
‘’Nani?!’’ pekik Naruto dan Hinata bersamaan.
Naruto meminta penjelasan kenapa Boruto sampai nekat melakukan hal itu, tapi Kawaki hanya diam karena merasa tidak enak memberitahu mereka berdua kalau ia dan Boruto sempat menguping pembicaraan.
Melihat kediaman Kawaki membuat Hinata mengambil ahli dan mencoba menyuruh Kawaki mengatakan alasannya. Untuk sesaat Kawaki memandangi Naruto dan Hinata secara bergantian hingga akhirnya ia menghela nafas dan mengaku kalau alasan Boruto meninggalkan rumah karena tidak sengaja menguping pembicaraan mereka berdua sehingga Boruto ingin memberi pelajaran kepada seluruh klan Otsutsuki.
‘’Hontoni gomennasai, karena aku dan Boruto malah menguping pembicaraan Anda berdua tadi,’’ kata Kawaki membungkuk.
Saat itu juga mereka menuju ke kantor Hokage.
......................
Kantor Hokage
Kebetulan, Shikamaru dan Sai masih ada di sana membuat kedua pria itu bingung dengan kedatangan Naruto bersama Hinata dan Kawaki.
‘’Shikamaru, segera hubungi Sasuke!’’ perintah Naruto.
‘’Eh? Memangnya apa yang terjadi?’’ tanya Shikamaru.
‘’Boruto-kun lari dari rumah untuk mencari keberadaan klan Otsutsuki,’’ jawab Hinata.
Shikamaru dan Sai juga bereaksi yang sama sehingga mereka langsung menghubungi Sasuke.
......................
Kediaman Uchiha
Sakura yang habis beres-beres di dapur langsung menoleh saat mendengar telepon rumah berdering. ‘’Siapa yang menelpon malam-malam begini? Hai, ini kediaman Uchiha.’’
📞 ‘’Sakura? Apakah Sasuke ada di sana?’’
__ADS_1
‘’Shikamaru? Eh, Sasuke-kun baru saja pergi karena ada urusan,’’ jawab Sakura.
Sakura hanya bingung mendengar nada suara Shikamaru yang sepertinya sedang cemas. Ia pun menanyai pria itu dan matanya membulat besar saat mengetahui Boruto lari dari rumah untuk mencari klan Otsutsuki.
📞 ‘’Kalau begitu maaf mengganggu waktumu, aku matikan panggilannya Sakura.’’
Tit!
Karena merasa khawatir, Sakura mengecek kamar Sarada dan melihat putrinya sudah tertidur membuatnya hanya menulis di secarik kertas, guna agar putrinya tidak cemas saat tidak melihatnya di rumah.
......................
‘’Kata Sakura, Sasuke baru saja pergi dari rumah,’’ jawab Shikamaru.
Naruto mengepalkan tangan. Sebab tidak ada yang lebih ahli selain Sasuke untuk mendeteksi keberadaan orang dan hanya pria itu yang bisa melakukan teleportasi.
‘’Naruto-kun, bagaimana ini?’’ tanya Hinata cemas.
‘’Sekali lagi aku minta maaf, ini salahku. Seharusnya aku bisa mencegah Boruto pergi dari rumah,’’ kata Kawaki.
‘’Tidak, Kawaki-kun, kau tidak bersalah. Akulah yang bersalah di sini,’’ kata Naruto.
‘’Sai, segera hubungi Ino untuk segera kemari begitu juga dengan yang lainnya!’’ perintah Naruto.
Tak lama kemudian, Sakura dan yang lainnya tiba dengan raut wajah cemas karena sudah mengetahui situasi.
Ino langsung menuju ke ruang kontrol untuk melacak keberadaan Boruto dengan bantuan yang lainnya. Namun, tidak ada yang bisa menemukannya.
Deg!
‘’Aku tahu Boruto ada di mana,’’ kata Kawaki membuat semua orang menatapnya.
‘’Kita semua tahu tidak mudah menemui klan Otsutsuki, karena klan mereka berada di dimensi lain. Hanya Sasuke yang bisa menemuinya karena dia adalah pengguna teleportasi terbaik, tapi selain Sasuke, masih ada satu orang yang juga bisa menggunakan teleportasi dan kurasa Boruto pasti datang menemuinya, dan orang itu adalah….’’
......................
__ADS_1
Hutan
‘’Hee~ tidak kusangka Boruto-kun sendiri yang langsung menemuiku,’’ kekeh pria berambut merah.
‘’Cukup Code, aku tahu kau bisa membawaku ke dimensi lain, karena Sasuke-san tidak ada, aku jadi terpaksa menemuimu. Jadi sekarang, kirim aku ke dimensi di mana para klan Otsutsuki itu berada!’’ perintah Boruto.
Namun, bukannya mengirim Boruto, Code malah menyerangnya karena merasa iri dengan karma sempurna milik Boruto. Keduanya terlibat pertarungan di mana berakhir Boruto yang terpojok.
‘’Humph, dasar, ternyata kau tidak tahu menggunakan karma milikmu itu,’’ kata Code mengulurkan sebelah tangannya hendak mengakhiri Boruto.
Mata Code memicing. ‘’Shine(Matilah).’’
Burn!
Namun, seseorang datang menghalang kekuatan besar itu yang tidak lain adalah Naruto.
Naruto tersenyum karena sebelum ajalnya menjemput, ia masih bisa melindungi anaknya. Ia menoleh melihat semua teman-temannya yang tidak menerima hal itu, sampai akhirnya Sasuke datang paling terakhir.
‘’Naruto!’’
......................
Deg!
Naruto membuka matanya melihat dirinya ada di tengah hutan. Lebih kagetnya lagi, tubuhnya menyusut menjadi kecil.
Ada apa? Kenapa kau begitu kaget? Cih.
‘’Suara ini ... Kurama?!’’ pekik Naruto memegangi perutnya.
__ADS_1
Dasar, padahal hidupku sudah tenang, tapi aku dan kau malah terlempar ke masa lalu, gerutu Kurama.
Sekali lagi Naruto terkejut. ‘’Masa lalu?!’’