Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Berkunjung ke rumah lama


__ADS_3

"Kau mau kemana baby?" tanya Jo yang baru saja tiba di rumah Karina.


Ya, Karina tak mengizinkan Jonathan tinggal di rumahnya lagi karena hubungan mereka belum sah menjadi suami istri lagi. Da Karina benar-benar mengusirnya saat dia memaksa untuk tinggal. Sungguh kejam. Karina tak punya alasan untuk mengizinkan Jo untuk tinggal di rumahnya.


Meski Jo memohon demi si kembar. Pagi-pagi sekali Jo segera datang ke rumah Karina untuk ikut sarapan bersama dan menemui anak-anaknya setelah itu dia baru akan berangkat ke kantor, setelah semalam pulang pukul delapan malam dari rumah orangtuanya.


Kini Jo gelisah melihat Karina mengemasi kopernya, meski yang paling banyak adalah barang-barang anak-anak.


"Ah, aku lupa bilang ya, aku mau berkunjung ke rumah mama dan papa.


Aku juga akan mengundang mereka ke pernikahan kita nanti." jawab Karina masih sibuk mengurus keperluan anak-anaknya.


"Mama dan papa? Bukannya orang tuamu sudah meninggal? Ah, maaf. Bukan maksudku untuk..." Karina hanya tersenyum.


"Aku ingin berkunjung ke rumah kakek dan nenek Anin." jawab Karina singkat, menggendong si kembar John ke meja makan diikuti Jo menggendong si kembar Josh dari belakang. Jo mengernyit tak suka mendengar hal itu.


"Untuk apa kau mengunjungi mereka?" tanya Jo tak suka, mendudukkan si kembar ke kursi khusus bayi untuk mereka, sementara dirinya duduk di kursi yang biasa dia duduki, kursi kepala keluarga.


"Ayolah Jo, mereka kakek dan nenek Anin. Sudah sejak kecil aku sudah menganggap mereka seperti orang tuaku sendiri. Mereka yang mengurusku saat ibuku mengajar di sekolah. Yah, selain menjadi mantan menantunya sih, aku tetap menjalin hubungan baik dengan mereka." jelas Karina namun reaksi Jo tetap cemberut tak suka.


"Aku ikut!" putus Jo final.


"Tapi Jo, kau harus bekerja?"


"Aku bosnya terserah aku." Karina berdecak kesal, karena Jo menyombongkan dirinya. Namun itu adalah kenyataan, Karina hanya mengiyakan.


"Aku hanya berharap kau tak membuat masalah." peringat Karina sambil menyuapi si kembar.


"Apa aku terlihat pembuat masalah?" tanya Jo tak suka.


"Ya. Dan jika disana ada papa Anin, jangan berbuat kekanakan."


"Seperti apa contohnya?"


"Cemburu mungkin."


"Tentu saja aku cemburu melihat kau bersama mantan suaminya yang breng*sek itu." umpat Jo.


"Jo." Karina melirik kursi makan Anin, untung saja Anin masih sibuk berkemas dibantu Maya.


"Apa?" jawab Jo tak paham, dia masih diselimuti rasa cemburunya.


"Jangan menjelekkan papa Anin di depannya. Kau akan menyakitinya."


"Tapi itu kenyataan."

__ADS_1


"Jo..."


"Baiklah baik... tapi aku tetap tak suka kau dekat-dekat dengannya."


"Baiklah."


"Oh ya, kami akan menginap."


"APA?"Jo berteriak tak suka.


***


Dalam perjalanan, Jo yang menyetir mobilnya dengan anak-anak di belakang dan juga Maya.


"Kau yakin akan menginap baby?" tanya Jo lagi saat mobil berhenti di lampu merah.


Dan Karina selalu tersipu saat Jo memanggilnya dengan panggilan itu.


"Kau sudah menanyakan berkali-kali Jo, dan jawabannya tetap sama." jawab Karina semakin sebal melihat Jo yang posesif.


"Kalau begitu kita menginap di hotel saja." ucap Jo.


"Di sana desa Jo, tak ada hotel. Itupun jauh di kota." jawab Karina.


"Kenapa kita harus tidur di rumah mereka?" tanya Karina menatap Jo lekat.


Yang mulai melajukan mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah warna.


"Oh ya? Lalu kita akan menginap di mana?" tanya Jo antusias, ternyata yang dipikirkannya tidak seperti yang diduganya.


"Tentu saja di rumah lamaku. Meski orang tuaku sudah meninggal, aku memilih tidak menjualnya atau menyewakannya. Aku hanya menyuruh seseorang yang kupercaya untuk merawatnya." jelas Karina membuat Jo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Ternyata dugaannya salah tentang Karina yang mau menginap di rumah mantan mertuanya. Jo tersenyum senang menatap Karina lembut.


***


Butuh tiga jam perjalanan sampai mereka tiba di tempat tujuan. Jo memarkirkan mobilnya di halaman rumah Karina yang sederhana yang disampingnya terdapat rumah yang cukup megah dan mewah karena berada di desa.


"Ayo sayang. Kita turun! Kita ke rumah nenek dulu!" ajak Karina melepaskan ikatan kursi khusus si kembar.


"Iya ma." jawab Anin antusias.


"Kita mau kemana?" tanya Jo yang bingung melihat Karina tidak masuk ke dalam rumah yang halamannya diparkiri mobilnya, namun malah menuju rumah mewah di sebelahnya.


"Tentu saja ke rumah kakek dan nenek Anin." Karina hanya menggelengkan kepala melihat Jo yang entah kenapa cerewet sekali hari ini.

__ADS_1


Maya hanya tersenyum lucu melihat tingkah tuannya itu, ah tidak mantan tuannya atau... ah entahlah.


**


"Pa, tolong buka pintunya pa. Sampai kapan papa tak akan mengizinkan aku masuk." rengek seseorang didepan rumah mantan mertua Karina.


Karina yang hendak masuk ke halaman rumah itu mengernyit, dia seperti mengenali suara pria yang merengek itu. Jadi benar, papa memusuhi mas Ken karena menceraikan aku? batin Karina merasa iba, hanya iba tak ada lagi perasaan lebih dari pada itu.


"Pa, please!" pinta Ken lagi.


Ya, pria yang merengek itu adalah Keanu. Dia benar-benar tidak diizinkan masuk oleh papanya karena belum berhasil membawa menantunya atau mereka lebih senang menyebutnya putri mereka.


"Papa..." seru Anin berlari menghampiri Ken yang berlutut di depan pintu rumahnya.


Ken menoleh menatap ke arah suara, dia langsung menghapus air matanya yang mengalir karena tak mau membuat putrinya dan Karina merasa kasihan.


"Anin." panggil Ken balik, memeluk tubuh putrinya yang menghambur memeluknya erat.


Ken menatap jauh ke depan ada Karina dan bayi? dua bayi? kembar? Siapa mereka? Apakah anak Karina? Dan di belakang Karina ada seorang pria yang dikenali Ken.


Pak Jonathan? lagi-lagi Ken dibuat mengernyit heran melihat mantan atasannya itu datang bersama Karina sambil menggendong seorang bayi yang...oh tidak, jangan katakan kalau Karina sudah menikah dengan atasannya di tempat kerjanya dulu. batin Ken tak suka.


Ken melepas pelukan Anin mengusap dan membelai lembut pipi putrinya yang semakin mirip Karina saat kecil dulu.


"Apa yang papa lakukan disini? Papa menangis?" tanya Anin menatap mata Ken sembab.


TBC


Hai teman-teman, maaf up nya agak sore...


Karena akan mendekati end, up nya 1 episode ya...😁😁


Untuk cerita Bram, Lena, Maya dan Indra nanti akan ada cerita extra untuk mereka sendiri-sendiri, oh ya, Katrina juga tentang saudara kembar Karina... ditunggu aja...


Dan aku berencana untuk season 2, menceritakan kehidupan Jo dan Karina setelah menikah beserta anak-anak mereka. Setuju gak?


Terima kasih masih setia membaca karya saya 🙏🙏


Beri like, rate dan vote nya


Maafkan typo juga...


Maaf juga jika ada kata-kata yang menyinggung... itu semua tidak ada faktor kesengajaan, murni hasil pikiran, fiksi...


Makasih semuanya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2