God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 225 Mengulang Moment Part 2


__ADS_3

Setelah itu, keduanya gantian. Obito yang berdiri tidak jauh dari belakang, melemparkan kunai yang ditempelkan bom ke arah Rin. Namun, ia baru tersadar telah melemparkan banyak kunai. ‘’Rin!’’


Push!


Rin asli yang ada di dahan pohon hanya tersenyum sambil memainkan kunai di tangannya. ‘’Sore wa bunshin dayo.’’


‘’Hee~ membalasku, ya?’’ kekeh Obito.


Keempatnya bertarung dengan sengit karena telah berkembang. Obito yang mengerahkan elemen kayu dan apinya melawan elemen listrik dari Kakashi. Naruto #1 yang tidak ragu menyerang Rin begitu juga sebaliknya.


Sampai akhirnya, Naruto #1 terpojok, membuat Kakashi dan Rin menyerang Obito secara bersamaan dari dua arah.


Obito dengan tenang langsung memejamkan mata.


Naruto #1 yang menyadari hal itu hanya terbelalak. ‘’Jangan-jangan….’’


Begitu kedua serangan dari dua arah berlawanan datang, Obito membuka matanya yang merah menyala memperlihatkan pola Mangekyou Sharingan. Di saat yang bersamaan, pola mata Kakashi juga berubah.


‘’Kamui!’’ seru Obito.


Push!


Saat itu juga Kakashi terkejut karena Naruto #1 berhasil menodongkan kunai ke leher Rin, dan berhasil merebut lonceng, dengan tanda selesainya pertarungan.

__ADS_1


‘’Dibandingkan yang dulu, kali ini hasilnya tidak buruk. Kita berdua seri dattebayo,’’ kata Naruto #1.


‘’Kau lihat, kan? Obito-sama ini telah berhasil menggapaimu, begitu juga dengan yang lain,’’ kata Obito.


Naruto #1 tersenyum. Ia sangat senang melihat teman-temannya tumbuh semakin kuat seperti dirinya. Ia kembali mengingat kenangan hari itu, yang terulang kembali hari ini. Ia menyerahkan lonceng itu kembali kepada Kakashi.


‘’Tapi dari mana kau mendapatkannya? Bukankah loncengnya ada pada Kakashi?’’ tanya Rin.


‘’Dia datang kemarin malam hanya untuk memintanya,’’ kata Kakashi.


Obito langsung menoleh, karena sebelumnya ia mengira Naruto #1 akan menuju ke kantor Hokage, yang ternyata datang ke rumah Kakashi.


‘’Yosh! Seperti biasa, tempat yang akan kita kunjungi selanjutnya adalah….’’



Obito dan Rin memasang wajah bodoh mereka, sedangkan Kakashi bersikap tenang seperti biasa.


‘’Raamen lagi? Seharusnya aku sudah menduga hal ini, kalau kau akan membawa kami ke Ichiraku Raamen,’’ kata Obito.


Naruto #1 tersenyum sambil mengajak ketiga orang itu masuk, dan akan mentraktir mereka. ‘’Paman, aku pesan 4 porsi raamen Teuchi hari ini. Jangan lupa tambahkan toping kesukaanku.’’


Ketiga orang di sampingnya langsung menoleh begitu mendengar raamen tadi. Namun, melihat raut wajah senang Naruto #1, membuat mereka hanya merasa bingung.

__ADS_1


......................


Setelah makan raamen, mereka berjalan menyusuri desa.


Obito dan Naruto bersamaan bersendawa dengan suara yang sedikit keras. Rin terkekeh melihal hal itu.


‘’Kalian juga bersamaan bersendawa sama seperti hari itu,’’ kata Rin.


‘’Tapi, hari ini kau sedikit aneh Naruto. Kau mengajak kami latihan, lalu mentraktir kami makan raamen sama seperti waktu itu, sebelum kau meninggalkan desa. Jangan bilang perlakuanmu kali ini juga ada alasannya,’’ kata Obito.


Naruto #1 terbelalak dan langsung terkekeh. ‘’Aku memang ingin melakukannya bersama kalian dattebayo.’’


‘’Aku tidak pernah tahu apa yang kau pikirkan. Tapi Obito-sama ini berterima kasih kepada ore no raibaru,’’ kata Obito.


‘’Aa! Aku sampai lupa. Gomen, aku tiba-tiba teringat sesuatu dattebayo. Ja-na minna,’’ kata Naruto #1 bergegas sambil melambaikan tangan.


Obito dan yang lainnya hanya terbelalak melihat kepergian sosok berambut kuning itu, lalu menghela nafas disertai senyuman. ‘’Aikawarazu….’’


......................


Malam pun tiba, dan para Genin menghela nafas panjang setelah selesai membersihkan pemandian air panas seharian. Semuanya berjalan keluar untuk pulang, dan berpisah di jalanan.


Shikamaru yang menyadari seseorang mengikutinya, langsung menoleh ke belakang. Dahinya berkerut melihat sosok itu tersenyum.

__ADS_1


‘’Yo!’’ sapa Naruto #1.


__ADS_2