Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Part 46


__ADS_3

Jo terpaksa mandi di kamar mandi luar kamarnya karena istrinya tak kunjung keluar. Dia terpaksa merelakan istrinya untuk merenungkan semuanya. Dengan senyum kecilnya Jo meninggalkan kamarnya untuk membersihkan diri sejenak. Rasa lelah tubuh dan hatinya yang sudah menumpuk sejak pulang kerja tadi meminta untuk dibebaskan dengan membersihkan tubuhnya.


Secepat kilat dia mandi dan kembali ke kamarnya, sudah melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi. Saat ini sedang menyusui si kecil Joana di kamar sebelahnya. Ditemani dengan babysitter membuat babysitter itu meninggalkan kamar bayi setelah mendapat kode dari tuan majikannya. Karina yang sedang bersandar duduk di sofa dekat ranjang bayinya terkantuk-kantuk sambil menyusui bayi kecilnya.


Jo menatap istrinya lekat, tatapan mata yang teduh dan lembut. Saat mengingat suara tangisan yang menyayat hatinya tadi hatinya menjadi terharu dan sedih. Begitu besarnya perasaan cintanya pada dirinya.


"Kau adalah hidupku istriku. Kau adalah cintaku. Kau adalah hidupku. Kau adalah segalanya bagiku. Tak akan mudah segoyah itu diriku. Hanya kau cinta pertama dan cinta terakhirku." Bisik Jo menatap istrinya lembut yang sedang tertidur dengan sambil menyusui si kecil yang sudah tertidur.


Jo melirik puncak dada istrinya yang selesai disusui putrinya itu. Entah kenapa yang di bawah sana menjadi tegang dan sesak. Ah, kau seperti menemukan sarangmu saja. Batin Jo melirik tubuh bawahnya tersenyum lucu.


Jo mengambil putrinya perlahan dari pangkuan istrinya, meletakkannya di box bayi dekat ranjang. Istrinya semakin lelap saja. Mata sembab dan memerah karena habis menangis membuat hati Jo sakit. Janjinya dulu untuk tidak membuat istrinya menangis membuatnya merasa bersalah.


"Maaf baby, aku tak bisa jujur sekarang. Aku sudah janji padanya untuk tidak mengatakan pertemuan kami. Suatu saat aku akan mengatakan yang sebenarnya." Janji Jo mengelus pipi istrinya lembut.


Bukannya bangun, Karina semakin mencari elusan lembut tangan suaminya. Membuat Jo tersenyum dengan tingkah istrinya.


"Terima kasih sudah mencintaiku begitu dalam. Terima kasih baby. Aku mencintaimu." Bisik Jo lembut.


"Aku juga mencintaimu mas, jangan khianati aku!" Jo tersentak langsung mendongak menatap istrinya yang menjawab ucapannya. Karina membuka matanya menatap suaminya lekat.


"Kau terbangun baby, maaf mengganggu tidurmu." Sesal Jo meraih jemari tangan istrinya dan mengecupi punggung tangannya sambil berjongkok di hadapan sofa yang diduduki istrinya.


Karina menatap lekat suaminya belum bicara apapun lagi. Dia mencoba masuk ke dalam tatapan mata suaminya mencari kebohongan, namun suaminya benar-benar jujur dengan ungkapan perasaan. Seketika dia teringat masa lalu mereka yang terpaksa dipisahkan oleh kedua orang tua Jo, Karina teringat sebesar apa dan seputus asa apa suaminya kala itu.


Hingga terbaring koma pula karena kecelakaan karena mencarinya. Karina pun merasa menyesal telah mencurigai suaminya tadi. Entah karena apa dia tiba-tiba merasa emosi dan curiga tadi dan tak mendengar penjelasan suaminya terlebih dahulu. Dan saat dalam tidurnya tadi, dia sayup-sayup mendengar pernyataan cinta suaminya yang terdengar tulus membuat Karina memutuskan untuk membuka matanya.


"Aku percaya padamu mas." Jo terbelalak tak mengira semudah itu hati istrinya berubah dan luluh.


"Terima kasih baby." Jo mengecupi punggung tangan istrinya. Dan kembali menatap istrinya lekat.


"Tapi aku tak percaya orang lain." Ucap Karina lagi, membuat Jo terdiam. Tapi akhirnya tersenyum lagi.


"Bagiku itu cukup baby. Apapun kata orang lain. Tetaplah percaya padaku. Aku bisa buktikan kalau aku bisa kau percayai." Ucap Jo.


Mereka pun saling menatap dan entah siapa yang memulai keduanya pun berciuman mesra. Karina mengalungkan lengannya di leher suaminya. Ciuman pun bertambah panas, hingga tubuh istrinya pun diangkat dan dibopong menuju kamarnya tanpa melepas ciumannya. Jo melu*mat, menghi*sap dan melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulut istrinya yang juga dibalas olehnya.


Dan entah kapan keduanya kini sama-sama polos tanpa sehelai benangpun di ranjang miliknya. Keduanya pun saling menatap dengan penuh kasih, cinta dan hasrat. Jo menelusuri seluruh lekuk tubuh istrinya yang sudah bagai candu untuknya. ******* dan lenguhan terdengar di dalam kamar mereka yang kedap suara. Perdebatan yang sempat terjadi tadi seolah tak ada artinya ketika keduanya melebur dalam percintaan panas mereka.

__ADS_1


Jo terus menghentak tubuh bawahnya ke dalam milik istrinya yang menghangatkannya. ******* kenikmatan Jo membuatnya tak ingin berakhir seperti itu saja. Sedang istrinya entah sudah ke berapa kalinya pelepasan yang nikmat dirasakannya. Hingga suaminya kini sudah memulai lagi setelah memposisikan dirinya duduk dengan dada suaminya membentur punggungnya.


Dire*masnya dada kembar istrinya bersamaan membuat Karina lagi-lagi mendesah dan melenguh merasakan kenikmatan yang tiada tara. Jo masih setia menghentakkan pinggulnya dari belakang hingga akhirnya terdengar lenguhan panjang dari bibirnya membuat keduanya ambruk tanpa melepaskan penyatuan itu.


Karina mulai merasa berat di matanya karena suaminya tak semudah itu melepas dirinya. Hingga matanya pun kini terpejam akibat kantuk yang menderanya. Kecapekan dan kelelahan yang dirasakannya seketika membuatnya terlelap. Jo menarik selimut untuk menyelimuti keduanya. Dikecupnya kening istrinya berkali-kali dengan bisikan kata cinta yang tulus dan ungkapan terima kasih berkali-kali.


"I love you baby, very love you so much. Thank you." Bisik Jo berulang-ulang membuat Karina menggeliat semakin masuk ke dalam lelap tidurnya.


***


Pagi hari Jo merasakan miliknya masih tertanam di dalam tubuh istrinya. Membuatnya lagi-lagi menggerakkan pinggulnya perlahan, Karina yang masih terlelap dalam tidurnya tanpa sadar mendesah nikmat sekali lagi. Jo semakin intens melakukannya setelah mendengar reaksi istrinya yang juga menikmatinya.


Hingga mata Karina pun terbuka dan tersentak mendengar dirinya dalam tidurnya mendesah kenikmatan dengan gerakan intens suaminya.


"Baby, i love you." Sambil dikecupinya tengkuk istrinya dan tak lupa meninggalkan jejak kepemilikan di beberapa tempat yang membuat Jo terus menerus menghentak karena belum mendapatkan pelepasannya.


"Aahh... mas...ukh..." Desah Karina lebih panjang karena suaminya juga memainkan jemari tangannya di dada kembar miliknya bersamaan.


"Mas... A..aku... datang..." Racau Karina.


Dan lenguhan panjang pun terdengar di Keduanya.Terdengar nafas memburu pada keduanya.


"Kau selalu menjadi candu untukku baby." Bisik Jo mesra sambil kembali mengecupi tengkuk istrinya berulang-ulang.


"Mas, geli..." Lirih Karina manja.


"Aku tak akan melepaskanmu." Bisik Jo lagi sambil menggigit kecil cuping telinga istrinya.


"Mas, aku harus mandi dan sholat." Ucap Karina sambil menahan gelinya. Jo menghentikan kecupannya.


"Ayo!" Jo membopong tubuh istrinya dan membawanya masuk bersama ke dalam kamar mandi dengan tubuh keduanya masih sama-sama polos.


"Kyaa..." Karina terkejut sontak melingkarkan lengannya ke leher istrinya.


Dan lagi-lagi keduanya kembali menikmati ciuman mesra, Jo meletakkan ke dalam bathtub kamar mandi mereka sambil mengisi bak mandi itu dengan air hangat yang mengalir. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Jo sempat melirik jam dinding masih menunjukkan pukul empat pagi.


Satu jam lagi harusnya cukup. Batin Jo tersenyum menyeringai. Dan serangan berikutnya pada istrinya kini dimulai lagi.

__ADS_1


"Mas ... aku harus..."


"Masih ada satu jam lagi baby." Bisik Jo mengangkat tubuh istrinya yang ada di pangkuan dan melesakkan lagi masuk ke dalam tubuh istrinya.


"Mas, aahh...ukh..."


Keduanya pun sudah larut kembali dalam gairah. Perdebatan semalam telah dilupakan diganti indahnya kemesraan percintaan panas mereka yang entah akan berakhir kapan.


TBC


Hai, pembacaku yang baik...


Sebelumnya terima kasih sudah selalu mendukung karyaku ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Beri like, rate dan vote nya


Makasih


Untuk komentarnya terima kasih sudah diingatkan tentang Vanya, saya gak bisa balas satu persatu.


Untuk Vanya memang selisih tujuh tahunan dengan Anin. Karena Anin sudah memasuki usia delapan belas tahun, artinya Vanya sebelas tahun. Namun karena dia putri Lena yang fisiknya lumayan tinggi. Kalian tahulah pergaulan anak jaman sekarang. Masih sekolah dasar saja sudah berani main di tempat yang bukan tempat seharusnya.


Entah karena pergaulan bebas atau karena kurangnya perhatian orang tuanya. Apalagi dia sekolah di sekolah swasta elite yang terkenal dengan para orang kaya. Itupun mama kandungnya yang memutuskan untuk sekolah disana. Hingga Vanya lebih menjadi gadis pembangkang. Mungkin karena kurang kasih sayang juga.


Jadi dengan fisiknya yang sangat sempurna itu. Dia akan terlihat lebih dewasa karena dandanan dan cara berpakaiannya yang mirip orang dewasa. Jadi siapapun tak akan tahu jika dia sebenarnya masih di bawah umur.


Pokoknya nanti kita bahas disini setelah masalah Anin.


Ditunggu terus ya ceritanya.


Makasih sudah mendukung 🙏🙏


Salam penulis


Arazy

__ADS_1


__ADS_2