Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Pulang 2


__ADS_3

Kini pesawat tujuan Indonesia dari Toronto Kanada telah mendarat dengan selamat lebih cepat satu jam dari perkiraan. Bram menggendong salah satu di kembar dan satunya lagi digendong Karina, sedang Maya menggandeng Anin mengikuti dari belakang langkah Bram dan Karina.


Karina menghentikan langkahnya saat sudah mencapai tempat parkir bandara, dia menatap sekeliling bandara yang dikenalnya. Beberapa waktu lalu, Karina juga pergi ke Kanada dari bandara itu juga.


"Ayo!" Bram menarik pergelangan tangan Karina saat mobil jemputannya sudah terlihat di bandara.


Karina hanya mengikuti tarikan tangan Bram tak berkomentar apapun. Dia duduk disebelah Bram dengan memangku anak-anaknya dibantu Bram. Sedang Maya dan Anin duduk di bangku penumpang di belakang. Koper-koper mereka dimasukkan ke dalam bagasi mobil oleh orang suruhannya.


"Kau capek, biar aku pangku keduanya." tawar Bram melihat wajah letih Karina karena jet lag membuatnya bersimpati.


"Tidak, kau juga capek. Aku masih kuat." jawabnya tersenyum simpul meski menahan mual di perutnya.


"Kau terlihat pucat, kau akan semakin kesakitan saat perjalanan. Masih jauh apartemenku. Buatlah dirimu nyaman." Karina terlihat menimbang-nimbang ucapan Bram, mengingat alamat yang diucapkan Bram ke apartemen memang jauh dari bandara seingatnya dulu.


"Baiklah." Karina menurut, mendudukkan anak-anaknya di tempat duduk khusus bayi yang sepertinya sengaja disiapkan oleh orang suruhannya Bram yang tentu saja itu pasti perintah Bram. Bram pun tersenyum melihat Karina menurut.


***


Saat mobil Bram sudah mulai melaju pergi meninggalkan bandara, mobil Jo memasuki halaman parkir bandara dan berselisih jalan tepat di sampingnya. Namun keduanya tak tahu. Jo langsung turun saat melirik jam tangan kurang dari setengah jam akan segera mendarat.


Jo tersenyum bahagia saat mengetahui siapa yang akan segera mendarat di bandara itu. Dia terlihat antusias dan bersemangat akan menemukan istrinya yang sudah sangat lama dirindukannya.


"Ternyata kau lari ke Kanada? Tahu begitu aku akan meminta bantuan kakakku." guman Jo berkeliling celingukan kesana-kemari mencari orang suruhannya.


"Tuan." sapa orang suruhannya.


"Bagaimana? Setengah jam lagi mendarat?" tanya Jo antusias tersenyum senang. Namun sepertinya orang suruhannya tak sesenang itu.


"Ada apa?" tanya Jo yang sepertinya orang-orang itu seperti melakukan kesalahan.


"Pesawat sudah mendarat setengah jam lalu lebih cepat. Semua penumpang sudah turun dari pesawat. Dan orang yang.."


Plak..


Suara tamparan pada orang suruhannya membuat Jo kehilangan kesabarannya. Sudah selama ini dia menanti, tapi dia terlewat begitu saja. Semua orang yang ada di bandara menatap kejadian itu. Jo segera mengendalikan dirinya dan menghela nafas kecewa.

__ADS_1


"Jelaskan!" ucap Jo menahan amarahnya.


"Saya sempat melihat seseorang yang ada di foto tapi terlihat berbeda." jawab salah satunya.


"Apa maksudmu?" pria tadi mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan fotonya pada Jo.


Jo mengambil ponsel itu dan melihat apa yang mau ditunjukkan padanya.


Mata Jo melotot dan sedetik kemudian dia tersenyum bahagia.


"Kau masih saja cantik malah terlihat cantik dengan pakaian yang tertutup." guman Jo tersenyum bahagia melihat istri yang telah lama dicarinya kini berpakaian lebih rapi dan tertutup.


Ya, Karina memakai hijab. Setelah bangun dari tidur panjangnya setelah melahirkan si kembar, Karina memakai hijab untuk menutup auratnya. Dan Bram malah menyukai keputusan Karina itu. Foto itu diambil oleh orang suruhannya saat Karina kembali dari toilet saat mau muntah karena jet lag.


"Kirim foto ini padaku! Aku akan mengirim bayaran kalian." jawab Jo senyum-senyum senang.


***


Jo menatap lama foto itu di dalam mobilnya sebelum beranjak dari tempat parkirnya.


"Aku merindukanmu sayang, apa kau juga sama?" guman Jo sambil menatap foto itu bahkan sedetik berikutnya dia mengecupi layar ponselnya yang ada foto itu.


***


"Ayo masuk!" Karina mengikuti langkah Bram sambil menggendong salah satu si kembar dan si kembar yang lain digendong Maya, karena Bram melarang Karina untuk menggendongnya melihat kondisi fisiknya yang terlihat pucat masih jet lag.


"Pakailah kamarku. Aku jarang pulang, karena terlalu sering mengurus pekerjaan tak kenal waktu. Tapi jangan khawatir, aku selalu menyuruh seseorang untuk membersihkannya setiap dua hari sekali." jelas Bram membawa Karina masuk ke kamar menunjukkan kamar utama apartemen mewah itu.


Sedang Maya dan Anin berdecak kagum menatap sekeliling ruang apartemen yang sangat mewah itu. Karina merasa minder melihat kemewahan yang dimiliki Bram, seketika nyalinya menciut saat mengingat dirinya dulu pernah tak direstui oleh orang tua suaminya karena perbedaan status.


"Istirahatlah! Aku sudah menyiapkan kamar anak-anak juga. Aku akan membantu Maya membaringkan tubuh anak-anak di kamarnya."


"Tapi mas, biar..."


"Istirahat Karin, aku tak mau saat acara besok kau pingsan karena kelelahan. Aku ingin besok berjalan lancar tanpa kurang suatu apapun." potong Bram mendorong Karina untuk istirahat.

__ADS_1


"Oh ya, mengenai acara besok... bolehkah aku datang sendiri saat menemui orang tuamu. Maaf, maksudku, biarkan anak-anak istirahat dulu." Bram terdiam berpikir sejenak, mencerna ucapan Karina. Karina hanya menatap penuh harap.


"Kita pikirkan besok saja. Aku akan menyampaikan pada keluargaku. Mungkin mama bisa memakluminya." jawab Bram akhirnya sambil tersenyum.


"Terima kasih."


Cup...


Karina sontak menutup bibirnya setelah mendapat kecupan mendadak dari Bram.


"Sudah kukatakan sekali lagi. Aku akan menutup bibir ini jika selalu mengucapkan terima kasih. Kau adalah calon istriku, milikku akan menjadi milikmu juga, jangan selalu berterima kasih. Tunjukkan rasa terima kasihmu pada hal lainnya. Melalui bibir ini mungkin?" goda Bram sambil membelai bibir Karina setelah menyingkirkan kedua tangan Karina yang menutup bibirnya tadi.


Keduanya saling menatap dalam mata yang memancarkan penuh cinta dari mata Bram, Karina hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain, merasa bersalah dengan perasaannya yang tak mampu menerima perasaan Bram.


"Mbak...ups... maaf. Nanti saja." Maya yang tiba-tiba masuk tak tahu jika Bram masih ada di dalam kamar segera keluar.


"May, tunggu! Akan ku..."


"Tidak sayang, istirahat. Aku yang akan mengurus anak-anak dibantu Maya. Aku sudah menyuruh seorang ART dari rumah mama untuk membantumu di sini, besok pagi dia datang." jelas Bram meninggalkan kamar utama setelah kembali mencuri kecupan di dahi Karina. Karina mengelus dahinya yang dikecup Bram.


TBC


Maaf ya teman-teman, jika ada yang merasa kecewa dengan karya saya ini.


Mohon bersabar, semua butuh proses. Akan indah pada waktunya... hehehe... itulah seperti pepatah.


Kalau kata-kata saya sudah mencapai target update ya segitu cukup, nanti dilanjutkan kembali.


Jadi, bukan lama pertemuannya Jo dan Karina, suatu saat mereka ketemu kok... ditunggu ya teman-teman...


Mereka jodoh yang saya atur kok..😁😁


(UPS spoiler...) Tetap beri dukungannya ya 💪💪


Makasih yang sudah mendukung 🙏🙏

__ADS_1


Makasih yang sudah membaca 🙏🙏


Beri like, rate dan vote nya makasih 🙏


__ADS_2