Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Sakitnya tuh disini 2


__ADS_3

Karina ambruk, mentalnya langsung down. Dia mengirim pesan pada pada Bella untuk izin tidak masuk kerja hari ini karena sakit. Meski fisiknya baik-baik saja namun hatinya benar-benar sakit. Dia sungguh tak sanggup lagi menjalani semua ini. Akan lebih baik kalau mereka telah resmi bercerai, mungkin karena tak akan pernah merasakan sesakit ini.


Namun perasaannya sungguh masih merajai hatinya untuk suaminya itu. Dia memaki dirinya yang lemah karena cinta. Dia ingin menyalahkan dirinya karena masih menaruh perasaannya pada pria yang sudah menemaninya hampir delapan tahun itu dalam rumah tangganya meski mereka sudah bersama-sama sejak lahir. Karena persahabatan kedua orang tua mereka.


Bahkan Karina sudah memiliki perasaan cinta pada Keanu sejak lulus sekolah menengah pertama, namun Keanu memperlakukan dirinya bak putri raja sejak kecil. Hal itu membuat Karina menginginkan Karina untuk menjadi istri Keanu. Yang akrab disapanya kak Ken. Hingga dirinya merengek pada orang tuanya ingin menjadi pengantin kak Ken. Karena rasa sayang kedua orang tuanya dan orang tua kak Ken yang menganggapnya seperti putrinya sendiri. Mereka pun memutuskan perjodohan pada keduanya.


Tentu saja hal itu hal yang membahagiakan bagi Karina. Meski dirinya sempat menutup mata kalau Keanu saat itu mempunyai kekasih saat masih kuliah. Keanu terpaksa memutuskan hubungan mereka karena tak mau durhaka pada orang tuanya dan dia juga sangat menyayangi Karina, entahlah sayang yang seperti apa yang dirasakan Keanu. Namun dia berjanji akan menjaga Karina.


Karina terus menangis sesenggukan di dalam selimut di kamarnya. Hatinya sungguh sakit, bagai dihujami seribu ton batu. Bahkan tangisannya semakin kencang terdengar menyayat hati. Untung saja kamarnya kedap suara sehingga para tetangga tak akan berlari menghampirinya karena tangisan kencangnya seperti seorang anak yang tidak dituruti keinginannya oleh orang tuanya.


***


Setengah bulan setelah Jonathan mengetahui tentang Karina yang sebenarnya. Jonathan berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya yang tak ada habisnya itu. Ria sempat heran melihat tuannya bagai orang kesetanan berhenti tanpa jeda. Dan hal itu berimbas pada karyawan juga.


Mereka pun terpaksa banyak lembur. Begitu juga Karina harus lebih banyak meninggalkan putrinya bersama bi Ani karena dirinya selalu pulang malam. Untung saja bi Ani bersedia menjaga Anin lebih lama asal tak disuruh menginap karena dia juga mengurus cucunya.


Dan Anin pun tipe anak yang penurut tak banyak menuntut ataupun neko-neko sehingga memudahkan bi Ani untuk menjaganya.


"Mbak, kok akhir-akhir ini sering lembur ya? Senang sih, tapi kan kami jadi tak bisa berkencan, huhu..." tanya Bella suatu hari dengan gaya lebaynya.


Ya, lama tak berbincang ternyata Bella jadian dengan Theo. Sungguh jiwa muda sekali. Begitulah kesan Karina saat Bella curhat dengan wajah berseri-seri karena baru jadian.


"Mungkin perusahaan sedang sibuk-sibuknya, apalagi katanya kan sedang buka cabang." jawab Karina sambil terus mengerjakan pekerjaannya.


"Tapi kan gak harus tiap hari juga kan mbak." keluh Bella manja meletakkan kepalanya di bahu Karina.


Karina mengusak rambut Bella tersenyum tipis yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri.


"Ah, akhirnya selesai." ucap Theo membuat Bella mendongak menatap ke arah kekasihnya yang juga menatapnya.


Mereka pun saling tersenyum. Karina hanya menggelengkan kepala melihat keduanya seperti ABG saja, padahal umur mereka memang sudah siap untuk menikah.


"Kau pulang dengan siapa Karin?" tanya Indra yang tiba-tiba muncul menghampiri meja Karina.


Semuanya langsung menoleh menatap meja Karina yang sudah menjadi rahasia umum kalau Indra sedang mendekati Karina apalagi status Indra sekarang sudah sah menjadi seorang duda. Karina mendongak, tersentak dengan kehadiran atasannya yang makin hari makin gencar mendekatinya.

__ADS_1


"Saya bawa mobil sendiri pak." jawab Karina sopan.


"Yah, aku kan kemarin sudah bilang gak usah bawa mobil karena akan sering lembur. Aku akan mengantarmu pulang." keluh Indra manyun.


"Eh, maaf pak gak enak aja akunya." jawab Karina masih dengan tersenyum.


"Baiklah. Besok aku jemput kamu ya berangkat kerja. Bye..."


"Eh, pak..." ucapan Karina tak didengar Indra yang hanya melambai tanpa berpaling meninggalkan ruangan itu.


Karina hanya menggelengkan kepala. Dia pun segera membereskan mejanya, bersiap-siap untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dan tinggal Vita dan dua karyawan lain di divisinya yang belum pulang.


Di tempat parkir, kebetulan Karina memarkirkan mobilnya di tempat yang agak remang penerangan.


Bruk


Tubuh Karina yang tersandung langsung ditangkap tangan kekar yang refleks menangkapnya.


"Ah, terima kasih..." ucap Karina tak meneruskan kalimatnya saat melihat siapa yang menolongnya.


Jonathan langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa mempedulikan Karina yang terbengong atas perilaku dingin CEO nya. Karina hanya mengedikkan kedua bahunya acuh setelah melihat mobil atasannya itu meninggalkan tempat parkir.


Jonathan memukul setirnya karena tubuhnya kembali menegang saat bersentuhan dengan Karina. Wanita bersuami yang sudah mengambil keperjakaannya. Padahal Jonathan selama ini berusaha melupakan bayang-bayang wanita itu dari pikirannya.


Tapi entah kenapa semakin hari semakin membuatnya tersiksa karena merindukannya. Dan hari ini niat hatinya ingin melihat sebentar Karina untuk sedikit mengobati kerinduannya namun yang terjadi malam tubuhnya tak sengaja bersentuhan dengan tubuh Karina yang dirinya refleks menangkap tubuh Karina yang tersandung hendak jatuh.


***


Besoknya di pagi hari. Indra benar-benar membuktikan ucapannya kemarin. Dia sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Karina. Hingga membuat Karina heran dengan ulah atasannya ini.


"Pak Indra."


"Selamat pagi Karin, selamat pagi nak." sapa Indra melambaikan tangannya pada Karina dan juga Anin yang terheran melihat pria asing itu.


"Kenapa bapak kesini?" tanya Karina heran menahan Indra untuk tetap di luar rumah. Karina tak mau putrinya berpikir macam-macam.

__ADS_1


"Aku kan kemarin sudah bilang akan menjemputmu." ucap Indra enteng.


"Tapi pak?"


"Sudahlah, sekarang ayo bersiap. Jam sembilan nanti kita ada meeting." desak Indra membuat Karina hanya menurut.


"Tapi pak, saya harus mengantar putriku ke sekolah." ucap Karina beralasan lagi.


"It's okay, kita bisa mengantarkannya dulu." jawab Indra santai, diapun duduk di kursi teras depan rumah Karina tanpa disuruh.


Mau tak mau Karina akhirnya menurut, tak ada lagi alasan untuk menolaknya lagi.


"Siapa ma?" tanya Anin menatap wajah Karina penuh penasaran.


"Atasan mama di kantor." jawab Karina singkat. Setelah membereskan meja makan, dia mengambil tasnya dan berangkat.


Tak ada percakapan di dalam mobil saat perjalanan ke sekolah putrinya. Kini mobil melaju menuju kantor dengan kecepatan sedang.


"Mungkin hari ini tak akan lembur, karena bos sedang ke luar kota." ucap Indra memecah keheningan di dalam mobil.


"Begitukah?" jawab Karina tersenyum kecut.


"Aku ingin mengajakmu makan malam, dan kuharap kau tak menolaknya." ucap Indra lagi.


"Tapi pak..."


"Aku akan menjemputmu nanti jam tujuh malam." mobil mulai memasuki area parkir gedung kantor tempat mereka bekerja.


"Saya tak bisa meninggalkan putri saya sendiri." jawab Karina setelah melepas seat belt kursinya.


"Aku juga mengajak sekalian putrimu. Jika dia tak keberatan juga. Aku akan menjemput kalian jam tujuh malam." ucap Indra setengah memaksa dan terlihat tak mau ditolak.


Dia segera turun dari mobil tanpa mendengar protes lagi dari Karina. Sebab Indra bertemu dengan para pemegang saham yang hendak meeting jam sembilan nanti. Karina menghela nafas berat.


TBC

__ADS_1


__ADS_2