God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 178 Pangeran Tsuki


__ADS_3

Terlihat sosok anak kecil dari kereta yang meluncurkan panah mainan tadi.


‘’Ayah, apakah baik-baik saja? Sepertinya orang-orang ini sama sekali tidak berguna, khususnya yang satu itu’’ kata anak itu menghampiri.


‘’Kau bilang apa bocah sia—‘’ ucapan Naruto #2 langsung terpotong saat Kakashi membengkap mulutnya.


‘’Hikaru, kau tidak boleh berkata seperti itu kepada putra Yondaime Hokage,’’ tegur Pangeran Michiru.



Pria itu memperkenalkan Hikaru adalah anaknya, dan meminta maaf atas tindakannya barusan. Kakashi mengangguk mengerti dan tidak mempermasalahkan, hingga kedua orang tadi kembali menaiki kereta.


‘’Yondaime Hokage sudah memperingatkan kita. Jika sesuatu terjadi kepada Pangeran Negara Bulan, itu akan menjadi masalah internasional,’’ kata Kakashi.


......................


Negara Bulan berada di pulau Bulan Sabit, yang merupakan Negara yang kaya, dengan pantai berpasir indah, dan sejumlah tempat wisata alam. Juga memiliki kasino terkenal yang disebut pusat perjudian. Inilah kenapa misi tersebut disembuyikan dari Tsunade. Sebab, jika wanita itu sampai tahu, maka ia akan ikut.


Kelima orang tadi mengawal rombongan dan melawan para bandit selama perjalanan. Pangeran Michiru hanya tidur, sedangkan anaknya sibuk bermain game, tanpa mengetahui situasi di luar.


Tugas mereka adalah melindungi Pangeran Michiru selama perjalanan pulangnya ke pulau.


‘’Misi penting yang hampir setara Jounin,’’ kata Naruto #2.

__ADS_1


‘’Itulah kenapa kita tidak boleh melakukan kesalahan,’’ kata Sakura.


‘’Kita semua harus akur dan menikmati masa muda bersama-sama,’’ kata Rock Lee.


Sasuke dengan tenang seperti biasa, hanya menatap api unggun.


......................


Keesokan harinya…


Tim 7 bersama Rock Lee mengawal rombongan itu sambil berjalan kaki seperti biasa. Kakashi mengisi perjalanan dengan berbincang kepada Pangeran Michiru, dan menanyakan apakah pria itu akan menjadi Raja berikutnya. Pangeran Michiru membenarkan. Setelah ayahnya pension, ia akan naik mengisi tahta.


Pangeran Michiru pun juga bertanya mengenai posisi Hokage. Kakashi menjawab seorang Hokage dipilih jika memiliki kekuatan dan keterampilan kepemimpinan. Dan memberitahu kalau Naruto #2 memiliki impian menjadi Hokage seperti ayahnya.


‘’Untuk tujuan itu, dia bekerja sekeras mungkin dan melakukan tantangan apa pun,’’ kata Kakashi.


‘’Baka.’’


Naruto #2 terbelalak karena mendengar ucapan Hikaru, meskipun suara anak itu pelan. Raut wajahnya langsung berubah sambil menghampiri Hikaru. ‘’Oee? Kau kenapa? Apa maksudmu berkata seperti itu? Seseorang sedang mengajakmu bicara dattebayo!’’


Saat itu juga Kakashi langsung mengangkatnya pergi. ‘’Tenanglah.’’


‘’Ck!’’ kesal Naruto #2.

__ADS_1


......................


Rombongan Pangeran Michiru pun tiba di desa, dan mampir sebentar ke sirkus. Hikaru yang terkesan dengan pertunjukan sirkus, tiba-tiba ikut serta untuk menyelesai tantangan. Pemilik sirkus sama terkesannya dan hendak memberi hadiah.


Hikaru meminta harimau bergigi taring yang bernama Chamu, ditemani monyet bernama Kiki sebagai partnernya. Namun, pemilik sirkus memperingatkan tidak semudah itu untuk memelihara hewan buas, apalagi kedua hewan yang diinginkan Hikaru adalah bagian dari pertunjukkan sirkus.


‘’Kalau begitu, aku akan membeli sirkus ini,’’ kata Pangeran Michiru.


Ting!


Naruto #2, Sakura dan Rock Lee memasang wajah bodoh mereka, kecuali Sasuke yang terlihat datar seperti biasa.


‘’Mereka benar-benar membeli sirkus ini,’’ kata Sakura.


‘’Yang benar saja?’’ tanya Naruto #2.


‘’Orang kaya memang berbeda,’’ kata Rock Lee.


‘’Itu sudah wajar, karena dia adalah seorang Pangeran,’’ kata Sasuke.


Kelompok sirkus pun membereskan barang-barang. Hikaru berusaha mendekati Cham, tapi harimau itu hendak menyerangnya, membuat Naruto #2 menyelamatkannya. Akan tetapi, Hikaru tidak berterima kasih dan malah berlari pergi.


......................

__ADS_1


Pagi berikutnya, Pangeran Michiru menghampiri rumah istrinya dan mengajaknya untuk kembali. Namun, ia heran karena wanita itu tidak ada dirumahnya. Padahal, ia membawa banyak bunga untuk menemuinya.


Pangeran Michiru bahkan mencari keberadaan istrinya, tapi tidak menemukan apa pun. Alhasil, ia menuju ke pelabuhan dengan perasaan kecewa.


__ADS_2