Dua Suami/ Kehidupan Baru

Dua Suami/ Kehidupan Baru
Part 33


__ADS_3

"Baby, kau sedang apa?" Tanya Jo siang itu saat jam makan siang.


Hari itu istrinya tak bisa mengantar makan siangnya ke kantor, hanya dibawakan bekal saja untuk suaminya itu. Hari itu adalah jadwal putri kecilnya untuk imunisasi. Jo menyesal tak bisa mengantarkan istrinya ke rumah sakit karena meeting dadakan pagi itu. Kliennya dari luar negeri akan datang.


Dan Jo mau tak mau harus menemuinya karena asisten pribadinya Rian sedang mengurus proyeknya sejak kemarin. Jo tak mungkin meminta untuk segera pulang sementara pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Jo terpaksa menemui kliennya itu sendiri didampingi sekretarisnya.


Jo tahu betul siap klien itu. Ya, Mr. Alex dan tentu saja pasti akan ada wanita itu lagi, Annie yang katanya sudah dipercayakan kerjasamanya disini sepenuhnya padanya. Dan kurasa kunjungan Mr. Alex hanyalah dalih untuk mengurus kerjasamanya. Jo yakin Annie alasan satu-satunya Mr. Alex ingin berkunjung ke sini.


"Ya mas." Jawab Karina di ponselnya.


"Maaf tak bisa mengantarmu." Sesal Jo dengan nada menyesal.


"Tak apa mas, ini aku juga sudah pulang. Toh tak antri lama-lama karena sudah janji dengan dokter. Ada pak Maman yang mengantarku juga." Hibur Karina mendengar nada suara suaminya merasa bersalah.


"Sorry baby. Setelah makan siang dan istirahat sebentar ini, kami akan langsung mengunjungi proyek kami." Ucap Jo lagi semakin merasa bersalah.


"Ya, mas. Lanjutkan pekerjaanmu!" Hibur Karina dengan nada suara riang dan lembut untuk mengurangi rasa bersalah suaminya.


"Setelah ini, aku akan cuti jika berurusan dengan anak-anak." Janji Jo.


"Yang nanti dipikirkan nanti saja mas, masih ada banyak waktu untuk kita." Jawab Karina lembut.


"Kau memang istriku yang mengerti diriku baby." Goda Jo merasa sedikit lega dengan penghiburan istriku.


"Mas..." Ucap Karina tersipu malu dengan pipi yang sudah memerah meski Jo tak bisa melihatnya, dia membayangkan hal itu.


"I love you so much baby." Ucap Jo mesra yang dibalas Karina dengan tak kalah mesra.


"Love you too."


"Oh ya, baby. Jam tujuh persiapkan dirimu!" Titah Jo.


"Ada apa mas?" Tanya Karina mengernyit heran. Mereka jarang makan malam di luar setelah putri kecilnya lahir.


"Aku ada acara makan malam dengan klien. Kau bersiaplah, aku akan menjemputmu jam tujuh malam ini." Titah Jo tersenyum tipis.


"Baiklah mas." Jawab Karina.


***


"Tuan, Mr. Alex sudah siap di lobi." Instruksi sekretarisnya.


"Baiklah. Kita berangkat!" Jo berdiri dari duduknya setelah membereskan tempat bekalnya dan menyiapkan diri sebentar di ruang pribadinya.


Jo melangkah menuju lobi lewat lift gedung khusus eksekutif tersebut.


***


"Silahkan tuan." Jo dan Mr. Alex masuk ke dalam mobil yang sama untuk mengunjungi proyek-proyek kerjasama mereka. Sedangkan Annie duduk di kursi depan sebelah sopir.


Keduanya tampak berbincang akrab di dalam mobil itu membahas tentang proyek yang sudah berjalan. Annie mencuri-curi pandang mencari perhatian pada Jo lewat spion tengah mobil yang tak digubris sama sekali oleh Jo.

__ADS_1


***


Jo sudah bersiap untuk menjemput istrinya. Dia janji makan malam dengan Mr. Alex dengan sekretarisnya, siapa lagi kalau bukan Annie. Wanita murahan yang masih saja berusaha mendekati Jo.


"Kita mau kemana mas?" Tanya Karina saat di dalam mobil, perjalanan menuju restoran tempatnya janjian untuk makan malam.


"Ada seseorang yang ingin kuberi tahu padamu." Jawab Jo terus fokus pada kemudinya.


"Kau membuatku penasaran saja." Jawab Karina tersenyum lembut.


***


"Mari tuan, saya antar!" Tawar seorang pelayan restoran tempat Jo sudah reservasi untuk makan malam dengan kliennya.


Jo mengangguk mengikuti langkah pelayan itu dengan lengan istrinya bergelayut mesra padanya namun tampak elegan dan berkelas.


"Belum ada yang datang tuan, silakan!" Tawar pelayan itu membuka ruangan privasi di restoran itu berdasarkan reservasi Jo.


Keduanya masuk ke dalam masih kosong, tampaknya kliennya agak tiba sedikit terlambat.


"Mereka belum datang?" Tanya Karina menatap ruangan privasi itu masih kosong.


Karina mendudukkan pantatnya di kursi yang sudah ditarik suaminya. Sungguh romantis suaminya hari ini. batin Karina tersenyum menatap suaminya yang juga tersenyum menatapnya.


Tok tok tok


Suara ketukan ruang privasi restoran itu diketuk.


Mr. Alex muncul dari balik pintu diikuti Annie di belakangnya dengan pakaian yang masih tetap sama, kekurangan bahan. Jo dan Karina berdiri menyambut mereka. Mr. Alex tampak tertegun saat berjabat tangan dengan Karina yang dengan sopan ditolak menggantinya dengan salam kedua tangannya ditangkupkan ke dada.


"Ah, sepertinya kita pernah bertemu?" Komentar Mr. Alex menatap wajah familiar Karina. Karina hanya menampilkan senyumannya.


"Terima kasih sudah mengingat saya Mr. Alex." Jawab Karina tersenyum sopan.


Jo tampak mengernyitkan dahi tak suka, melihat istri dan Mr. Alex sudah saling mengenal. Annie pun begitu, dia juga terkejut tak menyangka kalau istri Jo mengenal bosnya.


"Kapan ya itu? Sudah sangat lama sekali. Aku pangling melihatmu tampil beda namun tak berubah, masih tetap awet muda seperti dulu." Komentar Mr. Alex membuat Jo semakin meradang mendengar keakraban keduanya.


Kalau tahu begini, dia tak akan memenuhi janjinya pada Mr. Alex untuk membawa istrinya makan malam bersama.


"Maaf, Mr. Alex. Tolong jaga pandangan anda." Suara Jo yang terdengar dingin, sarat akan kecemburuan membuat tawa Mr. Alex mau tak mau harus berhenti.


"Kukira anda masih bekerja." Mereka pun sambil duduk, dengan Mr. Alex melanjutkan perbincangannya dengan Karina terus berlanjut.


Karina sepertinya mulai jengah, apalagi dulu saat pertama kali bertemu Mr. Alex menatapnya dengan tatapan lapar. Meski sekarang tak jauh beda.


"Kalian saling mengenal?" Tanya Jo penuh intimidasi menatap istrinya dan Mr. Alex bergantian.


"Dulu saat aku masih dengan pak Indra mas." Jelas Karina mencoba menghindari tatapan Mr. Alex yang masih sama seperti dulu.


"Oh..." Jawab Jo memaksakan senyumnya.

__ADS_1


"Saya tak mengira, nona Karina ternyata istri anda sekarang Mr. Jo." Ucap Mr. Alex basa-basi.


Namun tampaknya Jo tak suka Mr. Alex menatap istrinya penuh kekaguman padahal ada istrinya di sampingnya.


"Panggil dia Mrs. Jo, Mr. Alex." sela Jo menatap Mr. Alex tajam.


"Apa kabar Mrs. Jo?" Annie menyela di perbincangan ketiganya.


"Baik Miss Annie." Jawab Karina tersenyum ramah.


Perbincangan mereka berhenti karena hidangan makan malam tiba dan pelayan menatanya di meja makan. Mereka pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan percakapan kerjasamanya.


Hingga akhirnya Karina minta izin untuk ke toilet, Annie pun ikut izin ke toilet.


"Kukira seperti apa istrinya hingga dia menolak pesonaku." Sindir Annie menunjukkan wajah aslinya saat mereka mencuci tangan di wastafel toilet itu.


Tak banyak yang berada di toilet saat itu hanya mereka berdua. Karena toilet itu berada di ruang khusus reservasi pelanggan VIP.


"Apa maksud anda?" Tanya Karina mencoba meredam perasaannya belum paham maksud Annie.


"Ah, apa Mr. Jo cerita kalau saya adalah mantan kekasihnya?" Karina membeku mendengar ucapan Annie, hingga gerakannya terhenti untuk mencuci tangannya yang membiarkan air kran tetap mengalir.


"Kurasa anda yang menyalah artikan suami saya. Bukannya anda yang merayunya dan ditolak oleh suami saya?" Jawab Karina telak membuat Annie diam-diam menggeram.


Dia sungguh terkejut, istri pria yang diincarnya akan mengatakan dengan jujur hubungan mereka di masa lalu.


"Huh, sebanyak apa dia bercerita. Apa dia juga menceritakan tentang kalau kami pernah tidur bersama dulu?" Tanya Annie menoleh menatap Karina yang lagi-lagi tubuhnya membeku dan menegang.


Terkejut? Iya. Karina shock mendengar penuturan Annie, namun dia tak mau terlihat lemah hingga berhasil mengendalikan perasaannya.


"Kalau pun itu benar terjadi, itu adalah masa lalu antara anda dan suami saya. Dan sekarang dia adalah suami saya. Saya tak akan membiarkan hal itu terjadi." Tegas Karina hendak meninggalkan toilet namun ucapan Annie membuat Karina terhenti.


"Kami pernah melakukannya lagi saat mengunjungi proyek beberapa waktu lalu, apa dia juga menceritakannya bagaimana panasnya kami bercumbu?" Ucap Annie memanas-manasi Karina.


Karina merasakan sesak di dadanya. Kalau beberapa waktu pasti saat suaminya pulang larut malam saat itu. Apa mereka benar-benar bercumbu? Atau bahkan bercinta atau mereka.. batin Karina memejamkan matanya merasakan sesak di dadanya.


Mencoba menebak bahwa hal itu tak mungkin terjadi kan? Namun lagi-lagi Karina meyakinkan dirinya bahwa yang dikatakan Annie tidak benar. Dia percaya pada suaminya. Meski rasa sesak masih memenuhi dadanya.


"Aku percaya pada suamiku. Terserah anda mau memfitnah suami saya seperti apa. Saya tak akan percaya jika tidak ada bukti. Permisi." Tegas Karina berlalu pergi meninggalkan toilet.


"Brengsek. Dia tak mempan dengan kebohonganku. Kupikir jika tidak bisa menyerang Jo aku bisa menyerang istrinya. Namun lagi-lagi... aku harus mencari cara lain..." Guman Annie ikut pergi meninggalkan toilet.


**


"Mas, aku tidak enak badan. Bisa kita pulang sekarang?" Bisik Karina saat tiba di ruang privasi restoran tempat mereka makan malam.


"Kau sakit? Bagian mana yang sakit?" Tanya Jo cemas melihat istrinya berwajah muram meski berusaha ditutupinya.


"Waktunya menyusui putriku mas." Bisik Jo lagi.


"Ah, kau benar. Baiklah kita pulang sekarang." Jo pun pamit pada Mr. Alex dan basa-basi kecil pada Annie juga. Begitu juga Karina pamit pada klien suaminya itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2