Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Makan siang


__ADS_3

Karina tak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung mendorong tubuh kekar pria atasannya itu dan terlepas. Karina langsung meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa tanpa pamit. Aku harus kabur, aku akan resign. batin Karina berlari kecil menuju ruangannya. Indra yang melihat Karina berlari kecil tergesa-gesa ke mejanya langsung menghampirinya.


"Kau tak apa? Apa bos memecatmu?" tanya Indra memberondong Karina dengan pertanyaan.


Karena melihat Karina yang begitu kacau dan kecemasan tampak di wajahnya. Tak hanya Indra yang mendatanginya ada Theo , Bella dan beberapa rekannya satu divisi juga terlihat kepo pada ceritanya tentang pertemuannya dengan bos baru mereka. Hanya Vita sekretaris Indra yang tak menghampirinya, pura-pura sibuk meski Karina tahu sebenarnya Vita juga kepo.


Sejak pertama mereka bekerja di divisi yang sama, Vita selalu iri dan memperlakukan Karina buruk meski tidak secara langsung. Karena semua orang di divisi mereka sangat ramah dan baik pada Karina. Karina tak akan bertindak buruk selama Vita juga tak bertindak buruk lebih dulu padanya. Itulah yang membuat Vita membenci Karina karena selalu mendapat perhatian di divisi mereka itu.


Apalagi sejak kedatangan Indra, Vita sudah mengincar Indra sejak lama tapi Indra hanya menganggapnya sebagai rekan kerja saja tak lebih. Namun sejak Indra memperlakukan Karina lebih perhatian seperti seseorang pada kekasihnya. Vita semakin benci saja pada Karina. Padahal Karina sudah menjelaskan tak mungkin ada hubungan dirinya dengan Indra karena Karina adalah wanita bersuami dan mempunyai seorang putri. Tapi tetap saja Vita masih sangat membencinya.


Karina menatap satu persatu orang yang mengerubunginya dengan tatapan penasaran. Karina hanya tersenyum simpul, begitu banyak orang-orang yang memperhatikan dan memperdulikannya. Apakah aku harus tetap resign?


"Jadi benar kau dipecat?" tanya Indra sekali lagi dengan semua tatapan mata penasaran menunggu jawaban Karina.


"Tidak." jawaban singkat Karina membuat semua orang yang ada di ruangan itu bernafas lega.


"Kau menakutiku saja mbak." ucap Bella.


"Ya sudah, semua ayo kembali kerja!" titah Indra tersenyum lembut pada Karina sambil mengusap lengan Karina.


"Fighting." Karina hanya tersenyum melihat kelakuan Indra.


"Makasih pak." Indra hanya tersenyum kecut, Karina masih memperlakukan dirinya formal tapi dia menyadari kalau saat ini sedang di tempat kerja.


Karina mendudukkan dirinya di kursi tempatnya bekerja. Dia dalam keadaan bimbang antara tetap terus bekerja atau resign. Karina menghela nafas berat, memulai lagi pekerjaannya. Demi putriku, fighting. batin Karina menyemangati dirinya sendiri.


**


"Ini kopinya tuan." Rian tampak merinding ditatap tuannya yang terlihat sedang menahan amarahnya.


"Tak bisakah kau mengetuk pintu dulu?" tanya tuannya dengan tatapan penuh intimidasi.


"Maaf tuan, saya kira hanya ada anda." jawab Rian masa bodoh.


"Aku ingin kau selidiki wanita tadi. Semuanya."


"Baik tuan."

__ADS_1


Cklek


Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka tanpa ketukan.


"Jo..." seru seorang wanita dengan pakaian yang kurang bahan menyelonong masuk tanpa permisi.


Mendekati pria CEO yang dipanggilnya Jo. Ya, Jonathan Alensio nama CEO itu. Pria bujang putra konglomerat Alensio seorang pria blasteran Inggris yang menikahi wanita Indonesia. Namun hanya kulit putih dan wajah tampan ayahnya yang menurun pada Jonathan, namun semua bentuk wajahnya mirip orang Indonesia, menurun dari sang mama.


Nama Jonathan didapatnya dari neneknya, ibu sang ayah yang asli orang Inggris. Jonathan adalah putra tunggal Alensio dengan satu kakak perempuan yang sudah bersuami dengan salah seorang rekan bisnis papanya dan tentu saja dengan perjodohan demi menyatukan perusahaan mereka.


Dan adiknya yang masih kuliah di semester lima sedang menempuh pendidikan di London tempat asal sang nenek. Itulah sebabnya Jonathan meski berani pada wanita namun Jonathan tak pernah mempermainkan wanita atau mencari ja*lang untuk memuaskannya sesaat. Baginya kesucian wanita itu penting.


Namun sejak malam pertamanya dengan Karina malam itu tanpa sengaja. Jonathan merasa jijik karena mendapati Karina sudah tidak perawan namun masih sangat sempit seperti perawan. Karena Jonathan tak tahu kalau Karina adalah seorang istri, itulah sebabnya Jonathan berani menyebutkan ja*lang.


Hal itu malah membuat Jonathan ketagihan dan menginginkan lagi untuk bercinta dengan Karina lagi. Entah karena apa.


Wanita itu nampak berjalan mendekati Jonathan dengan jalan yang dibuat menggoda. Namun Jonathan malah terlihat jijik. Dan Jo bisa menebak kalau wanita yang dijodohkan dengannya itu sudah tidak perawan. Terlihat dari dada kembarnya yang tampak... entahlah. Jonathan menatap wanita itu malas.


"Bisakah kau mengetuk pintu dulu Jane?" tegur Jo malas.


"Ah, maaf... kukira kau sedang sendirian." jawab Jane asal pura-pura memohon dengan tatapan mata genitnya.


"Aku ingin kita makan siang bersama..."


"Tapi..."


"Dengan orang tuaku, jangan bilang kau lupa janjimu lusa." sela Jane mendekati kursi Jo.


Rian tampak undur diri tanpa pamit. Dia pun juga malas dan jengah dengan calon istri yang dijodohkan orang tua bosnya ini. Sangat arogan dan sombong. Dia lebih baik mengerjakan pekerjaannya daripada melihat tingkah ja*lang perempuan itu pada bosnya.


**


Saat jam istirahat kantor, Indra langsung menuju meja tempat Karina bekerja.


"Ayo!" ajak Indra yang tiba-tiba sudah muncul di meja Karina.


Karina sontak mendongak menatap orang yang tiba-tiba mengejutkannya.

__ADS_1


"Eh, pak Indra..." sapa Karina balik tak lupa senyuman manisnya meski terlihat dipaksakan.


"Waktunya makan siang, ayo!" ucap Indra sambil melirik jam tangan mewahnya.


Karina langsung melirik juga jam tangannya meski tak mewah.


"Ah, pekerjaan saya belum..."


"Nanti saja, kau janji akan mentraktirku makan siang kan?" sela Indra sebelum mendengar penolakan Karina.


"Tapi pak..."


"Ayolah!" Indra sedikit memaksa dengan menarik pergelangan tangan Karina tanpa terasa terganggu dengan rekan kerja lainnya.


Sudah menjadi rahasia umum kalau Indra selalu mengejar-ngejar Karina meski mereka tahu keduanya sudah memiliki pasangan hidup masing-masing. Namun gosip miring tentang rumah tangga yang menerpa Indra juga sudah menjadi rahasia umum.


Apalagi saat beberapa waktu lalu istri Indra pernah datang ke kantor tempatnya bekerja melabrak seorang pekerja wanita di kantor itu juga karena terlihat bersama dengan Indra. Hingga puncaknya istri Indra menuntut perceraian. Dan kini dirinya sedang dalam proses perceraian. Malah kini Indra semakin gencar mendekati Karina.


Banyak dari karyawan memandang rendah Karina sebagai pelakor namun Karina tetap cuek. Toh semua itu tidak benar, itulah yang dipercaya Karina. Lagipula Karina sudah bersuami dan mempunyai seorang putri. Hanya teman sesama divisi yang mempercayai Karina sebagai wanita yang baik dan memahami kedekatannya dengan sang kepala bagian yaitu pak Indra.


Kecuali Vita, sekretaris Indra yang semakin membenci Karina karena perhatian Indra lebih ke Karina daripada dirinya.


"Pak..." tolak Karina tak digubris Indra yang terus menarik pergelangan tangan Karina masuk ke dalam lift.


Karina langsung menarik pergelangan tangannya cepat sebelum Indra melakukan hal yang tidak diinginkan. Karina tampak menghela nafas merasa tak enak hanya berduaan dengan Indra.


Ting


Suara pintu lift terbuka langsung ke arah basemen gedung kantor itu.


"Ayo!" ajak Indra hendak menarik pergelangan tangan Karina namun Karina langsung menjauhkan dirinya agar tak terlalu dekat dengan Indra.


"Iya, pak. Silahkan duluan, saya akan mengikuti!" jawab Karina tersenyum terpaksa.


"Baiklah. Naik mobilku saja." ucap Indra. "Tak ada penolakan." kata Indra lagi sebelum ditolak Karina.


Karina hanya diam tak menjawab juga tak membantah mengikuti langkah Indra menuju mobilnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2