
Push! Bugh!
Shizuku dan Setsuna melancarkan serangan kombinasi bersama Gitai, untuk melawan kloning tersebut.
‘’Cih~ kloning ini tidak ada habis-habisnya,’’ kata Gitai.
Sebagian kloning Naruto #2 berhasil disapu bersih. Namun, Rock Lee langsung melompat ke arah Gitai. Neji menghampiri Setsuna, sedangkan Sakura melayangkan pukulan kepada Shizuku.
Kusuna berdecih sambil menatap Sasuke yang sudah berdiri di hadapannya. ‘’Jadi, kalian sengaja memisahkan kami, ya?’’
Sasuke yang tenang seperti biasa hanya mengeluarkan fuuma shuriken. ‘’Sejak tadi, kau selalu memandangi Sakura. Apakah kau sedang merencanakan sesuatu kepadanya?’’
‘’Gadis itu menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat, jadi harus dibungkam. Tapi, kalian yang ikut campur, sepertinya juga masuk hitungan,’’ kata Kusuna.
Mata Sasuke memicing, dan langsung melemparkan fuuma shuriken.
......................
Kuil
Tuan Yomi yang telah tiba, membuka pintu dan masuk ke dalam. Setelah memasuki pintu yang menghubungkan dunia bawah, terlihat seribu pasukan batu berdiri di antara jalan menuju kursi singgasana. Ia kemudian berlutut sambil menyilangkan sebelah tangannya ke dada.
Tampak sosok pria yang sedang duduk di singgasana batu dengan chakra hitam besar menyelimutinya.
‘’Hamba memberi salam kepada Mouryou-sama,’’ kata Tuan Yomi.
‘’Sudah waktunya aku mengubah dunia kotor ini, dan menjadi dewa yang baru. Inilah saatnya dunia mengenal Kerajaan 1000 Tahun milikku,’’ kata Mouryou.
Tuan Yomi hanya mengangguk dan membenarkan ucapan iblis itu.
__ADS_1
‘’Pendeta itu sedang merencanakan sesuatu kepadaku. Dia harus segera disingkirkan,’’ kata Mouryou.
......................
Gang of Four yang selalu mengeluarkan kekuatan luar biasa untuk melawan, mulai kehabisan chakra. Yang membuat mereka lebih kesal adalah Naruto #2 yang tidak ada menyerahnya untuk menyerang.
‘’Nii-san! Berikan kami chakra,’’ kata Gitai.
‘’Baik,’’ kata Kusuna.
Namun, kelima anak tadi melompat ke arah mereka sambil melayangkan pukulan.
Gang of Four juga langsung menghindar dengan cepat.
‘’Sialan para pengganggu ini!’’ kesal Gitai.
Kusuna berdecih. ‘’Kita mundur dulu! Mereka juga tidak akan bisa menemukan Yomi-sama.’’
Melihat kepergian empat anak tadi, kloning Naruto #2 mulai menghilang satu persatu.
‘’Mendapatkan chakra? Apa maksud perkataan mereka?’’ tanya Naruto #2.
‘’Sebaiknya kita harus kembali sebelum orang-orang menyadari keberadaan kita tidak ada,’’ kata Neji.
‘’Ini juga salahnya siapa yang langsung pergi? Berkatnya, kita jadi mendapatkan serangan tiba-tiba dari orang asing,’’ kata Sakura menyindiri ke arah Naruto #2.
‘’Aku hanya penasaran dattebayo,’’ kata Naruto #2 mempoutkan kedua pipi.
‘’Tapi kemunculan keempat anak tadi sangat mencurigakan,’’ kata Neji menatap arah kepergian anak-anak tadi.
__ADS_1
......................
Malamnya, pendeta tinggi Miroku memanggil putrinya. Untuk melindungi gadis itu, ia memberikan Shion lonceng khusus. ‘’Ambil ini?’’
Putri Shion menatap lonceng tadi dengan wajah senang. ‘’Ini sangat indah. Apa ini untukku?’’
‘’Itu benar. Ini akan melindungimu setiap waktu, dan akan selalu menjagamu. Apa pun yang terjadi padaku nanti, kau tidak boleh membiarkan hatimu goyah,’’ kata Miroku.
‘’Apa yang Ibu katakan?’’ tanya Putri Shion merasa cemas.
Miroku tersenyum lembut sambil mengelus pucuk rambut putrinya. ‘’Suatu hari, aku akan menghilang dari pandanganmu, karena kita bersifat sementara.’’
‘’Hentikan! Ibu jangan mengatakan hal yang membuatku takut,’’ kata Putri Shion memeluk ibunya.
Ayah Taruho yang sudah mengerti dengan ucapan pendeta tinggi Miroku, hanya memasang wajah sendu.
‘’Ini sudah malam. Sebaiknya kau tidur,’’ kata Miroku.
Putri Shion menolak dan ingin tidur malam ini bersamanya. Tapi, Miroku mencoba menjelaskan kalau ia memiliki urusan, dan akan tidur bersamanya besok malam. Meskipun Putri Shion tidak tahu, kalau malam ini adalah terakhir kalinya ia melihat ibunya.
Ayah Taruho sangat sedih karena Putri Shion akan mendapatkan kabar buruk keesokan harinya. ‘’Miroku-sama….’’
‘’Jangan mengajarinya semua teknik,’’ kata Miroku.
‘’Tapi Miroku-sama?’’
Miroku menatap ayah Taruho dengan wajah tegas. ‘’Ini adalah perintahku!’’
Tanpa mereka sadari, terlihat sosok yang mendengarkan pembicaraan tersebut.
__ADS_1