Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Mengunjungi mantan mertua


__ADS_3

"Tuan...nyonya..." seru bi Atun di dalam rumah itu mengetuk pintu kamar majikannya. Mama Ken berdiri untuk membukakan pintu.


"Ada apa bi?" tanya mama Ken menatap bi Atun yang panik.


"Di luar nyonya...di luar..."


"Biarkan dia tetap diluar, jangan pernah izinkan masuk!" seru papa Ken yang duduk di ranjang bersandar di kepala ranjang dengan koran berada di tangannya, menyela ucapan ART nya yang sudah tahu apa maksudnya.


Itupun tanpa memalingkan muka dari koran yang dipegangnya. Mama Ken dan bi Atun saling menatap setelah papa Ken berbicara.


"Bukan hanya tuan muda Ken tuan besar... tapi..." bi Atun menjeda ucapannya menatap kedua majikannya bergantian.


"Siapa bi?" mama Ken mengernyit. Papa Ken yang sejak tadi tak menoleh, tetap saja tidak menoleh, dia tetap pura-pura membaca korannya meski telinganya menguping.


"Ada non Karin, non Anin dan..."


"Karina? Putriku datang?" sela papa Ken antusias tersenyum sumringah.


Dia pun segera bangun dari ranjangnya membuang korannya sembarangan. Dia langsung beranjak keluar rumah tanpa memperdulikan kedua wanita itu. Mama Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya.


Meski papa Ken tak begitu menunjukkan perasaannya pada Karina, tapi dia sangat mencintai menantunya itu. Dia adalah orang pertama yang akan berdiri di depan Karina jika dulu ada anak-anak yang mengganggunya saat Ken tidak ada. Bahkan Ken pun di nomer duakan.


Cklek


Pintu rumah besar itu dibuka dari dalam. Papa Ken yang sudah sejak tadi antusias karena bahagia mendengar kunjungan putrinya, perlahan senyumnya surut melihat Karina menggendong bayi berumur sekitar tujuh bulanan dan itu ada dua bayi yang digendong pria bule yang masih terasa asing dilihatnya.


Namun melihat Karina tersenyum menyambut papa Ken, papa Ken pun ikut tersenyum senang dan memeluk wanita yang sudah dianggapnya sebagai putri sejak masih kecil dulu.


"Papa, apa kabar pa?" tanya Karina dalam pelukan papa Ken.


Papa Ken menangis terharu saat mengingat kembali bahwa Karina bukan lagi menantu mereka.


"Maafkan papa nak, papa sungguh bodoh mempercayakanmu dengan pria breng*sek itu." ucap papa Ken sambil melepas pelukannya sambil melirik Ken yang meringis mendengar ucapan sang papa yang berdiri tak jauh dari tempat Karina berdiri dengan Anin yang digandengnya.


"Kami mungkin belum berjodoh pa." jawab Karina tersenyum lembut membuat papa Ken semakin merasa bersalah dan terharu mendengar ucapan Karina yang begitu sabar menghadapi segalanya.

__ADS_1


Tatapan Ken beralih pada bayi gempil yang digendong Karina yang tersenyum lucu menatap papa Ken dan Karina.


"Dia...?"


"Dia putra kembarku pa. Kenalkan mereka John dan Josh." ucap Karina menjawab pertanyaan papa Ken yang langsung dimengerti Karina.


Tatapan papa Ken ganti beralih pada pria bule di belakang Karina.


"Suruh masuk dulu tamunya pa!" titah mama Ken yang membuat papa Ken mau tak mau mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh tentang penjelasan Karina.


"Mama, apa kabar?" ucap Karina memeluk mama Ken seperti mama kandungnya saja.


"Mama baik sayang, setelah lama tak melihatmu mama langsung sehat." jawab mama Ken yang ditatap oleh semua orang dengan pandangan terharu.


Hanya Jo yang merasa terpaksa tersenyum melihat keakraban calon istrinya pada mantan mertuanya. Kalau saja Jo tidak menghormati Karina, Jo ingin sekali menarik Karina dari orang-orang itu. Dan mengklaim Karina sebagai miliknya seorang.


Apalagi saat papa mertuanya memeluknya. Dadanya bergemuruh, marah, dan cemburu. Bagaimana pun juga papa Ken adalah seorang pria meski dia pria yang sudah berumur. Apalagi mereka tidak ada hubungan darah sama sekali. Membuat Jo semakin emosi saja.


"Papa.." suara putus asa Ken mendekati papanya yang hanya dilirik sesaat.


Ken yang mendapatkan tatapan sinis dan kata-kata pedas sang papa hanya bisa tersenyum senang karena akhirnya sang papa memaafkannya. Ken langsung masuk menuju kamarnya yang ada di rumah itu dan membersihkan dirinya yang sudah tampak kusut dan berantakan.


Karena sudah sejak pagi tadi Ken berdiri di depan rumahnya untuk kesekian kalinya memohon untuk diizinkan masuk ke dalam dan berharap papanya memberinya maaf.


***


Papa dan mama Ken terdiam mendengar cerita tentang Karina setelah ditinggal menikah dengan Ken, tentang Jo, si kembar dan juga pelariannya. Ken yang juga sudah tiba disana saat Karina mulai cerita perlahan menundukkan kepalanya setelah menganga tak percaya, apalagi Karina menikah siri dengan Jo saat dirinya masih terikat pernikahan dengannya.


Ken tak menyalahkan Karina, semua berawal dari dirinya yang tak memperdulikan Karina dan anaknya, bahkan jatah bulanan untuk anaknya pun tak dikirim sama sekali oleh Lena, istri keduanya. Lena yang meminta akan mengirimkan uang itu agar dia tak kerepotan, nyatanya uang itu tak sampai di tempatnya.


Papa dan mama Ken menoleh menatap Ken yang menundukkan kepalanya merasa bersalah. Ken lah biang dari kehidupan Karina yang penuh dengan masalah. Hanya karena hasrat sesaat dan cinta masa lalu Ken menghancurkan hidupnya, bukan hanya hidupnya sendiri, dia juga menghancurkan hidup Karina meski Karina tak menyalahkan lagi bahkan sudah memaafkan semua kesalahan Ken.


"Kau ternyata lebih dari pria breng*sek untuk sekedar pria breng*sek." ucap papa Ken sarkas. Semua orang hanya terdiam melihat papa Ken mengumpati putra semata wayangnya.


"Maafkan aku Karina...maaf pa..."

__ADS_1


"Kau kira hanya dengan minta maaf, semua masalah selesai dan kembali seperti semula?" jawab papa Ken sarkas.


Ken semakin menundukkan kepalanya terdiam. Mama Ken mengelus lengan suaminya lembut meredam kemarahannya. Papa Ken beralih menatap Jo yang masih bermain-main dengan si kembar. Semua orang juga menatapnya karena melihat papa Ken menatap Jo lekat.


Jo menatap papa Ken dengan tatapan tenang penuh keyakinan.


"Kau, siapa namamu tadi. Jonathan?" tanya papa Ken pada Jonathan dengan wajah dingin dan datar sungguh berbeda sekali dengan tatapan lembut yang diberikan pada Karina tadi.


"Iya pak." papa Ken mengernyit dipanggil Jo seperti itu.


"Kau yakin bisa membuat putriku bahagia sampai maut memisahkan kalian?" tanya papa Ken seperti seorang ayah yang melindungi putrinya dari predator berbahaya.


"Tentu pak. Saya mencintai Karina lebih dari nyawa saya." jawab Jo tegas. Membuat Ken meringis mendengarnya.


"Buktikan!" ucap papa Ken tegas juga.


"Eh?" Jo bingung mendengar ucapan papa Ken.


"Papa, kumohon! Aku kesini untuk mengundang kalian di pernikahanku nanti sebagai wali dariku." papa Ken terharu mendengar permintaan Karina yang menganggapnya sebagai seorang ayah hingga memintanya untuk menjadi wali pernikahannya.


"Hiks...hiks... kau memang putri papa Karin, putri papa selamanya." air mata papa Ken tak bisa dibendung lagi, dia menangis terharu melihat Karina tak membencinya karena kesalahan putranya.


Begitu juga mama Ken pun ikut menangis sesenggukan yang sejak tadi hanya mendengar obrolan mereka. Karina memeluk kedua orang tua itu.


Jo langsung manyun meski dipaksakan untuk tersenyum bahagia juga melihat istrinya juga bahagia. Ken ikut terharu senang, meski mereka sudah bercerai, tapi Karina masih menghargai dan menghormati orang tuanya


TBC


Ah, akhirnya 1000 kata lewat ..


Aku sampai ikut mewek Lo 😭😭


Makasih sudah membaca 🙏🙏


Beri like, rate dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2