Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Part 7


__ADS_3

Satpam resort yang diperkerjakan Jo secara mendadak di resortnya berjalan tergesa-gesa menuju ke dalam resort. Dia segera menjumpai majikannya itu yang ditebaknya mungkin sedang bersantai di ruang keluarga bersama si kecil Hana.


Karena tadi dia melihat putra kembar majikannya berjalan ke resort sebelah dan beberapa waktu kemudian si kembar dengan pamannya menuju pantai. Begitulah yang dijelaskan majikannya tentang keluarganya saat dia baru pertama kali bekerja.


"Nyonya.." panggil satpam itu melihat Karina duduk bersama Hana dan Anin.


"Ya pak?" tanya Karina menoleh menatap satpamnya yang berlari tergesa-gesa, karena keringatnya bercucuran di dahi. Pun jaraknya agak jauh, gerbang depan sampai pintu resort.


"Ada tamu di depan nyonya. Memaksa untuk masuk." jelas satpam itu.


"Siapa?"


"Tuan Keanu katanya. Papanya non Anin." jawab satpam itu setelah menetralkan nafasnya.


Anin yang disebut namanya langsung menoleh menatap satpam itu dan Karina bergantian.


"Papa mom?" Karina mengangguk, melihat binar bahagia di mata putrinya membuat degup dadanya semakin kencang.


Entah kenapa perasaannya tak enak dengan kedatangan mas Ken. Karina takut apa yang dicemaskannya terjadi. Karina memejamkan matanya sejenak, menghela nafas dan menatap satpam itu.


"Suruh masuk aja pak!" titah Karina.


"Iya nyonya." satpam itu memberi hormat dan meninggalkan ruang itu kembali ke tempatnya semula.


***


"Mas Ken?" sapa Karina begitu Ken muncul di ambang pintu saat dia membukakan pintu resort.


"Karin?" sapa balik Ken sambil melirik perut mantan istrinya yang sudah terlihat membuncit.

__ADS_1


Entah kenapa dada Ken berdenyut melihatnya. Dan wajah Karina semakin cantik saja, terlihat benar raut wajah bahagia di wajahnya. Beda sekali saat bersama dirinya. Meski dia dulu menyambutnya di setiap pulangnya namun ada sedikit semburat kesedihan di matanya.


Mungkin dia tak kunjung mendapatkan cintanya sebagai seorang istri. Karena dulu Ken hanya menyayangi Karina sebagai seorang adik, tapi sekarang entah kenapa dia merasa sakit hati melihat kehamilan Karina dengan suami barunya. Bahkan ini adalah anak keempatnya dari suaminya.


Ah, mereka sungguh saling mencintai, dia benar-benar membuktikan ucapannya untuk menjaga dan mencintai Karina lebih dari nyawanya. Bahkan Kudengar dia berhasil menyelamatkan putriku yang notabene adalah putri tirinya tepat waktu dengan gagah berani sebagai seorang ayah kandungnya. Ayolah Ken, kisahmu sudah berakhir dengan ibu putrimu. Sekarang dia bahagia, tak sepatutnya kau mengganggu kebahagiaannya. Pikirkan istrimu di rumah yang belum ada satu tahun kau nikahi. Meski belum mencintainya, cobalah mencintai sebelum dirimu menyesal dengan apa yang kau lakukan pada Karina dulu. batin Ken menyayat hati kecilnya.


"Mas Ken... mas...mas Ken..." panggilan ketiga kalinya Karina tak mendapat jawaban dari Ken yang sepertinya sibuk melamun.


Dan mas Ken menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, Karina berusaha menepis prasangka buruknya tentang Ken, bagaimana pun juga Ken sudah menikah lagi dengan pilihan orang tuanya demi putrinya dengan Lena yang sekarang menjadi hak asuhnya meski dibantu oleh orang tuanya untuk mengurus putrinya.


Dan Ken memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya di kota A tinggal bersama orang tuanya mengurus perkebunan milik keluarganya. Meski harus meninggalkan ibukota karena banyaknya hal yang membuatnya salah jalan saat di ibukota.


"Mas Ken..." seru Karina lagi membuat Ken tersentak dari lamunannya.


"Ah, ya?" jawab Ken gelagapan karena kedapatan menatap wajah mantan istrinya yang kini semakin cantik dan menarik saja meski lekuk tubuhnya tertutup rapat dengan gamis dan hijabnya.


Ken bisa melihat bentuk tubuh Karina yang terlihat seksi... mungkin karena kehamilannya. Ah, Ken pernah melihat seluruh tubuh itu dulu, saat mereka masih menjadi suami istri. Ken meraup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ah, tidak. Anin... dimana Anin?" tanya Ken.


"Mas..." Karina menjeda ucapannya sambil menatap Ken.


"Ya?"


"Suamiku sedang tak ada disini. Dia sedang di ibukota mengurus pekerjaannya. Aku akan panggilkan Anin agar berbincang disini saja. Mas, tak apa kan?" jelas Karina hati-hati tak mau menyinggung perasaan Ken.


Ken terdiam, belum juga dirinya masuk ke dalam. Sungguh Karina wanita yang baik dan mulia. Tutur katanya lembut dan sopan, ah tidak hanya sekarang, dulu, dulu pun dia juga begitu. Hanya Ken yang buta tak melihat itu semua. Sudah berbagai hal dilakukannya untuk mendapatkan cinta dan perhatian darinya.


Namun apa, dirinya malah tak bisa bukan tak bisa tapi dia tak mau melihat itu semua, usaha Karina saat itu. Hingga puncaknya dia bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang sedang mengurus perceraiannya. Dan cinta lama pun bersemi kembali. Hingga dirinya sebagai mengabaikan anak dan istrinya.

__ADS_1


Dia... sungguh menyesali itu semua. Itulah sebabnya Ken menyerahkan hak asuh sepenuhnya pada mantan istrinya itu karena percaya bahwa Karina dan suaminya sekarang mampu mengurus putrinya tanpa membeda-bedakan antara anak kandung dengan anak sambungnya terbukti saat Jo mengurus kebutuhan Anin saat mereka menginap di rumah kecil Karina di desa sebelum pernikahannya itu.


Karina masuk ke dalam rumah menghampiri Anin yang penasaran dengan mamanya yang tidak masuk dengan papanya.


"Siapa mbak?" tanya Katrina dari dapur sambil membawa jus jeruk untuk diminumnya.


Setelah Bram menemani si kembar belajar berselancar di pantai, Bram mengantar istrinya itu ke resort milik Karina. Agar istrinya tidak kesepian sendirian di resort sebelahnya. Dan Bram tak mungkin juga membawanya ke pantai dengan keadaan perutnya yang membuncit.


Hingga akhirnya menuruti keinginan sang istri untuk bersama kakaknya Karina.


"Papanya Anin." jawab Karina ganti menatap Katrina dan kembali beralih menatap putrinya yang mengharapkan jawaban.


Katrina hanya manggut-manggut mengerti.


"Papamu ada di depan sayang, kau temuilah dia di ruang tamu. Daddy sedang tidak disini, kau mengerti kan maksud mommy?" jelas Karina menatap putrinya lembut sambil membelai rambutnya lembut.


"Iya mom." jawab Anin tersenyum antusias. Karina sudah memberikan sedikit pelajaran tentang agama yang dianut keluarganya.


Apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan oleh agama. Untuk hijab, Karina berkali-kali menjelaskan pada putrinya itu untuk segera menutup auratnya, namun Anin terlihat ogah-ogahan saat berkali-kali mengatakannya.


"Mau apa dia mbak?" tanya Katrina duduk di sofa dekat Karina saat Anin sudah pergi ke ruang tamu resort itu.


"Dia mendengar apa yang terjadi pada Anin." Katrina langsung terduduk yang awalnya bersandar di sofa.


"Dari mana dia tahu?" tanya Katrina.


"Aku memberitahunya. Dia berhak tau apa yang terjadi pada putrinya, apapun itu." jawab Karina menghela nafas berat.


Semoga yang kukhawatirkan tak akan terjadi. batin Karina menghela nafas panjang lagi-lagi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2