Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Part 57


__ADS_3

Ken datang lagi ke mansion Jo, tentu saja ingin menjenguk putrinya. Sudah lebih dari tiga hari berturut-turut Ken mampir ke mansion itu. Dan tentu saja selalu ditolak oleh Anin. Dia masih belum siap bertemu dengan siapapun. Hanya dengan orang-orang rumah menemuinya.


Bahkan dengan si kembar dia masih merasa sedikit gugup namun karena diyakinkan oleh sang mommy, Anin pun bersedia menemui si kembar. Hingga akhirnya mereka bercanda bersama seperti dulu lagi.


"Anin..." Panggil Karina mendatangi kamar lama putrinya itu. Dia sedang bermain bersama si kembar dan Hana.


"Ya mom." Jawab Anin membuat semuanya menoleh menatap pintu kamar sang kakak.


Karina mendekati ranjang putrinya melihat ke arah si kembar dan Hana.


"Anak-anak sekarang waktunya mandi, sudah sore." Titah Karina pada anak-anaknya mengusir secara halus dari kamar Anin.


"Yes, mommy." Jawab mereka bersamaan. Ketiganya keluar kamar sang kakak menuju kamar mereka masing-masing.


"Anin..." Karina beralih menatap Anin.


"Ya...mom..." Jawab Anin menatap Karina bertanya-tanya dalam benaknya.


"Papamu datang lagi." Ucapan Karina mampu membuat tubuh Anin menegang.


Karina segera mengusap lembut lengan putrinya sebagai penghiburan.


"Apa Anin harus menemuinya mom?" Tanya Anin ragu menatap Karina.


"Kau harus mengatakan apa yang menjadi keinginanmu nak." Saran Karina.


"Anin takut mom." Jawab Anin mulai berkaca-kaca matanya.


"Kau takut kenapa sayang?" Tanya Karina.


"Anin takut kalau papa akan membawa Anin pulang ke rumah papa. Anin ingin disini mom, Anin ingin bersama mommy." Jawab Anin mulai menetes air matanya.


"Tidak sayang, papa tak akan memaksa Anin jika tak mau. Mommy akan melarangnya!" Tegas Karina menatap putrinya sedih.


"Anin takut mom." Rengek Anin membuat Karina mendekap tubuh Anin erat.


"Mommy tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mommy akan selalu disampingmu saat kau berbincang dengan papamu. Kau perlu bertemu dengan papamu Anin. Katakan apa yang ingin kau katakan!" Ucap Karina mengusap air mata Anin yang menetes.


"Baiklah mom, tapi mommy harus menemaniku!" Pinta Anin penuh harap.


"Tentu." Keduanya pun tersenyum.

__ADS_1


Anin mencuci wajah dan mengusap sedikit bedak untuk memudarkan sembabnya. Dia tak mau terlihat sedih saat tinggal disini oleh papanya.


***


"Anin.." Ken berdiri dari duduknya melihat putrinya datang dengan Karina yang di sampingnya.


Anin menatap Ken dengan tatapan tak terbaca namun tersirat rasa ketakutan, entah karena apa.


"Maafkan papa nak... maaf..." Ken pun menundukkan kepalanya memohon maaf.


Tanpa sadar air mata Anin menetes melihat sang papa memohon padanya. Dia selalu goyah jika berhadapan langsung seperti itu. Meski tadi hatinya menolak untuk bertemu dengan sang papa, namun saat bertemu langsung Anin goyah, dia akan semudah itu terharu dan memaafkan kesalahan papanya.


Tidak, dia tidak sepenuhnya menyalahkan papanya yang sibuk kerja dan melupakan dirinya namun kini. Dia tak mau mengambil keputusan yang salah lagi.


"Maafkan Anin juga pa... papa tidak sepenuhnya salah. Anin yang kurang mampu mengungkapkan keinginan Anin." Jawab Anin mulai mendekatnke sofa di depan Ken berdiri.


"Papa yang salah nak, sebagai orang tua papa kurang peka dan kurang memberikan perhatian padamu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan." Jawab Ken lemah.


Anin menoleh menatap Karina yang hanya diam menyimak keduanya. Dia tak akan ikut bicara selama itu adalah hal yang tak menyangkut dirinya terlalu dalam. Karina mengusap rambut putrinya lembut memberikan kekuatan dengan tetap berada di sisinya.


"Aku... " Anin tak melanjutkan ucapannya, dia mencoba mencerna apa yang mesti diucapkan lagi.


Ken menatap Anin penuh harap masih menunggu ucapan yang hendak dikatakan putrinya.


Wajahnya langsung pias, merasa ditolak oleh putrinya sendiri. Namun Ken segera mengendalikan dirinya untuk tidak membuat putrinya semakin kecewa. Dia menatap sekilas pada Karina mantan istrinya yang terus menggenggam erat jemari tangan putrinya seolah memberi semangat.


"Ah, kau benar, papa memang tidak pantas untuk merawatmu..." Ucap Ken lirih membuang pandangannya ke arah sembarang.


Anin segera menggeleng-gelengkan kepalanya. Karina pun sontak ikut menoleh menatap mantan suaminya itu. Entah kenapa ucapan Ken seolah menyindirnya.


"Tidak pa, bukan seperti itu. Aku.. aku..."


"Tak apa nak, kau sudah dewasa, kau bisa mengambil keputusan yang menurutmu baik. Papa akan mendukungmu apapun keputusanmu. Papa pamit dulu! Papa tak bisa lama-lama ada di sini." Ken menundukkan kepalanya pamit meninggalkan mansion mantan istrinya itu dengan tergesa.


Seruan Anin yang terus memanggilnya tak dihiraukannya. Entah kenapa perasaan seperti itu, kecewa, sedih dan ingin marah, tapi pada siapa dan kenapa?


Karina mengantar putrinya masuk kembali ke dalam kamarnya.


"Papa marah mom?" Tanya Anin saat keduanya sudah duduk di tepi ranjang Anin. Karina terdiam tak langsung menjawab.


"Itu tidak benar sayang, papamu bukan orang seperti itu. Mungkin dia kecewa dengan keputusanmu untuk tinggal kembali dengan mommy. Namun mommy yakin papamu pasti memikirkan yang terbaik untukmu juga." Hibur Karina membuat Anin sedikit mengerti namun rasa cemas juga dirasakannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." Seru Jo saat memasuki mansionnya tak menemukan istrinya yang selalu menjawab dan menyambut kepulangannya.


Jo menatap ke penjuru ruangan lantai satu, hanya ada putranya John dan Hana di depan ruang TV. Jo naik ke lantai atas tempat kamarnya berada setelah bertanya pada asisten rumah tangganya yang kebetulan lewat di depannya. Dengan kebingungan karena memang tak tahu dimana nyonya majikannya.


Asisten rumah tangga itu menjawab asal dengan mengatakan mungkin di dalam kamarnya. Jo sontak menuju kamarnya. Namun kosong, istrinya tidak ada, Jo menuju kamar putri bungsunya dengan membuka pintu yang ada di dalam kamarnya. Dia hanya mendapati babysitter bersama putrinya.


"Mungkin di kamar Anin." Guman Jo.


Dia pun melepas pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sungguh ada yang kurang dalam dadanya tidak mendapati istrinya menyambutnya saat pulang kerja.


Cklek


Pintu kamar mandi di buka dan Jo sudah mendapati pakaian santainya sudah ada di sofa dekat ranjangnya. Jo tersenyum melihat pakaiannya, itu artinya istrinya tadi sempat masuk ke dalam kamar menyiapkan pakaiannya. Jo menatap sekeliling kamar mencari istrinya lagi.


Namun tak menemukan siapapun. Jo menghela nafas, Dia sungguh melupakanku. Guman Jo kecewa. Dia segera mengenakan pakaian tersebut.


Cklek


Pintu kamarnya terbuka saat dirinya sudah selesai mengenakan pakaiannya lengkap. Sontak Jo menoleh ke arah pintu. Muncul istrinya dengan membawa secangkir teh hijau kesukaannya.


Ah, Jo tahu kebiasaan istrinya itu yang begitu perhatian dan pengertian. Inilah hal-hal kecil yang membuatnya merasa kosong saat istrinya terlewat melakukan padanya setiap pulang kerja.


"Minum dulu mas!" Karina meletakkan cangkir itu di meja depan sofa yang ada di dalam kamar.


Jo tersenyum mendekati istrinya yang sedang meletakkan cangkir itu.


"Aku merindukanmu." Bisik Jo sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang, tak lupa kecupan singkat di pipi istrinya yang memerah.


Istrinya masih saja tersipu jika mendapat perlakuan mesra dari suaminya. Dan hal itulah yang disukai Jo saat menatap istrinya yang merona memerah. Padahal pernikahan mereka sudah lebih dari sepuluh tahun namun rona wajah istrinya yang malu-malu saat digodanya membuat Jo gemas dan selalu ingin menggoda istrinya itu.


"Mas... geli..." Bukan cukup di pipi, Jo terus mengecupi seluruh leher, tengkuk membuat Karina berteriak kegelian.


Keduanya pun sampai jatuh terjerembab di sofa dengan berada di atas tubuh istrinya. Keduanya tertawa saling menatap tetap dalam posisi tersebut. Nafas keduanya sama-sama terengah-engah karena tawa mereka yang menunjukkan betapa mereka saling mencintai.


Dan terjadilah percintaan kilat yang panas di kamar itu hingga membuat teh hijau yang disiapkan Karina harus diganti yang hangat lagi.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak


Beri rate, like dan vote nya

__ADS_1


Makasih 🙏


Maafkan typo


__ADS_2