Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Malam terakhir


__ADS_3

"Istirahatlah! Kau... sedang tak enak badan." tolak Jo dengan nada halus penuh kasih sayang namun ditanggapi Karina dengan tatapan mata kecewa.


"Kau... menolakku?" bisik Karina menatap Jo yang hendak keluar kamar, tangannya sudah menyentuh hendel pintu.


Dia berencana untuk membuatkan minuman hangat untuk istrinya. Jo berbalik mendekati istrinya kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.


"Kau ini kenapa? Apa ada sesuatu hal yang membuat marah?" tanya Jo penuh perhatian sambil membelai pipi istrinya lembut.


Meski baru beberapa bulan kebersamaan mereka, Jo tahu betul bagaimana jika istrinya ini sedang marah atau tidak. Dia berusaha untuk memahami istrinya dari hal-hal kecil tentang istrinya. Setelah memutuskan pertunangannya.


Jo berjanji pada dirinya sendiri kalau Karina adalah satu-satunya wanitanya sampai maut memisahkan mereka. Meski orang tuanya belum memberikan restu. Jo yakin suatu saat mereka pasti akan menerima mereka. Apalagi saat mendengar kabar bahwa suami pertama Karina sudah mulai memproses perceraian mereka atas desakan istri keduanya.


Jo sangat bahagia mendengar kabar dari orang-orangnya. Meski harus ikut mengurus putri sambungnya, dia tak keberatan. Putrinya itu sangat penurut dan baik mungkin karena didikan istrinya.

__ADS_1


Karina mendekap tubuh Jo erat, seolah tak pernah akan bertemu lagi.


"Aku menginginkanmu." bisik Karina di dalam dekapannya.


Jo tersentak, baru kali ini istrinya meminta untuk berhubungan intim selama menjadi istrinya. Meski dirinya sering memintanya dulu, tapi istrinya tak pernah sekalipun menolak kecuali saat dirinya datang bulan. Dan kali ini istrinya meminta terlebih dahulu dan tentu saja adik kecilnya yang sejak tadi berdiri tegak menuntut dibebaskan semakin berontak saja.


Sungguh Jo tak dapat mengendalikan dirinya jika di dekat istrinya ini. Pernah dirinya keluar kota hanya dua hari dan banyak bertemu dengan wanita cantik lainnya namun adik kecilnya tak bergeming. Lemas tak bertenaga, namun saat melakukan video call dengan istrinya, adik kecilnya bangun dan berdiri.


"Kau sakit. Aku tak mau membuatmu lebih sakit." bisik Jo serak karena menahan hasratnya.


Karina tak menjawab, tangannya mulai bergerak menelusuri seluruh tubuh suaminya mencari titik sensitif suaminya yang membuat Jo menegang merasakan sensasi sensual yang diberikan istrinya. Jo tak melakukan apapun, hanya menikmati apapun yang dilakukan istrinya padanya.


Sesekali dia ingin dimanjakan oleh istrinya itu. Meski dirinya sudah bergerak gelisah ingin membalas cumbuan istrinya, tapi Jo tetap bertahan ingin lebih sentuhan istrinya.

__ADS_1


Entah sejak kapan pakaian mereka sudah berserakan di lantai dengan Karina di atas tubuh suaminya memimpin permainan. Jo meneguk ludahnya kasar. Menelannya dengan susah payah.


"Baby..." desis Jo menatap istrinya yang sedang bergerak sensual bermain dengan adik kecilnya dan itu sangat menyenangkan.


Desahan Jo menggema di seluruh kamar mereka, hawa panas melingkupi keduanya meski AC kamar sudah dinyalakan. Namun keduanya tampak berpeluh keringat di dahinya.


Meski dengan menahan sakit kepala dan dahi panasnya, Karina tampak menikmati permainannya dan dia sungguh senang dan bangga membuat suaminya mendesah keenakan dan mampu mencapai pelepasannya di dalam mulutnya.


Selama dirinya berhubungan dengan suami pertamanya Keanu, Karina tak pernah melakukan hal ekstrim itu. Keanu selalu menolak hal itu jika Karina menggodanya. Karina hanya diam tak banyak protes.


Meski jarang mendapatkan pelepasannya, baru dengan Jo dia menikmati apa itu pelepasan. Dan itu membuat Karina kecanduan. Meski dirinya tak berani meminta terlebih dahulu, Jo selalu memberikan kepuasan padanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2