Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Bertemu Keanu


__ADS_3

"Ada urusan apa?" tanya Jo dingin saat mengetahui siapa tamu yang sedang menunggunya di ruangannya. Jo duduk di sofa seberang berhadapan dengan Bram.


"Aku datang kemari sebagai pengacara Karina. Bukan sebagai calon suaminya." ucap Bram menatap Jo penuh permusuhan.


Jo hanya diam memicingkan mata menatap Bram.


"Kami akan menikah, dan aku harap kau segera menceraikannya." ucap Bram tegas.


Jo menegang meski sebenarnya dia memutuskan untuk berjuang tapi entah kenapa nyalinya menciut saat Bram bicara langsung padanya.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Jo setelah mampu mengendalikan perasaannya.


"Katakan!"


"Sejauh apa hubungan kalian selama ini?" tanya Jo menatap Bram lekat.


"Apa yang ingin kau ketahui?" bukannya menjawab, Bram malah ganti bertanya.


"Agar aku bisa memutuskan untuk menyerah atau berjuang."


"Aku tak perlu mengatakan padamu. Aku hanya ingin kau memenuhi janjimu saat kau akan mengabulkan apapun keinginanku jika aku membantumu saat itu." Bram tersenyum seringai.


Jo balas tersenyum miris, saat mengingat dirinya berjanji akan mengabulkan keinginan Bram saat dia mengejar istrinya dulu. Huh, kau membantuku melarikan diri untuk mengejar istriku. Sekarang kau memintaku melepaskan apa yang kukejar dulu? Ironis sekali. batin Jo.


"Kalau aku tetap tak akan menyerah?" jawab Jo tegas menatap tantangan tatapan Bram.


Bram tampak mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


"Kalau begitu kita lihat siapa yang akan bertahan."


"Aku masih suaminya."


"Hampir dua tahun kau tak memberinya nafkah lahir dan batin. Apa itu masih bisa disebut suami istri?" Bram tersenyum mengejek.


"Dia yang meninggalkanku, aku sudah berusaha mencarinya. Apa itu masih bisa disebut suaminya?" ganti Jo yang tersenyum mengejek.


"Aku anggap kalian sudah bercerai. Jadi berjuanglah!" sindir Bram berdiri meninggalkan ruangan kerja Jo.


Jo menundukkan kepalanya, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Flashback on


Setelah Jo terbangun dari tidurnya di apartemennya. Jo melirik jam dinding pukul tiga dini hari. Hampir seharian penuh aku tertidur. batinnya beranjak dari ranjang menuju lemari es untuk mengambil air dingin dan meneguknya hingga tandas.


'Aku akan berjuang sampai akhir. Aku mencintainya. Aku berjanji akan berjuang dengannya. Aku masih suaminya. batin Jo menyemangati dirinya.


Dia pun beranjak ke kamar mandi berendam sebentar di bathtub kamar mandinya menikmati air hangat yang membuat tubuhnya perlahan menjadi rileks.


Flashback off


Karina memasuki rumah lamanya berharap bertemu Jonathan di rumah itu. Namun nihil. Barang-barang Jo juga kosong di lemari. Karina pun memilih untuk meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


"Karin..." panggilan seseorang membuat Karina menoleh ke arah suara.


"Mas Ken..." panggil Karina balik.


"Ah, ternyata aku benar. Aku sempat pangling dengan penampilanmu. Kau jadi semakin cantik." jawab Ken tersenyum manis melihat Karina masih bersikap baik padanya. Setelah apa yang dilakukannya selama ini.


"Terima kasih mas." jawab Karina tersenyum simpul.


Dadanya sudah tak berdebar seperti dulu. Biasa saja, seperti bertemu dengan seorang kakak.


"Bisa kita bicara sebentar?" pinta Ken memelas.


**


"Maaf mas, aku gak bisa ngobrol di rumah. Bagaimana pun juga kita bukan muhrim lagi." ucap Karina memulai pembicaraan setelah kopi pesanan mereka diantar pelayan.


Entah kenapa Ken merasa kecewa, seolah ditolak oleh Karina. Kau bodoh Ken, itu semua karena kesalahanmu dulu. batin Ken berkecamuk.


"Tentu. Bagaimana kabar Anin?" tanya Ken basa-basi.


"Baik. Sekarang dia sudah akan lulus sekolah dasar." ucap Karina santai.


"Oh sudah secepat itu ternyata." jawab Ken salah tingkah.


"Bagaimana kabarmu mas?" tanya Karina.


"Beginilah aku. Kami sudah bercerai."


"Tak apa. Aku tak menyesal telah bercerai darinya. Aku hanya menyesal telah melepaskanmu hanya karena dia. Maaf... maafkan aku.." ucap Ken menundukkan kepalanya merasa bersalah dan malu.


"Semua sudah masa lalu mas. Pasti ada hikmahnya. Bagaimana pun juga jadikan masa lalu sebagai pembelajaran." Ken terdiam, dia tak menyangka Karina akan bersikap dewasa.


"Kau benar Karin. Aku yang bodoh." Karina tak menjawab hanya tersenyum.


"Oh ya, tadi mas sepertinya mencariku? Kok datang ke rumah?" tanya Karina menanyakan hal yang hampir terlupa.


"Aku sering datang ke rumah."


"Oh ya..."


"Tapi kau tak pernah ada."


"Ah, itu..."


"Aku malah bertemu dengan seseorang, dia pernah menjadi atasanku di tempat kerja. Tuan Jonathan." Karina terdiam lagi menatap Ken lekat, menyimaknya bicara.


"Oh begitu ya?"


"Dia bilang dia telah membeli rumah itu. Benarkah?" tanya Ken ragu, menatap Karina lekat penasaran akan jawabannya.


"Ah, dia... dia suamiku." Ken meletakkan cangkirnya lagi mengurungkan niatnya untuk meneguk kopinya demi mendengar ucapan Karina bahwa dia sudah menikah lagi. Entah kenapa Ken merasa kecewa.

__ADS_1


"Ah, selamat."


"Terima kasih." Keduanya terdiam Karina mengatakan kenyataan pernikahannya karena tak mau mendengar Ken datang untuk minta rujuk padanya lagi.


Bukan Karina besar kepala. Niatnya untuk mencegah Ken masih berminat padanya lagi.


"Papa sakit."


"Papa?" Ken mengangguk.


"Bahkan dia tak mau bertemu denganku lagi." ucap Ken menatap Karina intens.


"Kenapa?"


"Dia ingin aku membawa putrinya pulang." ucapan Karina membuatnya juga menatap Ken.


Karina paham maksud Ken dengan putri papanya. Papa Ken pasti sudah tahu perceraian mereka dan itu pasti mereka juga tahu alasan perceraian kami karena kesalahan Ken yang menikah lagi.


"Aku akan menemui papa dan mama, tapi gak sekarang mas. Saat ini ada hal mendesak yang aku lakukan." tolak Karina secara halus.


"Tentu, aku bisa mengerti. Terima kasih." Karina mengangguk.


***


"Apa kau sudah selesai?" suara Bram yang tiba-tiba muncul diantara keduanya membuat keduanya menatap Bram bersamaan.


"Tuan Bram..." sapa Ken langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Apa kabar?" sapa Ken lagi mengulurkan jemari tangannya untuk bersalaman.


"Karina." suara bas Bram membuat Karina mau tak mau berdiri dan berpamitan pada Ken yang kebingungan melihat hubungan keduanya tampak dekat namun sangat janggal di mata Ken.


**


"Mas, memata-matai aku?" tanya Karina berani saat mereka sudah duduk di mobil bersebelahan.


Bram tetap diam tak menjawab. Membuat Karina semakin lama semakin jengah dengan sikap dingin Bram. Setelah Bram memutuskan untuk tidak menyerah dengan pernikahan mereka, Bram semakin posesif dan overprotektif.


Entah dari mana dia tahu dirinya sedang berbincang dengan Ken. Dan tampang Bram tampak menyeramkan. Cemburu mungkin.


TBC


Udah 2 episode


Dan pendapatanku menurun. 😭😭


Beri dukungannya dong...


Biar semangat crazy up lagi...


Terima kasih sudah membaca 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2