God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 129 Sai


__ADS_3

Nara Shikamaru! Kuharap kau memiliki alasan atas keberadaanmu bersama yang lainnya di sini.


Shikamaru tersentak mendengar pemilik suara tersebut.


O-Oyaji?


Yondaime-sama telah mengetahui keberadaan kalian, karena itulah Uchiha Shisui dan Uchiha Itachi diutus untuk datang. Situasi desa sekarang sangat berbahaya, lebih baik kalian pergi sekarang juga!


I-Iya. Baiklah aku mengerti, jawab Shikamaru.


‘’Mm~ pasti Obito nii-chan yang melapor,’’ kata Naruto.


‘’Itu semua karena dirimu channarou!’’ kesal Sakura.


‘’Haa, sepertinya kita mendapatkan masalah … Mendokusei,’’ kata Shikamaru.


Para Genin bergegas pergi. Namun, serangan ledakan langsung menghampiri membuat mereka terhempas.


‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Naruto meringis.


Terlihat sosok pria menyerupai robot sambil menatap mereka.


‘’Apa-apaan tubuhnya itu?’’ tanya Naruto.


Shuradou Pain menyerang kedua belas Genin dan berhasil melumpuhkan mereka. Ia hendak meledakkan kedua belas anak tersebut.


‘’Ninpou : Choju Giga!’’

__ADS_1


Naruto dan yang lainnya menoleh, melihat sosok anak berambut hitam pendek menyerang Shuradou Pain. Ya, meskipun kemampuannya jauh di bawah pria tersebut, tapi anak berambut hitam itu tidak menyerah dan bertarung.


‘’Siapa dia? Seingatku tidak ada anak laki-laki seperti dirinya di akademi,’’ kata Naruto.


Anak itu terhempas sambil memperbaiki posisinya. Serangan hewan tinta dengan chakra kembali menyerang Shuradou Pain, tapi serangan itu hanya ditangkis sekali saja.


‘’Kau tidak akan bisa melawanku dengan jutsu yang sama seperti itu,’’ kata Shuradou Pain.


‘’Humph! Itu hanya pengalihan,’’ kata anak berambut hitam.


Setelah memastikan tinta yang sudah dialiri chakra untuk menutupi tubuh kedua belas anak itu dan juga dirinya, ia melakukan segel tangan. ‘’Sumigasumi no Jutsu!’’


‘’Melarikan diri, ya?’’ tatap Shuradou Pain.


Anak berambut hitam dan kedua belas anak tadi langsung tiba di sisi lain desa.


‘’Haa, karena harus membawa kalian semua, sepertinya chakra-ku mulai habis,’’ kata anak berambut hitam.


‘’Sai,’’ senyum anak berambut hitam.


‘’Sai, ya? Aku Uzumaki Naruto, dan kami semua berada di kelas yang sama saat di akademi. Tapi, kami sedang dalam masalah, jadi perkenalannya nanti saja dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Naruto? Ttebayo?’’ tatap Sai terbelalak.


Sai tersenyum dengan mata menyipit. ‘’Jangan khawatir. Orang yang sama akan tiba sebentar lagi.’’


Mendengar ucapan Sai membuat yang lainnya terbelalak. ‘’Tunggu, jangan bilang….’’

__ADS_1


......................


Meski melakukan perlawanan, semua shinobi dibuat kewalahan dengan kedatangan enam Pain. Desa Konoha benar-benar hancur.


‘’Raikiri!’’ seru Kakashi.


‘’Katon : Goukakyou no Jutsu!’’


Keduanya terbelalak karena Gakidou Pain kembali menyerapnya.


‘’Sial! Kita akan kehabisan chakra jika melakukan ini terus, dan malah menguntungkan dia yang memperoleh chakra,’’ kata Kakashi.


‘’Jutsu kayu milikku juga tidak mempan kepadanya. Apa yang harus kita lakukan?’’ tanya Obito.


‘’Yang sebaiknya kalian lakukan adalah menunggu kematian kalian,’’ kata Tendou Pain yang muncul.


Obito meringis kesal. ‘’Satu orang saja sudah membuat kita kewalahan, dan sekarang malah tertambah satu lagi. Kurasa tidak ada cara lain.’’


Kakashi dan Obito saling memejamkan mata. Keduanya membuka mata secara bersamaan dengan pasangan mata sharingan yang mulai berputar membentuk pola yang baru.


Pain menatap kedua laki-laki yang akan menyerangnya. Lalu dalam sekejap, daya hancur yang kuat terdengar.


Deg!


Tsunade yang telah menyebarkan Katsuyu ke seluruh desa setelah kembali ke rumah sakit langsung tersentak.


‘’Tsunade-sama?’’ tatap Rin.

__ADS_1


Tangan Tsunade mengepal sambil berjalan keluar. Dengan urat-urat menegang di tangannya, ia memukul tanah rumah sakit sehingga bangunan itu bergetar hebat.


‘’Tsunade-sama! Apa yang Anda lakukan? Bangunan ini akan hancur kalau Tsunade-sama melakukannya lagi,’’ tegur Shizune.


__ADS_2