
Seminggu setelah kepulangan Jonathan dari cabang perusahaannya yang baru dibuka. Selama itu pula dia selalu pulang ke rumah Karina. Meski pulang terlambat karena mengurus perusahaannya disini yang sempat terbengkalai, Jonathan pulang ke rumah Karina.
Dan Karina selalu mendapati suaminya di pagi hari tertidur pulas dengan mendekap erat tubuhnya. Karina tak merasa keberatan dengan keberadaannya, toh sekarang mereka suami istri meski hanya sah secara agama.
"Selamat pagi." sapa Jonathan pagi itu setelah mengecup sekilas bibir Karina.
Karina yang masih mengantuk dan malas untuk bangun karena hari ini adalah akhir pekan dan tentu saja dia libur bekerja. Begitu juga Jonathan, dia masih terlihat malas untuk membuka matanya karena dia baru pulang dini hari pukul satu malam.
Tatapan istrinya dalam tidurnya membuat Jonathan membuka matanya dan menyapanya meski masih sangat mengantuk.
"Selamat pagi." jawab Karina canggung. Sudah selama seminggu ini Jonathan memperlakukannya dengan sangat manis.
Seolah-olah mereka benar-benar sepasang suami istri yang bahagia. Entah kenapa Karina merasa hatinya yang telah lama kosong seperti terisi penuh dengan banyaknya perlakuan dan perhatian dari suami keduanya ini. Namun Karina segera menepis perasaannya itu.
Dia tak mau jatuh cinta terlalu dalam lagi setelah cintanya pada suami pertamanya, Keanu. Sudah cukup sakit hatinya menyerahkan seluruh hidup dan hatinya seumur hidup hanya untuk mencintai seseorang yang hanya menganggapnya adik.
"Aku akan menyiapkan sarapan." ucap Karina menghindar, namun Jonathan segera menarik pinggang Karina masuk ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kenapa kau harus repot-repot, untuk apa aku mengirim Maya untuk menemanimu." ucap Jonathan membuat Karina tak bisa bergerak karena Jonathan semakin erat memeluknya bahkan kini bibirnya sudah menelusuri tengkuk lehernya intens.
"A... aku... akan ah..membantunya." ucap Karina yang dibarengi desahan yang tak sengaja keluar begitu saja dari mulutnya karena gigitan Jonathan pada tengkuknya.
"Bantulah aku, suamimu ini! Kau sudah selesai kan? Aku menginginkanmu, sudah sebulan lebih aku harus bermain dengan sabun." bisik Jonathan dengan suara serak menahan hasratnya yang sudah tak bisa dibendung lagi.
"I.. itu .... ah..." gigitan Jonathan semakin ganas saja mendengar Karina yang terus saja menghindar, padahal tamu bulanannya sudah berakhir tiga hari lalu.
Jonathan mulai meraba tubuh istrinya, memainkan dada kembar milik istrinya membuat Karina mendesah tertahan. Sudah lama pula dirinya tak mendapatkan kepuasan untuk pelepasannya juga.
Hingga pergumulan suami istripun terjadi, Karina yang sudah tidak bisa mengelak karena tubuhnya juga menginginkan sentuhan suaminya itu. Desahan pun bergema memenuhi kamar tidur Karina, untung saja kamar itu kedap suara sehingga seberapa kencangnya Karina mendesah, tak ada yang bisa mendengarnya baik itu Maya ataupun putri kecilnya.
Keduanya sama-sama telah lupa hingga entah sudah berapa jam mereka melakukannya hingga jam dinding menunjukkan pukul dua siang. Ketukan pintu yang sejak tadi terdengar tak mampu membuat keduanya untuk mengakhirinya.
Karena Maya sudah melakukan inisiatif untuk membawa sang putri majikannya untuk tidak menggangu kegiatan majikannya itu. Sesuai pesan tuan mudanya saat dirinya baru diperkerjakan di rumah istri tuan mudanya itu.
***
__ADS_1
Hingga pukul tiga sore, Karina membuka matanya perlahan. Sungguh sedari pagi, suaminya itu tak melepaskannya meski dengan alasan untuk mengurus putri kecilnya. Karena suaminya itu sungguh sangat menguras tenaganya.
"Selamat sore." sapa Jonathan membawa nampan berisi makanan entah makan siang atau makan sore, yang jelas perut Karina sudah berontak minta diisi.
"Selamat sore." jawab Karina menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang dengan selimut masih menutupi seluruh tubuhnya di bawah leher karena dirinya masih polos tanpa sehelai benangpun di bawah selimutnya.
"Makanlah, kau pasti lapar!" tawar Jonathan meletakkan nampan itu di nakas sebelah ranjang.
"Dimana Anin?" tanya Karina mengingat dirinya sejak bangun tidur belum bertemu sama sekali.
"Dia sedang jalan-jalan dengan Maya, dia mengajaknya ke taman bermain." jawab Jonathan sambil menyiapkan makanan untuk disuapkan pada Karina.
"Aku bisa makan sendiri. Tapi aku masih belum bisa mempercayai Maya." ucap Karina dengan wajah cemas.
"Percayalah padaku! Karena Maya adalah orangku, aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu." jelas Jonathan membuat Karina terdiam dan menuruti suapan Jonathan yang sedikit memaksanya.
TBC
__ADS_1