Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Extra part 1


__ADS_3

Mature 21+


Yang dibawah umur menyingkir dulu...


Jo memeluk tubuh Karina dari belakang. Karina terdiam gugup karena pelukan itu. Padahal itu bukan pertama kalinya mereka melakukan malam pertama. Tapi entah kenapa Karina menjadi gugup.


"Ah, akhirnya.." bisik Jo di dekat telinga Karina. Wajahnya dicerukkan ke dalam leher istrinya.


Menghirup aroma tubuh istrinya yang wangi lavender. Setelah membersihkan tubuhnya bergantian dengan Karina, Jo hanya berbalut handuk di pinggangnya. Karina yang sedang mengeringkan rambutnya di meja rias sudah membuka hijabnya sejak tadi. Seolah sudah siap dengan apa yang akan terjadi pada pasangan pengantin baru itu.


Eh, bukan baru mungkin. Tapi bagi mereka itu adalah malam pengantin mereka untuk pertama kalinya hubungan mereka sah menjadi suami istri secara hukum dan agama serta disiarkan oleh media cetak. Dan mungkin viral di jagat maya sosial karena Jonathan adalah satu-satunya pewaris tahta perusahaan Alensio grup.


Yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perhotelan, industri dan pariwisata nomer satu di ibukota. Bahkan bisnis mereka juga semakin membesar dalam bidang properti.


"Apanya yang akhirnya?" tanya Karina menatap bayangan suaminya di dalam cermin.


"Aku mengingat pertemuan pertama kita. Kau merayuku hingga kita mengalami hubungan intim yang sangat indah malam itu." Karina tersipu malu mendengar ucapan suaminya yang mengingatkan dirinya dulu sungguh bersifat buruk hingga berani mabuk-mabukkan dan berakhir di ranjang dengan pria yang belum dikenalnya bahkan sekarang sudah menjadi suaminya dengan dua bayi kembar buah cinta mereka.


"Jangan membuatku semakin malu!" bisik Karina menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku tak menyesal, kalau saja aku tak bertemu kembali denganmu, mungkin sekarang kita tak ada disini bersama." ucap Jo memutar tubuh istrinya menghadapnya sambil menyingkirkan kedua tangan Karina yang menutupi wajahnya.


Jo berjongkok di depan Karina. Menikmati wajah istrinya yang tak akan pernah ada bosan-bosannya bagi dirinya untuk terus menatapnya wajah cantik yang memikat hati dan tubuhnya itu.


"Jo.."


"Aku mencintaimu... sangat mencintaimu... lebih dari nyawaku..." Jo mengecupi pucuk jemari Karina satu persatu bergantian yang menciptakan sensasi yang membuat Karina panas dingin.


Dia pun juga menginginkan sentuhan suaminya setelah hampir satu bulan mereka bercerai.


"Jo..." panggilan Karina yang mirip desahan membuat Jo semakin berani melepas bath robe Karina.

__ADS_1


"Aku tak akan melepaskanmu malam ini, baby..." bisik Jo semakin berani tangannya menjelajahi seluruh lekuk tubuh istrinya yang sudah bagaikan candu untuknya itu.


"Ahh...Jo..." bisik Karina yang lebih mirip desahan itu menggema di seluruh kamar hotel pasangan pengantin itu semakin menciptakan udara sekitar menjadi mendadak panas di tubuh keduanya. Padahal AC kamar itu menyala standar.


Jo membopong tubuh istrinya di depannya tanpa melepas ciuman bibirnya. Karina spontan mengalungkan lengannya di leher suaminya menikmati ciuman itu. Entah sejak kapan bath robe dan handuk Jo terlepas hingga keduanya kini sama-sama naked.


Jo membaringkan tubuh istrinya lemah lembut dan perlahan seolah benda pecah belah yang rawan akan pecah jika di tidak hati-hati.


"You're mine baby, now, tomorrow and forever..." bisik Jo tepat di telinga istrinya sambil mengu*lum cuping telinganya yang memerah.


"I'm yours.." balas Karina membisikkannya lirih.


Kini keduanya berpagutan mesra dengan sama-sama menggebu-gebu seolah tidak ada hari esok lagi.


Keduanya bergelung kenikmatan di ranjang kamar hotel tempat mereka dulu pernah menghabiskan malam sebelum mereka saling mengenal. Ya, kamar itu seolah jadi saksi penyatuan hati dan diri mereka.


Jo menghentakkan begitu kencang dan cepat diatasnya dengan tatapan penuh gairah yang selama ini teredam semakin membuatnya candu di setiap desahan mereka.


"Aahh... Jo..."


"I love you..."


"I love you too so much."


Jo kembali mengecup bibir itu dengan penuh nafsu, liar dan brutal. Hingga nafas keduanya memburu namun mereka menikmati setiap detik penyatuan itu dengan penuh perasaan cinta, kasih, sayang dan nafsu.


Hingga lenguhan panjang keduanya membuat tubuh Jo terjatuh di atas tubuh istrinya tanpa melepas penyatuan mereka. Keduanya mencoba menetralkan nafas.


"Baby..." bisik Jo.


"Hmm.." Karina terpejam tak kuat lagi menahan kantuknya.

__ADS_1


"Again..."


"Ya?.... Ahh...." hentakan terjadi lagi di dalam tubuhnya.


Karina yang hendak menolak tak bisa berkata-kata lagi. Karena dirinya kembali merasakan kenikmatan yang sama. Suaminya menepati janjinya tak akan melepaskan dirinya sampai pagi menjelang.


***


Cahaya matahari masuk melalui celah-celah kelambu jendela kamar hotel yang ada di lantai paling atas hotel itu. Dan jendela tepat berada matahari terbit. Karina menyipitkan matanya kala cahaya itu sedikit menyorotnya langsung ke matanya. Hingga silaunya membuatnya mau tak mau tetap terpejam dan sedikit bergerak.


Namun sesuatu dirasakan berdiri tegak masih berada di dalam miliknya di bawah sana. Karina mengurungkan niatnya untuk bergerak. Namun terlambat, suaminya yang ternyata sudah bangun mulai menggerakkan tubuh bawahnya dan menghentak membuat Karina lagi-lagi tanpa sadar mendesah dan membuat suaminya semakin bergerak cepat.


"Kau menggodaku baby, kau membangunkannya. Dan dia menginginkannya lagi." Jo bergerak lagi, menghentakkan pinggulnya tanpa memberikan jeda untuk Karina menjawabnya selain desahan dan lenguhan yang keluar dari bibirnya.


Karina benar-benar dibuat tak berkutik. Stamina suaminya sungguh di luar batas wajar manusia normal. Semalam entah berapa jam mereka menghabiskan malam pertama mereka dan kini serasa kurang saja suaminya mulai menyerangnya kembali.


"Aahh... Jo..."


"Yes, baby..." bisik Jo, kini dia mendudukkan tubuh istrinya hingga punggungnya bersandar di tubuhnya.


Dan mulai menghentakkan dengan selaras. Desahan, lenguhan dan racauan memenuhi kamar hotel itu.


Hingga keduanya kini tertidur pulas kembali di bawah selimut. Jo benar-benar menggempur istrinya hingga batas kekuatan istrinya. Jo ingin menanamkan benihnya kembali dan memiliki banyak anak agar istrinya semakin tidak bisa lepas darinya.


"I love you baby... love you forever..." Jo mengecup lembut kening istrinya yang sudah tertidur pulas sambil menaikkan selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang polos.


***


Panas dingin....hiiii...


Oh ya, kalau cerita Bram kubuat sequel sendiri setuju gak ya? Komen dong...

__ADS_1


Tetap beri like, rate dan vote nya makasih 🙏


__ADS_2