jika ingin ikut denganku?" tanya Karina menatap Maya lekat.
Maya sontak mendongak menatap Karina sambil mengangguk-anggukan kepala mengiyakan antusias.
"Iya nyonya. Saya akan melakukan apapun yang nyonya minta." jawab Maya antusias. Karina menatap Maya mengernyit.
"Biarpun itu akan mengkhianati majikanmu?" tanya Karina yang membuat Maya ganti mengernyit bingung.
__ADS_1
"Maksud nyonya?" Karina menghela nafas.
TBC