Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Kenangan buruk


__ADS_3

Flashback on


Tiga tahun lalu...


"Jadi kau pengasuh putriku yang dikirim ibu?" tanya Karina yang sedang duduk bersisian dengan suaminya Keanu sore itu.


Suaminya Keanu sudah pulang kerja lebih awal. Di depannya berdiri seorang wanita muda yang cantik, mungkin usianya selisih tiga tahun lebih muda darinya. Ibu mertuanya menjanjikan dirinya akan mencarikan pengasuh untuk putrinya yang masih berusia tiga tahun dari tetangga di desa tempat suaminya dulu tinggal.


Karina hanya mengiyakan tawaran ibu mertuanya yang dia yakini dia lakukan demi dirinya. Karena selama ini yang dia tahu ibu mertuanya itu sangat menyayanginya lebih dari putranya sendiri yaitu suaminya. Bahkan ibu mertuanya itu menganggap dirinya seperti putri kandungnya sendiri.


Tentu saja Karina senang, dimana lagi dia mendapat seorang ibu mertuanya yang menyayanginya dengan tulus. Apalagi sejak Karina yatim piatu ditinggalkan oleh orang tua kandungnya karena kecelakaan. Yang mau tak mau membuat Karina hidup sebatang kara meski sudah bersuami dan mempunyai putri berusia tiga tahun.


"Iya bu." jawab wanita muda itu malu-malu, bukan malu-malu tapi lebih ke genit saat menatap Karina sambil melirik Keanu suaminya.


Awalnya Karina tak merespon perilaku wanita muda itu, dia memang tidak menyangkal kalau suaminya benar-benar pria tampan yang mampu menarik lawan jenisnya. Namun Karina percaya suaminya bukan tipe pria playboy yang gemar menebar pesona dengan sembarang **perempuan.


Bahkan** mantan pacar suaminya itu bisa dihitung dengan jari karena terlalu setianya dia dengan pasangannya dulu saat masih sekolah menengah atas dan apalagi saat memasuki kuliah. Suaminya itu hanya pernah berpacaran dengan seorang perempuan saja mesti mereka harus putus entah karena apa.


"Siapa namamu?" tanya Karina lagi, wanita muda itu masih setia menundukkan kepalanya meski sesekali mendongak untuk menjawab pertanyaan Karina meskipun sambil melirik Keanu yang terlihat cuek hanya memangku putri kecilnya.


"Nama saya Mutiara bu, sering dipanggil Tia." jawab perempuan itu senyum-senyum tak jelas.


Sebenarnya Karina tak menyukai perempuan itu namun karena menghargai ibu mertuanya dia terpaksa menerima perempuan itu bekerja di rumahnya.


"Kamu pengalaman kerja apa saja?" tanya Karina lagi masih bersikap biasa.


"Saya pernah menjadi pengasuh bayi tetangga saya di desa selama dua tahunan bu." jawab Tia yakin dengan penuh percaya diri.


Karina mengangguk-angguk percaya karena sesuai apa yang dikatakan ibu mertuanya.


"Gimana mas?" tanya Karina menoleh menatap suaminya yang sibuk menimang putrinya.


Keanu yang merasa dipanggil istrinya menoleh, kembali menoleh pada Tia, menatap perempuan itu dengan pandangan tak terbaca, kemudian menoleh menatap lagi pada istrinya Karina. Dan semua itu tak luput dari perhatian Karina yang dengan polosnya menganggap hal itu biasa.

__ADS_1


"Tersenyum kamu sayang, aku ikut keputusanmu." jawab Keanu kembali bermain dengan putri kecilnya. Karina mengangguk menatap Tia kembali.


"Baiklah. Aku antar ke kamarmu. Dan aku akan menjelaskan pekerjaanmu." ucap Karina akhirnya berdiri menuju kamar pembantu yang ada di belakang dekat dapurnya.


**


Sudah lebih dari tiga bulan Tia menjadi pengasuh putrinya jika Karina dan suaminya bekerja. Dan tak ada masalah yang berarti yang dilakukan oleh Tia. Malah Karina merasa puas dengan pekerjaannya. Dan dia cukup pengalaman dan cekatan dalam mengurus putrinya.


Sehingga Karina semakin mempercayakan pada Tia selama dirinya bekerja. Hanya saat pulang kerja saja putrinya bersama dirinya. Dan Tia mengerjakan pekerjaan rumah. Dan suaminya juga tak mengeluhkan sesuatu hal yang berarti tentang Tia.


Namun hari itu setelah setengah tahun Tia bekerja di rumahnya. Karina malam itu sedang lembur dan pulang terlambat. Karina memasuki rumahnya tanpa memencet bel rumah, membuka pintu dengan kunci cadangan yang sengaja dia bawa jika dirinya pulang terlambat karena lembur.


Dia tak mau membangunkan orang rumah yang mungkin saja sedang tidur semua. Karina masuk ke dalam rumah menuju kamarnya setelah mengunci kembali pintu depan. Namun suara-suara aneh didengarnya dari ruang keluarga rumahnya.


Awalnya Karina takut dengan suara-suara itu. Mungkin makhluk abstral sedang beraksi, begitulah yang dipikirkan Karina.


Namun suara-suara itu semakin kencang dan semakin jelas membuat Karina penasaran dan dia pun berjalan perlahan tanpa suara mendekati suara-suara itu ingin memergoki seandainya itu seorang maling, mungkin?


"Ken..." suara cicitan seseorang yang berat akan hasrat.


Karina membuang pikiran buruknya jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Kau ... sungguh... nikmat..." suara lainnya yang terdengar seperti desahan.


"Aku... merindukan...muh..." suara satu lagi.


Karina semakin mendekat lagi dengan dada yang bergemuruh entah sakit atau terkejut atau kecewa.


"Ahh...lebih... cepat...ahh...ahhh..." suara yang lainnya. Karina sampai di dekat saklar lampu ruang tengah yang remang.


Blarr...


Lampu menyala begitu terangnya membuat kedua orang yang sedang berpangkuan di sofa ruang tengah dengan keadaan si perempuan telanjang dan si pria masih berpakaian dengan celana yang sudah melorot. Dan yang membuat terkejut. Keduanya sedang menyatu melampiaskan hasratnya.

__ADS_1


Bruk...


Suara tas kerja Karina terjatuh menatap pandangan mesum kedua insan yang sedang memadu kasih begitu liarnya. Karina kehilangan kata-kata.


Perempuan yang dikenali sebagai Tia pengasuh putrinya langsung berjengit kaget dan Keanu spontan mendorongnya hingga tersungkur ke lantai. Keanu bergegas memakai celananya. Dan Tia mencari-cari pakaiannya untuk menutupi tubuh polosnya.


"Sayang..." ucap Keanu terbata merasa bersalah. Wajahnya pucat ketakutan, sedang Karina terdiam merenung sejenak masih mencerna kejadian yang baru saja dilihatnya seolah hal itu adalah mimpi buruk. Karina pun pingsan.


"Karina..." seru Keanu mendekati Karina sambil mengangkat kepalanya didudukan ke pangkuannya menyebut-nyebut namanya yang berharap membuka matanya.


Keanu membopong tubuh istrinya ke kamar. Membaringkan tubuhnya di ranjang. Menggenggam erat jemari tangan istrinya dengan meremas-remasnya berharap dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh istrinya dengan rasa bersalahnya.


**


Setelah lima belas menit dokter selesai memeriksa tubuh Karina.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Keanu penuh harap menatap raut wajah dokter itu tidak kelihatan baik. Dokter itu pun menggeleng.


Setelah menunggu setengah jam, Keanu nampak panik dan cemas melihat Karina tak kunjung sadar. Hingga dia memutuskan untuk menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan istrinya.


"Keadaannya buruk. Sepertinya dia terlalu shock hingga akhirnya pingsan. Dan sayangnya alam bawah sadarnya tidak menginginkan untuk sadar. Sepertinya sebelumnya dia pernah mengalami hal yang sama. Yang membuat dirinya sangat terpukul." jelas dokter itu menepuk pundak Keanu yang terdiam merasa bersalah.


"Apa yang harus kulakukan sekarang dok?" tanya Keanu pasrah.


"Sebaiknya segera bawa ke rumah sakit, jika sampai besok pagi belum sadar. Hanya alat-alat dokter yang dapat membantunya untuk tetap bertahan hidup. Tapi semoga saja besok pagi segera sadar. Saya sudah memasang infus dan obat untuk membantunya sadar." jelas dokter itu, menepuk pundak Keanu lagi.


"Terima kasih dok." jawab Keanu, dia kembali mendekati tubuh istrinya, menggenggam erat jemari tangan itu.


"Maaf... maafkan aku... maaf..." bisik Keanu lirih, sambil mengecup punggung tangan istrinya dengan penuh penyesalan.


Di balik pintu yang tidak tertutup sempurna terdapat seorang wanita yang terlihat mengepalkan tangannya saat mendengar Keanu berbisik penuh penyesalan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2