
Dokter pribadi Keanu yang memeriksa Karina semalam datang untuk memeriksa kembali kondisi Karina dengan teliti. Setelah selesai, dokter itu menghela nafas sejenak.
"Bagaimana dok?" tanya Keanu yang juga mendapat tatapan Karina yang keheranan, kenapa dirinya harus diperiksa oleh dokter pribadi suaminya.
Dokter itu belum menjawab, dia hanya menatap Keanu dan Karina bergantian. Bingung memulai penjelasan dari mana. Tapi Keanu masih menatap dokternya penasaran dengan penuh harapan dapat memberikan penjelasan tentang keadaan istrinya yang terlihat... aneh... Dokter mengajak Keanu untuk keluar kamar.
"Sebaiknya istri anda dirujuk ke rumah sakit saja untuk dilakukan CT scan dan MRI lebih lanjut. Saya belum bisa menjelaskan untuk lebih detailnya. Kondisinya seperti hilang ingatan sementara. Tapi untuk lebih jelasnya kita lakukan pemeriksaan lebih spesifik lagi." jelas dokter itu kembali menghela nafas berat.
"Apakah parah dok?" tanya Keanu lagi.
"Semoga saja tidak. Dan ya, saya harus memeriksa riwayat kesehatan istri anda sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut." ucap dokter itu. Keanu hanya mengangguk-angguk.
"Terima kasih dok." dokter itu mengangguk dan pamit pulang. Keanu kembali masuk ke dalam kamar menemui istrinya.
"Ada apa mas?" tanya Karina penuh harap. Keanu menatap Karina lekat.
__ADS_1
"Kau sungguh tak ingat apa yang terjadi semalam?" tanya Keanu sebelum menjelaskan perkataan dokter tadi. Karina menggeleng polos.
"Memang semalam ada kejadian apa mas?" tanya Karina yang sekarang malah semakin penasaran dengan keanehan suaminya.
"Tidak terlalu penting. Mungkin kau hanya kecapean semalam karena terlambat pulang kerja." jawab Keanu gugup beralasan.
Kondisi tubuhnya tak tahu apa masih normal, kejadian semalam pasti mengguncang jiwanya hingga alam bawah sadarnya berusaha untuk melupakannya. Jadi lebih baik dia tidak mengingat atau diingatkan tentang hal itu. kata dokter tadi menambahkan sebelum pamit.
Keanu terbayang ucapan dokter tadi, berusaha untuk bersikap biasa. Namun entah kenapa dia merasa semua itu salah. Haruskah dia lega atau merasa bersalah karena istrinya melupakan dirinya yang dipergokinya selingkuh. Namun entah kenapa perasaan Keanu lebih dominan merasa bersalah dan merasa tak pantas menjadi suami Karina.
"Ah, putri kita di kamarnya bersama pengasuhnya." jawab Keanu gelagapan.
"Tapi..."
"Ah, dokter menganjurkan untuk memeriksa keadaanmu lebih lanjut ke rumah sakit. Untuk memastikan tak ada hal lain yang terjadi pada kondisi tubuhmu." jelas Keanu tersenyum getir.
__ADS_1
Entah kenapa aku malah semakin menyakitinya, padahal dulu aku berjanji akan menjagamu pada ibu mertua. batin Keanu tersenyum paksa.
"Apa separah itu mas?" tanya Karina cemas sambil meremas jemari tangannya.
"Tidak. Hanya memastikan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan." hibur Keanu sambil tersenyum manis.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganku mas?" tanya Karina menatap Keanu lekat.
"Setelah pemeriksaan selesai, aku akan menceritakan semuanya. Sekarang bersiap-siaplah untuk ke rumah sakit." jawab Keanu sambil menepuk pundak istrinya lembut.
"Baiklah. Aku akan bersiap." jawab Karina beranjak dari ranjangnya dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
Karina mandi di bawah guyuran air hangat dari shower kamar mandi. Membersihkan tubuhnya dengan mata berkaca-kaca. Dia tak melupakan kejadian semalam. Entah kenapa dia memilih untuk berpura-pura untuk lupa. Memang terlalu sakit melihat perselingkuhan suaminya.
Namun dia terlalu mencintai suaminya itu. Melihat suaminya yang terlihat merasa bersalah, dia memutuskan untuk melupakan kejadian tersebut meski hatinya sangat sakit. Namun dia masih bisa menahan rasa sakit itu. Sejak kematian orang tuanya Karina sudah siap untuk menghadapi rasa sakit kehilangan. Mungkin suaminya hanya tergoda sesaat, namun Karina percaya suaminya sangat mencintainya.
__ADS_1
TBC