God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 18 Kabar


__ADS_3

Minato mengangguk. ‘’Baiklah, aku segera datang.’’


Shinobi itu pun pergi lalu Minato kembali menatap Naruto. ‘’Kalau begitu, aku pergi dulu.’’


Keempat anak itu mengangguk sambil menatap kepergian Minato. Obito kembali menatap Naruto begitu juga Kakashi dan Rin.


‘’Naruto, kau ini bodoh atau apa, sampai mengorbankan dirimu untuk melawan ratusan shinobi Iwagakure. Untung sensei datang tepat waktu untuk menyelamatkanmu dan melawan ratusan orang itu. Kalau sensei datang, berterima kasihlah kepadanya,’’ kata Obito.


Heh, orang yang melawan ratusan shinobi itu bukan ayah, tapi aku sendiri. Tapi, syukurlah tidak ada yang melihatnya, karena itu bisa gawat. Tidak ada yang akan percaya anak 12 tahun menggunakan kekuatan seperti itu, kata Naruto dalam hati.


‘’Aku juga berterima kasih kepada kalian,’’ kata Naruto.


Ketiga anak itu menerimanya dengan senyuman.


......................


Kediaman Hokage



‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Minato datang lalu berlutut di depan Sandaime Hokage.


Sandaime Hokage menatap Minato. ‘’Aku yakin kau akan meneruskan Kehendak Api. Apa yang menunggu di depan bukanlah perdamaian. Jadi aku ingin mempercayakan padamu masa depan Konoha dan dunia shinobi. Apa kau menerimanya?’’

__ADS_1


‘’Aku akan melakukan yang terbaik sehingga layak Anda percaya, Sandaime-sama. Aku siap untuk itu,’’ kata Minato.


‘’Bagus,’’ kata Sandaime Hokage.


......................


Karena Naruto sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Semua warga langsung membicarakan dirinya yang ikut serta membantu kemenangan tim Minato.


‘’Yo! Kalian!’’ sapa seseorang membuat keempat anak itu menoleh.


Naruto terbelalak melihat kedatangan 3 anak itu.


Mereka? Guy Sensei, Asuma Sensei dan Kurenai Sensei, kata Naruto dalam hati.


‘’Sepertinya kita seumuran, ya? Namaku Sarutobi Asuma,’’ kata Asuma.


‘’Dia putra Sandaime Hokage, Sarutobi Hiruzen, dan yang di sampingnya itu adalah Yuhi Kurenai,’’ kata Kakashi.


‘’Hei Kakashi, kenapa kau tidak memperkenalkan diriku juga?’’


‘’Guru Alis Tebal,’’ kata Naruto.


‘’Puff! Hahaha, kau benar Naruto, nama yang cocok untuk Guy adalah Alis Tebal, tapi tidak perlu memanggilnya dengan sebutan guru karena kami masih Genin, kecuali Kakashi yang sudah menjadi Jounin,’’ kata Obito.

__ADS_1


‘’Oho! Terima kasih Naruto, julukan itu akan membuat semua orang mengenalku dengan Guy Si Alis Tebal,’’ kata Guy.


‘’Guy, kau memang memiliki alis tebal’’ kata Asuma.


‘’Tidak apa-apa, Naruto sudah memberikan nama itu, aku sungguh beruntung salah satu pahlawan kita memberiku julukan,’’ kata Guy terlalu bersemangat.


Naruto hanya tersenyum kaku melihat Guy sensei kecil.


Ahaha, kurasa sikap semangat Guy Sensei memang sudah ada sejak dia kecil, katanya dalam hati.


Guy tersenyum menampilkan deretan giginya sambil tebar pesona. ‘’Oh iya, aku ada berita untuk kalian. Jangan terkejut. Minato sensei yang akan menjadi Hokage Keempat.’’


Obito, Kakashi, Rin dan Naruto bersamaan tersentak kaget hingga akhirnya mereka bersorak.


‘’Wah, guru tim kita akan menjadi Hokage!’’ girang Obito.


‘’Di umur sensei yang masih 21 tahun, sensei sudah menjadi Hokage,’’ kata Rin.


‘’Dia shinobi terkuat dan ditakuti, keputusan Sandaime Hokage memilihnya sudah tepat,’’ kata Kakashi.


Sedangkan Naruto, jantungnya berdebar-debar dengan mata berbinar-binar karena saking senangnya bisa menyaksikan secara langsung penobatan ayahnya sebagai Hokage Keempat.


Semua orang akan hadir, itu berarti ibu juga akan datang, kata Naruto dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2