Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Kelicikan


__ADS_3

"Papa...hiks...hiks...". suara isakan tangis Jane terdengar histeris di ruangan Alensio berada.


Jane mengadu pada calon ayah mertuanya karena Jonathan mengatakan akan membatalkan pernikahan dan memutuskan pertunangan mereka. Dan Jane tentu saja menolak mentah-mentah keinginan Jonathan.


Flashback on


Jonathan mendatangi apartemen Jane saat sebelum jam makan siang setelah menghadiri meeting dengan kliennya. Tentu saja Jane yang tak pernah dikunjungi tunangannya itu dengan senang hati menyambut kedatangan Jonathan.


"Sayang, kau datang? Masuklah!" sambut Jane begitu membuka pintu apartemennya langsung menghambur dalam pelukan Jonathan namun langsung ditepis Jonathan.


Jane yang merasa kecewa karena penolakan Jonathan tak kurang akal langsung bergelayut mesra pada lengan Jonathan meski ditepis Jonathan berkali-kali tapi Jane nekat menggenggam erat lengannya di lengan Jonathan. Hingga Jonathan langsung menyelonong masuk ke dalam apartemen Jane yang besar dan mewah itu.


"Ada yang mau kubicarakan denganmu." ucap Jonathan masih berusaha menepis lengan Jane.


"Cium aku dulu, aku sangat merindukanmu." Jane malah semakin agresif begitu Jonathan masuk ke dalam apartemennya.


Jane melingkarkan lengannya di leher Jonathan berusaha mendapatkan bibirnya namun ditepis mati-matian oleh Jonathan namun keagresifan Jane mampu membuat Jonathan kecolongan hingga Jane mencium Jonathan liar dan kasar.


"Cukup Jane!" bentak Jonathan kasar mendorong tubuh Jane hingga terjerembab jatuh ke sofa.


Jane tampak jengkel dan kesal melihat perlakuan tunangannya itu.


"Kau kasar padaku Jo!" seru Jane tak suka menatap Jonathan tajam.


"Aku sedang serius sekarang. Jadi jangan memancingku." teriak Jonathan tak kalah membentak.

__ADS_1


"Ada apa?" seru Jane memalingkan wajahnya dengan kedua tangannya mendekap di dadanya merasakan amarahnya karena penolakan tunangannya itu.


Jonathan tampak menghela nafas sebelum memulai ucapannya.


"Aku ingin membatalkan pernikahan kita. Dan memutuskan pertunangan ini." tegas Jonathan menatap Jane tajam.


Jane langsung menoleh menatap Jonathan nyalang. Dia merasa salah mendengar ucapan Jonathan hingga Jane langsung berdiri mendekati Jonathan.


"Apa maksudmu?" seru Jane menatap tajam Jonathan tidak terima.


"Aku ingin mengakhiri hubungan kita. Hari ini juga." tegas Jonathan lagi tak kalah menatap Jane dingin dan tajam.


"Tidak. Kita akan menikah seminggu lagi. Jangan lupa kalau ini juga pernikahan bisnis antara orang tua kita." tolak Jane duduk kembali di sofa meski dirinya sangat gelisah.


Jane langsung berdiri mengejar Jonathan sebelum dia membuka pintu apartemennya.


"Kau tak bisa memutuskan sepihak, ini juga antara orang tua. Aku menolak untuk mengakhiri hubungan kita." teriak Jane mulai emosi.


"Aku tak butuh kau terima atau tidak. Aku tetap akan mengakhiri hubungan kita." jawab Jonathan tegas menyingkirkan tubuh Jane yang menghalangi pintu.


Jane semakin histeris, dia berteriak bahkan menarik tubuh Jonathan mencegah untuk meninggalkan apartemennya. Namun kekuatannya kalah dengan tenaga Jonathan hingga kini Jane terjatuh di lantai di luar pintu apartemennya yang tidak digubris oleh Jonathan yang pergi dari gedung apartemennya. Walaupun tangisan Jane memohon tetap tak membuat Jonathan mengasihaninya.


Flashback off


"Jane sayang, ada apa? Ceritakan dengan benar! Duduklah disini!" tanya Alensio masih belum mengerti kenapa Jane tiba-tiba datang dan menangis histeris padanya.

__ADS_1


Meski pun dirinya sedikit menebak yang mungkin terjadi pada Jane, tapi Alensio butuh penjelasan detailnya. Alensio menggiring tubuh Jane untuk duduk di sofa ruangannya. Sesenggukan masih terdengar jelas dari bibir Jane.


"Tenanglah!" ucap Alensio mencoba menenangkan dengan sambil menepuk punggung Jane lembut.


Akhirnya Jane menghentikan tangisnya meski sesekali terdengar sesenggukan. Dia menceritakan semuanya yang terjadi beberapa waktu lalu saat Jonathan mendatangi apartemennya dengan sedikit bumbu dan mendramatisirnya agar calon mertuanya membelanya.


Jemari tangan Alensio tampak mengepal erat setelah mendengar cerita Jane. Malah Jane menambahkan ceritanya dengan mengatakan kalau Jonathan memutuskan hubungannya karena ada wanita lain yang dicintai Jonathan padahal Jonathan tak menyinggung tentang hal itu. Namun Jane yakin, Jonathan memutuskan hubungannya pasti karena seorang wanita yang belum diketahui Jane, Jane sudah mencurigai hal itu sebelum pertunangan mereka dilangsungkan tempo lalu.


"Tenanglah! Papa akan mengurusnya. Kau tinggal melanjutkan rencana pernikahan itu dan akan kupastikan Jonathan tetap akan menikahimu meski dengan sedikit paksaan." hibur Alensio membuat Jane tersenyum senang.


"Benar pa, sungguh?" jawab Jane antusias sudah melupakan kesedihannya.


"Tentu. Hanya kamu yang pantas menjadi menantu keluarga Alensio." ucap Alensio lagi.


"Terima kasih papa." ucap Jane senang memeluk tubuh calon mertuanya.


Alensio balas memeluk dengan berjuta rencana yang terlintas di benaknya. Begitu juga Jane, seringai terlihat di bibirnya, banyak rencana juga untuk menjadi ratu di keluarga Alensio dengan harta yang melimpah dan seorang Jonathan yang uh... membuat tubuh Jane berkedut di bawahnya. Dia sungguh menginginkan Jonathan bermain di atasnya.


Selain harta kekayaan keluarga Jonathan, dia juga berambisi untuk meluluhkan Jonathan dan merasakan kejantanannya yang didambakan sejak melihat Jonathan pulang dari studynya di luar negeri. Tubuhnya langsung bergetar menginginkan Jonathan berada di dalam tubuhnya. Jane bukan wanita suci yang tidak mengenal kehidupan liar seperti **** atau alkohol.


Dia sudah kenyang merasakan hal itu saat kuliah di luar negeri dulu. Tak ada yang tahu sepak terjangnya selama disana. Dia selalu bermain cantik untuk mencari kenikmatan pada pria-pria yang diinginkannya. Kini dia menginginkan Jonathan menjadi miliknya selain harta kekayaannya.


Hingga dia merayu orang tuanya untuk melakukan perjodohan itu. Dengan mendesak orang tua Jonathan yang secara kebetulan keduanya ternyata rekan bisnis bertahun-tahun lalu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2