Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Tanda tangan


__ADS_3

"Ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani." pria yang diketahui sebagai pengacara yang bernama Bramantyo Pamungkas S.H adalah pengacara suami Karina yaitu Keanu.


Siang tadi sekitar pukul tiga sore, Karina tak henti-hentinya berkeliling tempat-tempat yang diyakini tempat yang sering dikunjungi putrinya jika sedang tidak ingin pulang ke rumah.


Tiba-tiba pengacara suaminya itu menghubunginya untuk bertemu di salah satu restoran ternama di dekat gedung kantornya bekerja. Mau tak mau Karina menemuinya karena pengacara yang terkenal itu tak punya banyak waktu untuk hanya mengurusi hal-hal sepele.


"Baik." Karina hanya menuruti tak banyak bicara.


Toh dirinya menuntut apapun tak akan mendapatkan apa-apa. Dia hanya menginginkan hak asuh putrinya sepenuhnya dan tak akan menghalangi jika suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu ingin menemui putri mereka. Bram menatap Karina heran, bagaimana dirinya bisa menghadapi istri dari kliennya dengan begitu mudahnya tanpa banyak menuntut.


Dia memang sengaja disewa oleh istri kedua dari kliennya karena mereka dulu pernah berteman dan satu kampus saat kuliah dulu hanya beda fakultas. Namun pernah sama-sama mengikuti kelas dan menjadi kelompok yang sama sesekali. Istri kedua kliennya itu sungguh sangat cemburuan.


Itulah sebabnya dia menyewa pengacara terkenal seperti dirinya agar prosesnya tidak berbelit-belit terkesan ditunda-tunda. Nyatanya istri kliennya yang akan diceraikan tak mempersulitnya sama sekali bahkan terkesan sangat mudah karena sangat penurut. Tentu saja hal itu sangat mempermudah prosesnya nantinya.


"Dan ini berkas untuk hak asuh sepenuhnya putri anda." Karina mengangguk menandatangani berkas yang disodorkan padanya itu.


"Dan ini berkas harta gono-gini dari tuan Keanu untuk anda. Saya harap anda bisa menerima dengan lapang dada."


"Baik." lagi-lagi Bram dibuat keheranan dengan kepasrahan istri dari kliennya yang hendak diceraikan ini.

__ADS_1


Dengan kekayaan yang lumayan terbilang banyak seharusnya gono-gini pernikahan untuk istrinya ini sangatlah sedikit, apalagi putri mereka diasuh sepenuhnya oleh sang istri. Dan dengan biaya bulanan yang terbilang kurang, itu juga bukan sesuatu yang membuat istri kliennya ini banyak protes. Bram segera mengemasi berkas-berkas yang sudah secepat itu diselesaikan.


Waktu dua jam yang diperkirakan akan dihabiskan untuk bersama istri kliennya ini hanya satu jam yang digunakan karena perkiraan Bram akan sulit untuk negoisasi dengan mantan istri kliennya ini. Namun Bram menghela nafas berat.


"Apa ada yang anda keluhkan? Atau mungkin anda ingin menyampaikan keinginan anda?" tanya Bram sebelum mengakhiri pertemuan dengan istri kliennya ini.


Bram menatap lama wanita di hadapannya ini. Meski tak lagi muda, penampilannya justru membuat siapapun melihatnya merasa nyaman. Begitu juga Bram. Jika dia belum beristri, dia pasti siap menggantikan posisi seorang suami untuk kliennya jika wanita cantik ini.


Meski wajahnya terlihat cemas dan lelah entah karena apa, Bram dibuat terpesona saat pertama kali mereka bertemu tadi. Dikiranya dia akan bertemu dengan wanita judes yang akan meledak-ledak jika dia mengajaknya bertemu untuk negosiasi perihal perceraian mereka. Hingga dirinya pun teringat istrinya di rumah yang sedang hamil dan bulan depan buah hatinya akan segera lahir.


Bram pun menggeleng-gelengkan kepalanya menepis rasa terpesonanya. Sungguh bodoh pria yang telah menceraikan wanita cantik ini hanya karena seorang wanita yang seperti Lena. Ya, sesungguhnya sifat Lena sangat buruk. Sangat posesif dan overprotektif. Juga cemburuan sekali. Dia juga selalu memaksakan keinginannya untuk mendapatkan apapun keinginannya. batin Bram.


"Apa keluhan saya akan dikabulkan?" jawab Karina balas bertanya. Seketika lamunan Bram langsung buyar mendengar ucapan Karina.


"Ah, anda bisa mengatakan pada saya. Mungkin saya bisa membujuknya." jawab Bram mencoba menenangkan perasaan lawan kliennya ini.


"Anda yakin?" tanya Karina tak percaya.


"Coba anda katakan dulu. Mungkin saya akan berikan solusi yang terbaik." jawab Bram masih berusaha tenang meski dirinya tak tenang sedikitpun.

__ADS_1


"Apa... dia bisa kembali pada kami saja tanpa perceraian?"


"Ya?" ucapan Karina mampu membuat bungkam mulut Bram yang sejak tadi tenang.


Tatapan sendu dari wanita di depannya ini sungguh membuatnya luluh dan kasihan. Seolah dia merasa bersalah telah berusaha memisahkan pasangan ini. Sedikit banyak dirinya tahu cerita rumah tangga mereka tapi hanya dari sudut pandang Lena tidak dari kliennya ataupun dari pihak istri di hadapannya kini.


Menurut cerita Lena yang diceritakan padanya, wanita ini adalah yang membuat hubungan mereka putus karena perjodohan. Wanita ini secara tidak langsung telah merebut calon suami Lena saat kuliah dulu. Bram dulu juga sempat mendengar pasangan ini. Setelah jadian dengan Keanu, Lena seolah menjauh darinya dengan alasan tak mau membuat pacarnya salah paham.


Sejak saat itu hubungan keduanya jauh dan dipertemukan kembali saat reuni Akbar kampus mereka, dan Bram dipertemukan dengan kedua pasangan itu. Dan setelah Bram melihat Karina hari ini, seolah pandangan buruk yang diceritakan Lena padanya hanyalah bualan kosong dari seorang Lena.


Dan entah kenapa Bram lebih mempercayai wanita ini daripada sahabat lamanya, Lena.


"Sudahlah tuan, saya hanya bercanda. Terima kasih sudah meluangkan untuk mengurus perceraian kami. Ini kartu nama pengacara saya. Anda bisa menghubungi beliau dan membicarakan hal selanjutnya. Mungkin saya tak bisa menghadiri sidang lanjutan perceraian kami. Terima kasih." Karina berdiri sambil membungkukkan tubuhnya sedikit untuk memberi hormat pada pengacara terkenal ini.


Karina pun mengenal pria ini, dulu dia juga seniornya di kampus. Namun kurasa pria yang sudah sukses menjadi pengacara kondang ini tak mungkin mengenali dirinya. Karena dulu Karina saat kuliah berpenampilan sangat cupu sehingga tak ada yang mendekatinya.


Apalagi saat pria yang dipanggil Bram ini serta Keanu, dan istrinya yang sekarang Magdalena pernah berselisih hingga menggegerkan kampus karena Keanu cemburu dengan kedekatan Lena dan Bram.


Bram tak menjawab apapun, dia hanya menerima kartu nama itu. Dan balas membungkukkan badannya untuk berpisah karena sudah tidak ada hal yang perlu dibahas lagi. Setelah terlihat menjauh. Bram menghela nafas panjang, Karina, sepertinya aku pernah mendengar nama itu? batin Bram.

__ADS_1


TBC


__ADS_2