Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Bertemu??


__ADS_3

Sudah tiga bulan Jo mencari keberadaan Karina di seluruh pelosok desa sekitar alamat dari mamanya. Namun tanda-tanda keberadaan Karina tak ditemukan dimanapun. Jo mulai menyerah dan kembali ke tanah air.


Sang papa menghubunginya untuk minta maaf karena kesalahannya. Dan dia sudah merestui hubungannya dengan Karina. Dia akan menerima Karina sebagai menantunya jika suatu hari nanti ditemukan.


Sudah lebih dari lima belas jam perjalanan pesawatnya pun sudah mendarat di bandara internasional tanah air. Jo tampak lemas tak bersemangat. Dia sudah buntu ingin mencari keberadaan Karina dimana lagi. Dia sudah menyuruh orang-orangnya untuk mencari di desa tinggal mantan mertuanya tapi tak ada disana.


Dan sepertinya mantan mertuanya itu juga belum tahu kalau mantan menantunya itu meninggalkan negara ini. Mereka hanya baru mengetahui seminggu yang lalu bahwa putranya sudah menikah lagi dengan wanita masa lalunya dan sudah menceraikan Karina beberapa bulan lalu.


Keduanya pun shock terutama ayah mertuanya. Penyakitnya pun kambuh dan harus rela dirawat di rumah sakit.


Jo menyeret kopernya menuju taxi yang sudah dipesannya saat sampai di bandara. Dia tak memberi tahukan kedatangannya pada orang tuanya karena masih berharap Karina tiba-tiba muncul di hadapannya meski hal itu mustahil.


Saat hendak masuk ke dalam taxi, bayangan Karina berkelebat hendak menyeberang jalan, Jo langsung menoleh mengejarnya dan yang lebih membuat Jo shock, wanita yang diyakini mirip Karina itu bergandengan tangan dengan mesra dengan seorang pria. Jo marah, Jo cemburu, Jo mengejar dan berhasil menangkap pergelangan tangan wanita yang sangat mirip Karina itu.


"Karin..." panggil Jo membuat wanita yang dipanggil Karina itu menoleh menatap heran pada Jo.


"Anda siapa?" tanya wanita itu bingun menatap pria bule yang menggandengnya. Pria bule itu mengedikkan kedua bahunya tak kenal.


"Syukurlah, kemana saja kau sayang!" lirih Jo memeluk tubuh wanita yang dikiranya Karina itu erat.


"Apa kau bercanda?" seru bule itu tak suka wanitanya dipeluk pria tak dikenal. Bule itu ganti menatap wanitanya.


"Apakah dia pacarmu?" seru bule itu tak suka.


"No honey. Aku tak kenal dia." jawab wanita itu berontak melepas pelukan Jo dan berhasil.


"Akhirnya aku menemukanmu." ucap Jo sambil membelai pipi wanita itu.

__ADS_1


"Hei tuan. Siapa kau? Aku tak mengenalmu." seru wanita itu menepis Jo dan pergi menggandeng bule yang ternyata adalah suaminya dan segera menyeberang jalan.


"Karin tunggu!" seru Jo bersamaan dengan itu lampu penyeberangan sudah berganti hijau dan mobil yang sejak tadi berhenti menunggu lampu hijau langsung tancap gas dan..


Bruak..


Suara tubuh ditabrak membuat tubuh Jo terpental jatuh di aspal berjarak satu meter dari mobil yang menabraknya. Jo langsung terkapar bersimbah darah di seluruh tubuhnya dan langsung menutup matanya.


Dan wanita yang mirip Karina tadi dan suami bulenya sudah meninggalkan tempat itu tanpa tahu Jo telah terbaring bersimbah darah di tengah jalan hingga menimbulkan kemacetan.


***


Orang tua Jo, Alensio dan Farida berlari kecil di lorong rumah sakit tempat putranya dirawat saat kecelakaan. Seseorang dari kepolisian menghubungi keluarga yang cukup terkenal di negaranya itu memberi kabar tentang kecelakaan putranya.


Keduanya langsung shock dan berlari ke dalam mobil dengan diantar sopir ke rumah sakit dekat bandara. Rasa cemas dan panik terlihat jelas di wajah kedua orang tua itu. Kini keduanya sudah tiba di ruang UGD yang masih tertutup. Pertanda dokter masih belum selesai menangani pasien.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya Alensio yang diikuti Farida saat melihat dokter keluar dari ruang UGD.


"Kami orang tuanya."


"Pasien mengalami pendarahan otak, harus segera dioperasi." ucap dokter itu membuat keduanya terkejut.


"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok!" putus Alensio meski tubuhnya menegang dan istrinya sudah menangis histeris.


"Silahkan urus surat izin operasinya, akan segera saya siapkan ruang operasi." titah dokter itu diangguki Alensio.


Dia pun segera ke bagian administrasi mengurus segalanya. Dengan menitipkan istrinya pada sopirnya untuk menjaganya.

__ADS_1


***


Setelah semua persiapan selesai. Operasi pun dilakukan dan lampu ruang operasi pun menyala. Kedua orang tua Jo menungguinya di depan ruang operasi.


Hingga lebih dari lima jam, operasi juga belum selesai. Terlihat dari lampu ruang operasi masih menyala. Farida dirawat di ruang perawatan karena pingsan dan kelelahan. Alensio membawa pelayan rumahnya untuk membantu merawat istrinya. Sementara dirinya masih menunggu operasi berjalan.


Setelah dua jam selanjutnya, lampu ruang operasi akhirnya mati. Alensio segera mendekati pintu melihat dokter yang keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana dok?" tanya pria tua itu penuh harap. Dokter terlihat menghela nafas.


"Operasi berjalan lancar, tapi..." dokter tak melanjutkan ucapannya menunggu reaksi pria ayah pasiennya itu.


"Tapi apa dok?"


"Sepertinya pasien dalam kondisi tidak sadar dengan kondisinya. Apalagi sebelum kecelakaan. Kondisi fisiknya menurun. Jadi kemungkinan pasien akan mengalami koma ." jelas dokter itu membuat Alensio mundur perlahan.


"Lakukan apapun untuk kesembuhannya dok!" pinta Alensio memohon pada dokter dengan menangkupkan kedua tangannya di dada.


Seumur hidup baru hari ini dirinya merendahkan dirinya untuk memohon pada orang lain demi putra satu-satunya.


"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Berdoa saja semoga cepat sadar." ucap dokter itu menghela nafas dan meninggalkan tempat itu.


TBC


Selamat membaca


Terima kasih atas dukungannya

__ADS_1


Beri like, rate dan vote nya


Makasih 🙏🙏


__ADS_2