
Mobil Karina memasuki halaman sebuah rumah mewah yang bergaya joglo. Rumah yang masih tergolong mewah karena berada di desa terpencil yang masih belum begitu padat penduduk. Suasana hawa desa masih sangat terasa sore hari itu. Karina memarkirkan mobilnya di halaman rumah itu dengan apik.
Para pelayan dan tukang kebun yang diperkerjakan di rumah besar itu terheran-heran melihat pemandangan sebuah mobil mewah yang diperkirakan dari kota membuat semuanya menatap seksama ke arah pintu mobil. Siapakah gerangan yang bertamu di rumah majikannya itu. Tentu saja mereka tak ada yang mengenali begitu Karina terlihat keluar dari dalam mobil mewah itu diikuti Anin dan Maya.
Seorang pelayan paruh baya yang mengenali karina langsung lari tergopoh-gopoh menuju mobil Karina dan mendekatinya.
"Nyonya muda... nyonya muda..." seru wanita paruh baya itu yang bernama bi Atun.
"Bibi... Apa kabar?" jawab Karina menyapa bi Atun sambil memeluk tubuh tua itu.
"Nyonya besar tak bilang apa-apa kalau nyonya muda mau datang?" seru bi Atun antusias.
Dia sangat suka pada Karina yang menganggapnya sebagai orang yang dihormati bukan sebagai pelayan. Bi Atun adalah asisten rumah tangga terlama di rumah besar itu. Sejak Keanu masih sangat kecil. Sehingga dia begitu mengenal Karina yang juga sudah dari kecil selalu bermain di rumah majikannya bersama tuan mudanya Keanu.
"Ke..Ju..tan..." seru Karina tertawa ceria setelah melepas pelukannya.
"Nyonya bisa aja..." ucap bi Atun malu-malu. Sifat Karina yang selalu ceria membuat semua orang di rumah besar itu merasa terhibur.
Nyonya mudanya itu sungguh tak menampakkan wajah sedih atau susahnya. Hanya keceriaan yang selalu ditampilkan meski beban berat menghimpitnya. Bahkan saat kedua orang tuanya meninggal, kesedihannya tak berlarut-larut hanya cukup sehari dia menangisi kepergian kedua orang tuanya.
"Mama mana Bi?" tanya Karina yang melihat rumah besar itu terlihat sepi.
"Oh, nyonya besar mengantar tuan besar untuk kontrol ke dokter langganan mereka nyonya." jawab bi Atun yang membuat langkah Karina terhenti saat sudah hampir mencapai pintu depan rumah besar yang dikenali Karina tempatnya dulu sering bermain-main untuk mencari Keanu.
Rumah itu tak banyak berubah masih sama seperti dulu. Hanya cat dinding rumahnya yang terlihat sudah diganti yang baru dengan warna yang sama. Sedang halaman rumah itu terlihat semakin banyak tanaman-tanaman yang memang sengaja ditanam untuk keindahan rumah itu.
"Papa sakit?" tanya Karina cemas menatap bi Atun.
"Ah, biasa penyakit lama. Kolesterol tuan besar kambuh karena kadang mencuri-curi makanan yang dilarang dokter." jawab bi Atun tersenyum.
"Oh..." jawab Karina kini masuk ke dalam rumah yang sudah seperti rumahnya sendiri itu.
__ADS_1
Namun sekarang entah kenapa terlihat asing di mata Karina. Apa mungkin karena mereka sudah bercerai? batin Karina tak mampu menemukan jawaban dari rasa keterasingannya pada rumah yang sudah sejak kecil sering didatanginya dulu.
"Nyonya mau minum apa?" tanya bi Atun setelah melihat Karina duduk di sofa ruang tamu.
Lamunan Karina yang sedang meneliti dan mencoba mengingat kembali kejadian masa lalu itu buyar.
"Saya akan ambil sendiri bi." jawab Karina menuju dapur rumah itu yang sudah sangat dihapalnya.
"Ma, mau minum. Haus!" pinta Anin yang mengikuti Karina dari belakang.
"Ini non Anin? Sudah besar ya? Dan cantik pula seperti mamanya waktu kecil dulu." ucap bi Atun yang kagum dengan wajah Anin yang memang mirip dengan Karina versi kecil.
Karina tersenyum senang. Memang siapapun pasti akan dengan mudah melihat putrinya yang sangat mirip dengan dirinya itu. Dan Jo sangat menyayangi Anin karena mirip dengan Karina, seperti sedang 'ngemong' Karina jika bersama Anin, itulah ucapan Jo saat Karina menanyakan kenapa dia sangat menyayangi Anin.
**
Suara deru mesin mobil terparkir di halaman rumah besar itu. Bi Atun langsung melihat ke depan yang sudah tahu suara mesin mobil siapa.
"Bi, jangan bilang-bilang mama tentang aku. Aku mau buat kejutan mama." bisik Karina sebelum bi Atun mencapai pintu depan rumah.
Bi Atun berlari-lari kecil menghampiri nyonya besar yang sedang membantu memapah tuan besarnya.
"Siapa tamunya bi?" tanya mama Keanu melihat Bu Atun mendekat.
"Dia di dalam nyonya."
"Siapa?"
"Ada deh." jawab bi Atun yang tersenyum lucu.
"Kamu ini." jawab mama Keanu yang tidak marah mendengar candaan bi Atun. Mereka memang sudah seakrab itu, seperti dengan temannya saja.
__ADS_1
**
Mama Keanu dengan penuh rasa penasaran menatap sekeliling ruang tamu, namun tak ada tamu yang dicarinya.
"Dimana tamunya bi?" tanya mama Ken tak sabaran.
"Ke..ju..tan.." seru Karina yang muncul dari dalam rumah diikuti Anin dan Maya.
"Karin!" seru mama Ken setelah mendudukkan tubuh papa Ken di sofa ruang tamu.
"Mama." seru Karina menghambur memeluk mama Ken erat.
Tanpa sadar air matanya menetes entah karena bahagia atau sedih.
"Kamu nakal ya, gak mau mengunjungi kami lagi." marah mama Ken pura-pura.
"Maaf ma. Karina sibuk, dan Anin juga harus sekolah. Sekarang mumpung masih cuti dan Anin libur sekolah." jawab Karina yang air matanya tak bisa dibendung malah semakin deras mengalir.
"Hei... kenapa malah menangis?" hibur mama Ken sambil menghapus air matanya dengan penuh kasih sayang seperti pada putrinya sendiri.
"Karin bahagia bertemu mama dan papa." jawab Karina sesenggukan sambil tersenyum bahagia.
"Sudah... sudah...ini Anin? Cucu eyang?" tanya mama Ken ganti menatap Anin yang sejak tadi berdiri di samping Karina.
Karina tak mampu menjawabnya hanya mengangguk mengiyakan. Tentu saja mereka sudah tidak bertemu lama. Karena terakhir kali papa dan mama Ken mengunjungi mereka saat Anin umur dua atau tiga tahunan.
"Papa." sapa Karina ganti memeluk papa Ken, sambil menyalami dan mengecup punggung tangan papa Ken.
"Kau terlihat sehat. Dimana Ken?" tanya papa Ken yang tak melihat Keanu bersama Karina.
Karina langsung menegang dan berpikir keras alasan apa yang akan dikatakan jika sudah sampai.
__ADS_1
"Mas Ken sedang pelatihan di luar negeri ma, karena sedang naik jabatan." alasan Karina yang membuat papa Ken ber- oh ria.
TBC