
Jo menatap curiga pada calon istri Bram. Dia menatap di kejauhan dengan penuh tatapan menusuk. Percakapannya dengan Bram tak dihiraukan sama sekali. Jo berganti tempat duduk agar bisa menatap langsung wajah yang membuatnya penasaran itu. Jo hanya berharap semoga apa yang dipikirkannya tidak sesuai dengan apa yang dikhawatirkannya.
Namun entah kenapa, wanita itu menghindari tatapannya. Membuat Jo semakin yakin kalau apa yang dipikirkannya adalah kenyataan. Dia belum siap untuk kehilangan lagi. Namun dia harus tetap memperjuangkannya. Terlebih lagi mereka belum bercerai meski menikah secara siri. Lebih baik dia mati daripada harus berpisah lagi dengan Karina, apalagi jika pernikahan mereka benar-benar akan terjadi.
Jo sudah tak sanggup jika harus berpisah dengan Karina lagi. Jo semakin mendekat dan hendak mendekati, namun mamanya Farida seolah berniat untuk tidak mempertemukan mereka. Tak mungkin kan mama mengenal Karina? batin Jo menatap keduanya menuju ruang istirahat di mansion Bram.
Jo terus mengikuti keduanya, bahkan saudara-saudara yang hendak mengajaknya mengobrol tak dihiraukannya. Di benak Jo terlintas sebuah ide. Ada gunanya juga saat itu dia mencuri nomer ponsel istrinya saat mereka menghabiskan siang bergairah tadi siang. Bukan niatnya untuk mencuri nomer ponselnya, tapi Jo hanya tak mau kecolongan lagi hingga tiba-tiba istrinya menghilang lagi dari hadapannya.
Setidaknya dia harus berusaha sekuat tenaga untuk mengikat kuat hubungan mereka sehingga Karina tidak punya pikiran lagi untuk kabur darinya. Meski hal itu percuma. Bahkan ikatan pernikahan siri pun dia tetap nekat lari... batin Jo, dia tak yakin Karina tidak akan lari darinya suatu saat nanti jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Semoga saja tidak, itulah harapan Jo.
Suara panggilan terhubung tersambung di seberang. Tapi mata Jo terus mengawasi gerak-gerik Karina yang mengikuti mamanya.
Dalam percakapan ponsel :
Karina :"Ha...halo..." suara yang begitu lembut, itulah yang didengar Jo hingga lupa niatnya untuk apa menghubunginya.
Jo :"Kau dimana?" tanya Jo pura-pura.
Karina :"I..ini siapa?" jawab Karina ragu saat sudah menyingkir agak jauh dari Farida.
Jo :"Kau tak ingat suaraku?" reaksi Karina terlihat tersentak saat Jo perlahan mendekat. "Kau yakin tak ingat?" Jo semakin mendekat terlihat tubuh belakang Karina menegang.
Jo menutup ponselnya dan mendekati tubuh istrinya yang sudah dirindukannya padahal baru tadi sian mereka menghabiskan panasnya percintaan mereka tadi.
__ADS_1
Namun di dalam hati terkecil Jo sungguh sakit saat tahu bahwa calon istri sepupunya benar-benar Karina, istri sirinya.
***
Bram menatap seluruh ruangan tempat berkumpulnya saudara, sepupu juga sanak saudara keluarga besarnya. Bram masih tetap mencari sosok yang sedang dicarinya. Namun sejauh matanya memandang tak menemukan Karina diantara para keluarga besarnya. Bram terlihat cemas, perasaan jadi tak enak tak mendapati calon istrinya dalam pandangannya.
Bram mendekati mamanya yang sedang berbincang dengan keluarganya yang lain.
"Dimana Karina ma?" tanya Bram yang tiba-tiba menyela perbincangan para ibu-ibu itu. Semua orang yang disitu spontan menatap Bram serentak.
"Masa sudah rindu baru ditinggal sebentar saja?" goda salah seorang bibinya, adik dari ayahnya. Bram hanya tersenyum malu-malu.
"Wah, calon pengantin kita manis sekali, malu-malu." komentar bibi yang lain
"Bram belum muhrim. Yang sabar ya..." semua perempuan di situ tertawa bahagia melihat Bram malu-malu karena godaan para bibinya.
"Tadi Farida ingin bicara sesuatu pada Karina. Kemana ya tadi? Mungkin di ruang istirahat." kini suara mamanya yang juga bahagia melihat putranya sudah melewati masa suramnya dengan sangat baik berkat kehadiran Karina.
Mama menoleh kanan kiri mencari-cari keberadaan Karina dan kakaknya Farida. Mama Bram juga merestui hubungan mereka terlepas apapun status Karina, asal putranya tak terpuruk lagi.
Bram menatap ruang istirahat dan menuju ke sana. Bram menepuk-nepuk seluruh tubuhnya mencari-cari sesuatu. Dan sesuatu itu ternyata ponsel yang lupa dibawanya masih di dalam mobil. Tadi saking senang dan antusiasnya, Bram sampai melupakan banyak hal.
Langkah kaki terhenti saat mendengar tangisan yang memilukan, dan percakapan yang tidak sengaja didengar membuat tubuhnya seketika menegang. Bram yang begitu sangat mencintai Karina merasakan dadanya berdegup kencang, hatinya bagai ditimpa berton-ton batu. Melihat dua orang yang dicintainya dan disayanginya membuat Bram merasa terkhianati.
__ADS_1
Jadi, wanita yang dicintainya itu adalah Karina? Wanita yang membuat dirinya hancur berantakan adalah Karina? Apa-apaan ini? Apa hubungan mereka? Apa Jo adalah ayah si kembar? Apakah mereka sepasang suami istri? Hahaha...jadi aku mencintai istri sepupuku.' batin Bram sambil mengusap rambutnya, menjambak rambutnya kasar.
Merasa bodoh atau dibodohi Bram tidak tahu. Tapi dia tak bisa menampik kalau dia sangat mencintai Karina. Butuh waktu dan perjuangan yang panjang untuk dapat membuka hatinya untuk wanita lain. Ah, seharusnya aku tahu, hanya Jo lah yang selalu berada di hatimu Karin? batin Bram tertawa pilu. Rasa getir yang dirasakan memilih untuk meninggalkan sepasang manusia itu, dia bingung akan melakukan apa.
Bram masuk ke dalam toilet di kamarnya, menatap dirinya dalam cermin. Hatiku, haruskah hancur lagi? Mengalah lagi? Kenapa harus Jonathan? batin Bram menatap bayangannya di cermin yang terlihat kusut dan berantakan.
***
Kini semua orang sudah berkumpul kembali di ruang keluarga setelah makan malam bersama. Karina dan Bram duduk di satu sofa panjang bersisian. Jo duduk di sofa tunggal yang menghadap langsung sepasang kekasih itu. Meski Jo harus menahan diri untuk tidak terbawa emosi. Jo butuh waktu berdua saja bicara dengan Bram nanti.
Namun dirinya tetap tak akan melepaskan Karina meski dengan Bram sekalipun. Katakan Jo egois, tapi dia sungguh tak bisa hidup tanpa Karina.
TBC
Oh ya teman-teman, maaf up nya agak siang, ada urusan di dunia nyata.
Karena viewer nya menurun, maaf sekali up nya gak bisa banyak... kaya' malas gitu lo...
Tapi aku usahakan up 2 episode per hari...
Beri like, rate dan vote nya
Makasih yang sudah setia tetap membaca dan mengikuti serta mendukung...🙏🙏🙏
__ADS_1