
‘’Kami datang untuk menyelamatkanmu Rin. Kau akan baik-baik saja,’’ kata Obito.
‘’Baiklah. Ayo kita keluar,’’ kata Kakashi.
Kakko terkekeh sambil bangkit membuat ketiga anak itu menoleh dengan wajah terkejut.
‘’Begitu? Kalian membuat tim yang bagus tapi kalian tetap saja seorang bocah. Apalagi kalian berada di tangan musuh,’’ kata Kakko sebelum menggunakan jurus.
‘’Doton : Iwayado Kuzushi no Jutsu!’’
Batu-batu di langit gua pun mulai runtuh.
‘’Celaka! Cepat keluar dari sini!’’ seru Kakashi.
Ketiga anak itu pun berlari keluar. Namun, batu kecil mengenai mata Kakashi yang terluka membuatnya terjatuh.
‘’Kakashi!’’ seru Rin.
Obito menghampiri Kakashi lalu melemparnya, membuat batu besar yang terjatuh dari atas akan menimpa dirinya.
‘’Rasengan!’’
Push!
Obito, Kakashi dan Rin terbatuk setelah asap menghilang sedikit demi sedikit. Ketiganya menautkan alis untuk memastikan sosok yang baru saja menyelamatkan Obito dari batu besar tadi.
Terlihat sosok anak berambut kuning dengan pakaian orange berdiri membelakangi mereka.
‘’Si-Siapa kau?’’ tanya Obito.
__ADS_1
Haa, pada akhirnya kau tetap menghampiri mereka.
‘’Apakah kau ingin aku berdiam diri saja melihat mereka dibunuh?!’’
Obito, Kakashi dan Rin hanya mengerutkan dahi karena anak itu bicara sendiri.
‘’Hem! Kurasa kita lebih baik segera keluar. Sebentar lagi gua ini akan runtuh dattebayo,’’ kata anak berambut kuning.
Kakko yang memantau gua dari luar hanya tersenyum remeh. ‘’Sayang sekali, aku kehilangan sumber informasi. Biarkan sajalah.’’
Boom!
Ia menoleh dan melihat ketiga anak tadi muncul dari atas. ‘’Keras kepala sekali. Kalian masih hidup hah?’’
Dahinya berkerut melihat salah satu anak yang berdiri bersama mereka. ‘’Tunggu, apakah anak itu juga anggota tim mereka? Kenapa aku tidak pernah melihatnya? Heh, tidak peduli jumlah kalian bertambah satu orang, tapi kalian tetaplah bocah. Selain itu bala bantuan telah tiba.’’
Kakashi dan Obito berdecih kesal melihat puluhan shinobi Iwagakure telah tiba dan bersiap menyerang mereka.
‘’Mengalahkan satu orang saja sangat sulit, apalagi melawan sepuluh orang lebih. Itu mustahil!’’ kata Rin.
‘’Tajuu : Kage Bunshin no Justu!’’
Shin! Shin! Shin! Shin! Shin!
Shinobi Iwagakure tersentak kaget melihat jutsu yang dipakai anak berambut kuning tadi.
‘’Se-Seribu bayangan?! Mustahil!’’
‘’A-Apa-apaan itu? Untuk membuat kloning hanya bisa maksimal lima, karena itu akan menguras banyak energi. Tapi anak itu bisa membuat seribu kloning?!’’
__ADS_1
‘’Si-Siapa anak berambut kuning itu?!’’
Tanpa membuang waktu, seribu kloning tadi menggunakan rasengan dan menyerang kelima puluh shinobi tersebut.
Push!
Dalam sekali serangan, lima puluh satu shinobi tadi telah dikalahkan. Kakashi, Obito dan Rin hanya terbelalak melihat kekuatan dari anak berambut kuning itu.
‘’Sugee! Aku seperti bernostalgia dattebayo!’’ girang anak rambut kuning.
Ia berbalik melihat ketiga anak itu dan pamer dengan kekuatannya. Apalagi di depan anak didik ayahnya.
Namun, Kakashi dan Obito malah mengeluarkan kunai sambil melindungi Rin.
‘’Siapa kau? Kenapa kau bisa memiliki kekuatan hebat seperti itu?’’ tanya Obito.
‘’Jangan-jangan kau adalah mata-mata anggota musuh,’’ kata Kakashi.
‘’Oho! Sangat tidak sopan berkata seperti itu kepada penyelamat kalian,’’ kata anak berambut kuning.
Anak berambut kuning itu memberitahu mereka kalau ia bukanlah pihak musuh. Tapi, Kakashi dan Obito tetap tidak percaya dan hendak menyerang.
‘’Tunggu!’’ seru seseorang membuat mereka menoleh.
Anak berambut kuning itu membulatkan mata melihat sosok yang datang.
‘’Minato Sensei!’’ kata Obito dan Rin.
A-Ayah, kata anak berambut kuning itu dalam hati.
__ADS_1